Tag Archive | Lintas Flores

Mengenal Karakter Sahabat Kecil

Emang lo punya sahabat kecil ? Apaansii iya iyalah punya, masa engga, emang lu kira gue tinggal di Bintang gitu yang kaga ada manusia nye.. (cuman pengen mengekspresikan sedikit dialeg orang sini)

Iya dulu saya punya teman masa kecil yang sebenarnya banyak banget intinya sekampung halamanlah, tetapi ada beberapa orang yang ingin saya ceritakan mengenai sahabat kecil saya dulu, khususnya yang seangkatan dengan saya. Sahabat kecil bukan berarti cuman sahabat waktu kecil doang ya, namun hingga sekarang ini. Cuman ceritanya jauh sangat berbeda dengan sekarang, bagaimana pun juga kami memeliki jalan hidup masing-masing jadi sekarang menjelajahi hidup di bumi yang berbeda juga. Sulit untuk bertemu dan berkumpul seperti dulu.  Dulu kami satu sekolah mulai dari SD hingga SMP, tepatnya di SDK Pacar dan SMP N 1 Macang Pacar angkatan tahun 2003-2012.

Yang pertaman sahabat saya bernama Yohana Surniko Ratna Wati yang biasa disapa Ratna, dia memiliki postru tubuh langsing, tinggi dan rambut panjang yang membuat dia terlihat anggun walau tampak mukanya yang galak dicampur jutek namun jika tersenyum maka bunga putri malu pun langsung mekar kembali hahahha. Yang berikutnya bernama Petronela Meji biasa disapa Rolen atau Ipin hahah maaff ee J. Di memiliki postru badan yang mungil dan imut serta wajah yang keliatan manis dan kulit exotic. Dulu dia cewek pendiam semasa kecilnya namun karena sekarang suka berperan menjadi ipin haha akhirnya tingkahnya berubah dan cerewet seperti ipin hahah becanda maksud saya sekarang kan udah dewasa setiap hari pasti selalu berubah dalam segala hal.  Lalu  ada juga sahabat saya bernama Reliana Ijen disapa Reli atau Upin, bisa dibilang ini adalah anak dari Gunung Ijen hhh. Mungkin diberi nama Ijen supaya  kelak bisa menjadi orang yang sukses setinggi gunung Ijen atau mungkin ada arti dalam bahasa lain yang lebih bermakna. Kemudian satu orang lagi namanya Natalia Maju. “Natalia” means that she was born at the day after Christmas Day and “Maju” it’s mean that something  never give up. Dulu sesama kami suka menyapa dia dengan panggilan Cemong aatau kadang-kadang tiang listrik karena dia lebih tinggi dari antara kami, maapp Liand.

Dulu banyak sekali hal-hal yang kami lakukan dalam mengisi masa kecil kami di kampung halaman. Saya masih ingat dulu ketika pulang sekolah, kami suka jalan bersama dan bercanda ria dengan suara teriakan yang menemani kesepian jalan raya sepanjang Herang (Lokasi sekolah) hingga kampung Pacar. Berseragam merah putih, buku tersimpan dalam kresek (biasanya senang dengan kresek sandal yang bekas untuk menyimpan buku tulis dengan ciri-cirinya yang simple dan baik untuk melindungi buku tulis dan peralatan lainnya) dan beralaskan dengan sandal jepit (dulu kami tidak menggunakan sepatu saat maih SD kecuali ada perayaan Nasional). Pulang sekolah tanpa ada batas mulut selalu berkomat kamit dengan muka polos yang membawa kebahagiaan tersendiri.  Salah satu diantara kami yang suaranya paling besar dan tinggi adalah Ratna, sedangkan Lian, saya, Upin Dan Ipin memiliki suara yang agak melengking. Kebersamaan sekolah tersebut berlangsung selama  9 tahun dan bercanda ria sepanjang  perjalanan juga pun begitu.

Dulu juga kami suka mencari serta mengumpulkan kayu  bakar bersama. sekeliling  rumah di perkampungan saya  pasti dikelilingi pepohonan seperti pohon kopi, cokelat, kelapa, bambu, akasia, dan hutan yang meluas sekitar 1 km dari rumah. Hadeuuhh kampung saya emang bener-bener suasana kampung banget deh, pokoknya  kalo kalian yang sedang membaca ini pengen dan berkunjung kesana  pasti bakal nyaman. Kalian akan jauh banget dari keramaian kota yang sempit penuh dengan polusi. Apa lagi yang suka banget sama kehidupan desa huuhhff ayulahh dateng ke kampung saya. “My Darling is My Home”. Cari kayu bakar sudah menjadi kebiasaan bagi kami, anak perempuan di kampung membantu orang tua dengan berbagai cara: mengumpulkan kayu bakar di kebun atau hutan, masak, menyiapkan  makanan babi (hampir semua rumah tangga memiliki peliharaan babi dan memang mayoritas beragama Katolik), mencuci, mebersih rumah, menanam padi, membersih kebun, lahh pokoknya buanyaak. Yaaa saya rasa itu ajaran yang baik, sehingga kami bisa menjadi orang yang pekerja keras, bertanggung jawab, belajar untuk hidup rumah tangga, mandiri dan mencintai orang tua.

Mainnya kapan? Dimana?

Kami  sebenarnya bermain di mana pun kami berkumpul, bersama bahkan saat mengumpulkan kayu bakar pun juga kita akan selipkan dengan bermain. Di tengah kampung saya terdapat  sebuah Compang yang artinya altar. Tempat ini tersusun batu unik yang bentuknya bundar lalu dikelilingi taman bundar juga dan paling luarnya ditutup dengan susunan batu juga. Batu bundar yang tersusun rapih ini konon berdasarkan cerita rakyat disusun oleh nenek moyang zaman dulu dan memiliki arti yang mendalam. Dan memang batu bundar yang tersusun rapih ini bukan hanya di kampung saya namun juga terdapat di beberapa tempat di Manggarai.  Compang digunakan sebagai tempat persembahan kepada Tuhan pada saat upacara  adat tertentu. Nah, kami biasanya main di sekitar tempat tersebut, karena pada setiap sore hari anak-anak suka berkumpul  di situ dan bermain, bersuka ria masa kecil yang amat sangat indah.

 

sekarang aku juga punya temen-temen yang cakep-cakep bisa diajak berteman, mau tau klik adja disini

Jika anda berminat untuk mencari tahu kisah-kisah lain, yukk ikuti terus blog aku dan jangan lupa dilike yaa heheheh Terima kasih.

 

Anak Muda Wajib Pelajari Ini, Sejarah Tanah Kelahiran Kita, “Manggarai”

Manggarai, Manggarai Barat Dan Manggarai Timur dulunya merupakan satu kabupaten yaitu kabupaten Manggarai. Namun selama sebelum pemekaran tiga wilayah tersebut sudah memiliki sejarah masing-masing yang panjang tentang perebutan pengaruh dan kekuasaan.

Sebelum Belanda menguasai Manggarai pada tahun  1908, ada sebuah kerajaan kecil berdaulat di Manggarai. Kerajaan-kerajaan tersebut adalah kerajaan Lamba, Cibal, Welak, Todo-Pongkor  Dan Bajo.  diantara kerajaan-kerajaan tersebut  Cibal Atau Nggaeng Cibal  Dan Adak Todo  pernah terlibat  dalam beberapa pertalian pertempuran  dalam rangka memperluas teoriti  kekuasaan.  Pertempuran pertama antar Cibal Dan Todo  adalah pertempuran di Reok Dan Rampas Rengot  atau dikenal dengan perang rongot. Pertempuran ini dimenangkan cibal. Perang rongot ini melahirkan pernang-perang berikutnya yaitu perang weol 1 dan weol 2.

Pada perang weol satu kemenangan masih ada dipihak cibal, tetapi pada perang weol 2 dimenangkan oleh Todo  sehingga batas  kerajaan adak todo bukan lagi sampai di wae  ras cancar  tetapi sampai jauh ke dekat beo kina (rahong utara).kemudian perang berikutnya adalah perang bea Loli di cibal. Pada perang bea loli cibal kembali kalah . sehingga menurut cerita watu cibal dibawah ke Todo. Setelah itu, Todo Pongkor memperluas  wilayah ke arah timur  di Borong. Maka terjadilah  perang adak tana dena. Akibat perang adak tana dena ini, batas Todo Pongkor meluas hingga Watu Jaji. Pada saat Todo Pongkor konsentrasi  mengikuti perang adak Tana Dena pasukan Nggaeng Cibal melancarkan serangan ke pusat kekuasaan Todo Pongkor. Saat itu terjadi pembakaran  rumah adat Todo Pongkor, yang disebut Tapa Niang Dangka, Poka Niang Wowang. Konon Niang Dangka saat itu  tidak bisa dibakar pasukan dari Nggaeng  Cibal kemudian memperdayai seorang perempuan tua  yang namnya kembang emas saudari dari kraeng mashur nera beang lehang tana bombang palapa untuk mengetahui  mengapa Niang  Dangka tidak bisa dibakar.

Perempuan tersebut kemudian memberitahu Niang Dangka bisa dibakar  bila bisa mengambil jimat yang ada dibubungannya. Pasukan dari Cibal pun mengambil jimat di atas bubungannya. Sayangnya mereka juga membakar  perempuan yang memebritahu keberadaan jimat tersebut.  Pasukan Cibal berusaha mengembalikan Watu Cibal yang dicaplok pada perang weol II namun tidak bisa diangkat. Sampai sekarang  watu todo  dan watu cibal tertancap bersanding di kampung todo.

Pada tahun 1907 Belanda masuk ke Manggarai  dan hendak mendirikan pusat kekuasaan sipil  di Todo. Namun, karena topografinya yang kurang baik, lalu pindah ke Puni Ruteng. Secara resmi Belanda menaklukan Manggarai pada tahun 1908. Ketika Belanda mulai menguasai Manggarai Raja Todo  (1914-2924) yaitu keraeng Tamur dipindahkan ke Puni.  Dalam perjalanan sejarahnya, belanda melihat manggarai yang meliputi wae mokel awon, selat sape  rahit salen adalah satu kesatuan yang utuh. Tidak ada lagi cibal, tidak ada lagi todo, tidak ada lagi Bajo maka disebutlah Manggarai.

Karena itulah pada tahun 1925, melalui suatu surat keputusan dari Belanda Manggarai menjadi  suatu kerajaan dan diangkatlah orang Todo Pongkor menjadi raja pertama yaitu raja Bagung Dari Pongkor. Kerajaan manggarai bentukan Belanda ini terdiri atas 38 kedaluan. Bersamaan dengan diangkatnya raja Bagung , belanda juga  menyekolahkan raja Bagung, belanda juga menyekolahkan kraeng Alexander baruk ke Manado. Alexander adalah anak dari kraeng Tamur  raja Todo. Tahun 1931/1932 Alexander Baruk kembali dari sekolahnya. Lalu kemudian diangkat jadi raja Manggarai. Karena  raja Bagung masih hidup, maka keduanya tetap raja. Raja Bagung sebagai raja bicara, sedangkan yang mengambil keputusan adalah raja Baruk. Sehingga dulu ada istilah  putus le kraeng wunut, bete le kraeng belek.

Kekuasaan keduanya berakhir pada saat keduanya meninggal dunia. Raja Bagung meninggal pada tahun  1947 sedangkan raja Baruk meninggal  1949. Kemudian keduanya diganti oleh  Kraeng Langkas  Atau Kraeng  Constantinus Ngambut, juga dari Todo menjadi raja hingga 1958. Saat Manggarai menjadi daerah Swaparaja Kraeng Ngambut masih memimpin Manggarai sebagai kepala daerah hingga 1960. Tahun 1960 itu juga kemudian dipilih bupati pertama Manggarai Aitu Charolus Hamboer dan memimpin hingga 1967. Setelah bupati Hambur kemudian diganti oleh  bupati Frans Sales Lega.

Bupati Lega memimpin samapi 1978. Setelah itu 1978-1988 Manggarai dipimpin oleh  Frans Dula Burhan. Lalu 1988-1999  dipimpin oleh Gaspar Parang Ehok. Pada masa transisi 1999-2000, Manggarai dipimpin oleh bupati sementara Daniel Woda Pale. Di era reformasi  bupati pertama yang memimpin adalah Antony Bagul Dagur  yang memimpin Manggarai  dari tahun  2000 hingga 2005.tahun 2005 diangkat bupati sementara Wilem Nope sebelum adanya  bupati definitif kepala daerah secara langsung.

Pilkada langsung pertama di manggarai berhasil dimenangkan  pasangan  Christian Rotok-Deno Kamelus. Pasangan dengan sebutan Credo ini, kembali terpilih pada pilkada langsung 2010. Keduanya memimpin Manggarai hingga 2015.

Pada tahun 2003, terjadi pembentukan kabupaten baru yaitu kabupaten manggarai barat. Bupati sementara yang ditunjuk memimpin manggarai barat dari 2003-2005 adalah Fidelis Pranda. pada pilkada 2005, Fidelis Pranda berpasangan dengan agustinus ch dula(bupati sekarang) berhasil menjadi bupati dan wakil bupati hingga 2010. Pasangan ini pecah kongsi pada pilkada 2010. Agustinus CH Dula yang berpasangan dengan Maksimus Gasa berhasil memenangkan pertaruhan dalam satu putaran. Keduanya  pun memimpin Manggarai Barat hingga pada tahun 2015.

Tahun 2007, dibentuknya juga kabupaten Manggarai Timur pemekaran dari manggarai. Bupati sementara yang diangkat untuk menjadi pemimpin manggarai timur tahun 2007-2008 adalah Frans Padju Leok. pada tahun 2008, berlangsung pilkada pertama untuk manggarai timur dan berhasil dimenangkan oleh yosep tote yang berpasangan dengan andreas agas. Pada pilkada 2013, pasangan dengan sebutan YOGA ini kembalii terpilih untuk pimpin manggarai timur hingga pada tahun 2018. (Petrus D/PTD/Floresa.co

 

Referensi

www.floresa.co/2015/08/13/sejarah-kekuasaan-di-manggarai-raya-dari-perang-todo-vs-cibal-hingga-pilkada-langsung/

 

Bukan pacar aku tapi pacar kamu juga

Mungkin kamu ketawa baca judul artikel ini tapi ini memang sungguh nyata dalam kehidupan masyarakat di  kecamatan Bagian utara Manggarai Barat yang tak kunjung bahagia. kecamatan Macang Pacar adalah salah satu dari delapan kecamatan di kabupaten Manggarai Barat. Bukan pacar saya yang tersakiti, tetapi pacar anda  juga atau bisa jadi pacar kita yang kita pelihara selama hidup sebagai tanah kelahiran. Sampai sekarang ini pembangunan jalan di Kecamatan Macang Pacar, Kabupaten Manggarai Barat bisa dibilang paling buruk sekabupaten Manggari Barat. Karena kondisi jalan raya dari kota Labuan Bajo menuju wilayah kecamatan dan dari kecamatan menuju desa-desa di dalam wilayah Macang Pacar juga sangat parah.

terang

lokasi  di Terang, Boleng

Sebagai rakyat biasa, kami tidak tahu apakah yang ada dalam perencanaan pemerintah tentang pembangunan infrastruktur, sarana dan prasarana daerah yang tak kunjung diperbaiki. Padahal jika dibandingkan dengan kabupaten tetangga seperti Manggarai Tengah dan Manggrai Timur serta kabupaten lainnya di pulau Flores lebih maju pembangunan infrastrukturnya dibandingkan Manggarai Barat. Manggarai barat merupakan salah satu destinasi pariwisata populer di dunia, dan memiliki pendapatan jauh lebih besar jika dibandingkan dengan daerah-daerah lainnya. Tetapi mengapa hal tersebut masih saja bergantung tidak jelas begitu ?????

SANYO DIGITAL CAMERA

di kampung Pacar

Ini merupakan fakta yang sangat populer di Manggarai barat yang terus berlangsung dan tidak pernah ada respon dari pemerintah tentang hal ini. Bebarapa dampak negatif yang terjadi karena jalan rusak yang terdapat di kecamatan macang pacar seperti kecelakaan maut yang menewaskan nyawa orang, kurangnya motivasi masyarakat desa untuk menjual hasil pertanian ke kota Labuan Bajo, kurang minatnya masyarakat lokal untuk berkunjung ke kota Labuan Bajo, tingkat kesenjangan sosial meningkat,  rendahnya derajat pemerintah di mata masayarakat desa karena mereka merasa tidak diperhatikan sehingga masyarakat pedesaan.

longko

bisa dibilang extrem ya

Yang berikutnya lagi, bukan Cuma pembanguan jalan umum tetapi listrik. Listrik merupakan salah satu kebutuhan pokok yang bisa menunjang kebutuhan manusia sehari-hari. Bagaimana yang terjadi di Manggarai barat  beberapa kecamatan di Manggarai barat masih menggunakan janset pribadi atau jenset per wilayah yang dihasilkan oleh persatuan warga untuk memakai listrik selama 5 jam dimualai dari pukul 18.00 WITA Hingga 23.00.

pacar2

sayang banget kan

Sementara sisa dari waktu tersebut tidak menggunakan listrik sama sekali, sekoah-sekolah SD, SMP,Dan SMA pun tidak menggunakan listrik. Tak heran lagi jika lulusan dari desa-desa di kabupaten Manggarai Barat tidak bisa mengoperasikan komputer atu benda-benda elektronik lainnya.

pacar

taken by Rikus Nahor

Sementara di Kecamatan Macang Pacar memiliki potensi penghasilan yang baik seperti, kopi, cengkeh, buah-buahan, kelapa, cokelat, kemiri, sayur-sayuran serta hasil pertanian lainnya yang mungkin bisa dipasarkan di ibukota Labuan Bajo. dan juga memiliki hean ternak seperti ayam, Babi dan sebagainya.  Kemudahan untuk mencapai setiap daerah itu lebih menyenangkan tidak membutuh waktu yang lama. Jika dihitung, dalam kedaan jalan yang normal untuk mencapai wilayah Pacar ditempuh selam kurang lebih 3-4 jam tetapi karena jalannya rusak parah ditempuh dalam waktu 9-10 jam.

Oke kawan-kawan ini merupakan tangisan seorang mahasiswi berasal dari Kampung Pacar mengenang kecamatan kita yang tidak diperhatikan oleh pemerintah daerah. Kira-kira kapan kita bisa menikmati jalan yang bagus? Menikmati listrik 24 jam? Mendapatkan hidup yang sejahtera tentram dan damai. Kapan pemerintah memperhatikan kita?…. inikah contoh mereka terhadap kita sebagai generasi muda???

AKU CINTA FLORES

Pulau flores merupakan pulau yang difavoritkan oleh semua penjuru di bumi ini, karena keindahannya yang membuat para traveler   jatuh cinta padanya. Flores itu kaya akan kekayaan alam, budaya dan sebagainya. Dari ujung pulau flores kita mengenal Pemburuan paus di Lamalera, Taman laut di Maumere, Kelimutu di Ende, Semana Santa di Larantuka, 17 island di Riung, Bena village di Bena, Wae rebo di Manggarai dan Komodo di Ujung baratnya. Dan masih sangat banyak kekayaan alam lainnya maupun budaya serta kehidupan sosial masyarakat yang masih sangat menyatu dengan alam dan budayanya. Pulau flores telah menjadi icon NTT untuk pariwisatanya, jadi tidak ada ragunnya lagi bagi penerusnya untuk dikembangkan. Kalian bisa disaksikan di siniAE CECU

Bagi putra-putri Flores, apakah kita mencintai Flores atau Provinsi NTT? Tentunya iya dong!! Nah kalau kita sebagai pecinta Flores dan cikal bakal penerus Flores apa yang kita lakukan untuk memajukannya agar menjadi pulau yang jaya dan masyarakatnya sejahtera, yang artinya bebas dari kemiskinan, pengangguran, ekonomi kita yang lemah dan lain sebagainnya.

Kita bersekolah di tanah rantauan untuk mendapatkan wawasan yang luas baik dalam pengetahuan, pengalaman hidup dan kehidupan sosial msayrakat dan budaya di daerah lain. Tatapi apakah kita sadar akan kembali ke daerah masing-masing untuk membangun daerah sendiri untuk ke arah yang lebih baik. Walaupun kembali ke daerah masing-masing, kira-kira apa yang perlu kita lakukan untuk membangun daerah kita sendiri.

komodo dragon

Grand Komodo

Kita sebagai generasi muda harus bangkit dan melihat apa yang sedang terjadi di Daerah kita masing-masing, di sana masih banyak hal-hal yang membutuhkan kita untuk terlibat dalam pengembangan kelesatarian alam dan budaya kita. Kita menelusuri desa-desa dan wilayah-wilayah terpencil di Flores dan mengarahkan masyarakat yang pendidikannya rendah sehingga mereka sadar akan pentingnya melestarikan alam dan budaya kita demi anak cucu dan generasi baru nantinnya.

Bagaimana cara kita mencintai Flores, baik lingkungan sosial, budaya, alam dan

diving

Grand Komodo

kehidupan beragama? Banyak sekali hal-hal yang perlu kita lakukan, menjaga nama baik Flores dengan tidak membuat kekacauan di tanah rantauan, menjadi mahasiswa yang berpresatasi sehinggga menjadi penerang bagi Flores, menjaga kebersihan lingkunagan sekitar kita, menjadi contoh yang baik bagi masyarakat dengan mencintai lingkungan, mencintai budaya dan menghargai satu sama lain.

Terima kasih telah membaca   mini artikel ini, semoga bermanfaat!! Mohon maaf menyinggung perasaan pembaca.

AYOOO PUTRA-PUTRI FLORES, LESTARIKAN ALAM DAN BUDAYA KITA!!

Posted by Susana Andryani Diyaner

Pacar Village

Mengelola dan mengembangkan salah satu destinasi wisata di Desa Pacar, Labuan Bajo-NTT

Desa Pacar letaknya di bagian utara manggarai barat yang dapat ditempuh 3-4 jam dari Labuan Bajo Flores NTT.

jepret

SANYO DIGITAL CAMERAdi Pacar

Untuk mengelola dan mengembangkan destinasi yang belum terekspos tersebut diperlukan sebuah organisasi. Destinasi wisata tersebut dikelola dan dikembangkan oleh desa itu sendiri bersama dukungan pemerintah daerah.

Dalam mengelola dan mengembangkan destinasi wisata tersebut organisasi memerlukan menejemen untuk mengatur dan mengkoordinasi semua sumber daya melalui proses perencanaan, pengorganisasian, penetapan tenaga kerja, pengarahan dan pengawasan untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan terlebih dahulu.

Ada dua alasan diperlukan menejemen, untuk pencapaian tujuan dan untuk menjaga keseimbangan diantara tujuan tujuan yang saling bertentangan untuk mencapai efisiensi dan efektivitas kerja organisasi.

Apa Saja Unsur-Unsur Utama Menejemen Untuk Mengelola Dan Mengembangkan Destinasi Wisata Tersebut:

  • Sumber Daya Manusia
  • Aksesibilitas
  • Amenitas
  • Atraksi
  • Tehknologi
  • Promotion
  • Market
  1. Sumber Daya Manusia

Manusia yaitu orang yang menggerakan dan melakukan aktivitas-aktivitas untuk mencapai tujuan organisasi, termasuk juga mendayagunakan sumberdaya lainnya. Manusia merupakan penggerak utama untuk menjalankan fungsi-fungsi manajemen. Sumber daya manusia yaitu segenap potensi yang dimiliki oleh manusia. Potensi yang dimiliki setiap manusia berbeda satu sama lain, untuk itu dibutuhkan pengelolaan agar diperoleh tenaga kerja yang puas akan pekerjaannya dan dapat mencapai tujuan organisasi dengan efektif dan efisien.

Man merujuk pada sumber daya manusia yang dimiliki oleh organisasi. Dalam manajemen, faktor manusia adalah yang paling menentukan. Manusia yang membuat tujuan dan manusia pula yang melakukan proses untuk mencapai tujuan. Tanpa ada manusia tidak ada proses kerja, sebab pada dasarnya manusia adalah makhluk kerja. Oleh karena itu, manajemen timbul karena adanya orang-orang yang berkerja sama untuk mencapai tujuan.

Manusia atau yang sering disebut dengan sumber daya manusia, termasuk di dalamnya termasuk sumber daya otak (brain). Di dalam manajemen unsur manusia merupakan yang paling utama. Sebab semuanya berasal dari manusia. Manusia di dalam manajemen mencakup semua faktor yang mempengaruhi, mewarnai dan melingkupi. Unsur manusia meliputi beberapa hal yang harus diperhatikan meliputi:

  • Jumlah, harus sesuai dengan formasi dan kebutuhan
  • Persyaratan, seperti kemampuan, pendidikan, ketrampilan, pengalaman
  • Komposisi, misalnya unsur pimpinan, unsur pelaksana, teknis, unsur administrasi

 

 

Aktivitas kepariwisataan banyak tergantung pada transportasi dan komunikasi karena faktor jarak dan waktu yang sangat mempengaruhi keinginan seseorang untuk melakukan perjalanan wisata.

Unsur yang terpenting dalam aksesibilitas adalah transportasi maksudnya yaitu frekuensi penggunaannya, kecepatan yang dimilikinya dapat mengakibatkan jarak seolah-olah menjadi dekat. Selain transportasi yang berkaitan dengan aksesibilitas adalah prasarana meliputi jalan, jembatan terminal, stasiun dan bandara. Prasarana ini berfungsi untukmenghubungkan suatu tempat ke tempat yang lain. Keberadaan prasarana transportasi akan mempengaruhi laju tingkat transportasi itu sendiri. Kondisi prasarana yang baik akan membuat laju transportasi optimal. Jarak dan ketersediaan sarana dan prasarana transportasi ke destinasi wisata merupakan hal yang terpenting. Jenis, volume, tarif dan frekuensi moda angkutan ke dan dari daerah wisata akan terpengaruh kepada jumlah kedatangan wisatawan. Kenyamanan selama perjalanan menuju destinsi wisata dan kawasan harus diperhatikan. Untuk mencapai Desa pacar berikut akan dijelaskan:

Jawa ~ bali/ kupang ~ labuan bajo/ruteng ~ desa pacar.

Kita telah ketahui dari rote tersebut, nah sekarang kita juga harus tahu naik apa kesana?

Dari Jawa atau Bali Ke Labuan Bajo dapat menggunakan angkutan transportasi udara dan laut. Jika menggunakan pesawat dapat ditempuh dalam sehari, tetapai jika anda menggunakan transportasi laut membutuhkan waktu sekitar 3 hari. Dari Labuan Bajo Ke Desa Pacar ditempuh selama 3-4 jam menggunakan mobil atau motor.

  1. Amenitas

Fasilitas – fasilitas di destinasi wisata seperti: penginapan, restoran tradisional, souvenir shop, dan lain sebagainya. Fasilitas pariwisata merupakan hal-hal penunjang terciptannya kenyamanan mengunjungi suatu daerah tujuan wisata. Di desa pacar belum belum terdapat sama sekali terciptanya suatu daerah pariwisata sebab belum ada yang mengembangkannya. Oleh karena itu perlu dikelola dari awal.

 

  1. Atraksi

Daya tarik wisata:

  • Pacar pu’u

Pacar pu’u adalah sebuah kampung tradisional dimana terdapat peninggalan nenek moyang dahulu yaitu sebuah Compang atau altar dan rumah tradisional yang cantik.

Compang adalah susunan bebatuan yang berbentuk bundar terdapat di tengah kampung sebagai simbol persatuan dan kesatuan yang menurut kepercayaan kampung atau Beo terdapat naga beo yang menjaga kekerabatan dan kenyamanan warga kampung. Yang berfungsi sebagai tempat persembahan atau sesajian kepada leluhur dan TYME pada saat acara adat tertentu seperti PENTI ( syukuran atas hasil panen dan segala sesuatu yang diciptakan oleh TYME dan semua warisan nenek moyang).

Rumah tradisional ( Mbaru Tembong) adalah rumah adat yang berbentuk kerucut yang di puncak rumah terdapat tanduk kerbau. Yang melambangkan persatuan dan kemanusiaan terhadap sesama.

  • Atraksi budaya dan makanan khas Manggarai.

Atraksi budaya seperti : tarian tradisional, upacara Penti, upacar pernikahan dalam adat Manggarai.

Makanan khas manggarai seperti: sobol dari tepung singkong, lemet dari singkong, rebok dari tepung jagung, serabe dari tepung beras.

  • Gua Tinngil

Salah satu gua yang terletak 500 meter dari kampung pacar, gua bersejarah ini punya nilai unik yaitu sebagai tempat persembunyian warga masang pacar saat masa penjajahan dan peperangan antara warga masang pacar dengan warga todo.

Tempat wisata ini belum sama sekali dikenal oleh masyarakat luas yang menhetahui hanya masyarakat di manggarai barat. Untuk itu perlu dikembangkan.

Anda dapat menyaksikan pemandangan indah hutan yang luas dan pemandangan laut dari atas puncak bukit. Juga anda dapat meliahat beberapa peninggalan unik yaitu batu berbentuk meja dan ada juga batu berbentuk kursi duduk. Dan juga anda dapat menyaksikan monyek yang hidup di atas gua tersebut. Untuk saa ini belum bisa disisipkn degan gambar.

  • Wisata agro: coklat, kopi, cengkeh, dan sayuran.

Desa pacar adalah desa yang sangat subur, udara sejuk dan nyaman. Sangat cocok untuk dijadikan tempat berkebun.

  • Istana Macang Pacar.

Masang pacar adalah nama kecamatan dari desa pacar yang dimana pada masa penjajahan “MASANG PACAR” Masang artinya Pahlawan dan pacar adalah nama kampung. Sebenarnya nama asli dari Masang adalah Panjok. Salah satu target dari keturunan Masang adalah membuat istana dalam bentuk kuburan dari pahlawan tersebut sebagai penghormatan karena bagaimanapun juga dia adalah sebagai pahlawan orang yang menumpahkan darahnya demi kecamatan masang Pacar.

  1. Tehknologi atau mesin.

Tehknologi digunakan untuk memberi kemudahan atau menghasilkan keuntungan yang lebih besar serta menciptakan efesiensi kerja. Tehknologi modren digunakan untuk memberi kemudahan atau menghasilkan keuntungan yang lebih besar serta menciptakan efesiensi kerja . Digunakannya mesin-mesin dalam suatu pekerjaan adalah untuk menghemat tenaga dan fikiran manusia didalam melakukan tugas-tugasnya baik yang bersifat rutin maupun yang bersifat insedental, baik untuk pekerjaan-pekerjaan yang bersifat teknis industry (engineering) maupun yang bersifat teknis paperwork.[1]

 

 

  1. Promosi

Promosi adalah arus informasi atau persuasi satu arah yang dibuat untuk mengarahkan seseorang atau organisasi kepada tindakan yang menciptakan perkiraan dalam pemasaran.

Suatu kegaitan dalam kehidupan sehari-hari bahwa seberapa besar manfaat suatu produk bagi konsumen, tapi produk tersebut tidak akan dapat mencari sendiri pembelinnya. Oleh karenanya produsen dituntut tidak hanya menciptakan produk yang bermutu, menetapkan harga yang menarik tetapi harus juga mengusahakan agar produk yang dihasilkan dapat di pasarkan dengan mudah dan lancar serta menyebarluaskan informasi tentang produk wisata yang akan dibeli, dan dinikmati oleh konsumen.

  1. Pemasaran

Pemasaran dalam pariwisata berupa produk wisata dalam bentuk paket wisata yang di pasarkan baik melalui tehknologi ataupun manual. Contohnya dimuat dalam website atau dipasarkan melalui agen perjalanan. Agent juga harus menentukan harga suatu produk wisata.

 

Sanonggoang Lake

The Development of Sanonggoang Lake, West Manggarai, Flores

Outline:

  1. Geographical Location and Condition
  2. History of Sanonggoang Lake
  3. The Components of Tourism in Sanonggoang Lake
  4. How do the Local Government Improve The Component
  5. Conclusion
  6. Reference
  1. Geographical Location and Condition

Lake Sanonggoang is located in Wae Sano village, West Manggarai.It is 63 kilometres from Labuan Bajo. The borders of Sanonggoang District are Boleng District in the east, Komodo District in the west, and Lembar District in the south. The lake is located between Wae Sano village and Sano Nggoang village. The population in Sanonggoang is 13.819 with 7.122 males and 6.697 females.

With depths of up to 500meters, it is said to be among the world’s deepest crater lake.Sanonggoanglake is located 750meters above sea level, southeast of Mbeliling Forest. The lake and an overall surrounding area of 5.500 hectares are proposed to become a protected area due to the remaining forests and endemic bird species such as the native Flores crow and the Flores monarch.

The lake has an area of approximately 513 ha, 3 kilometers wide and depth of 500 meters up to. The lake’s sulfuric content is high.Sanonggoang is actually like the Dead Sea in Israel. In Dead Sea, there are no aquatic animals because it is 9.6 times as salty as the ocean. In Sanonggoang case, we can’t find them because the lake is full of sulfur.

The area of Sanonggoanglake can be explored by horseback riding or simply by walking.Sanonggoanglakeisstill in natural area and when viewed from above at a distance of 150 meters its beauty is twofold. The hot springs around Sanonggoang are up to 100 degrees Fahrenheit / 37 degrees Celsius with true natural value. Between Labuan Bajo and Werang – the major village of Sanonggoang district – the road is asphalt, but from Werang to Lake Sanonggoang theroad is made of stone.

  1. History of Sanonggoang Lake

There are many versions of folktale when it comes to Sanonggoang.

The first one was about how the lake was formed, which is passed down from mouth to mouth. A long time ago, before the lake was there, lived two men. One of them was blind while the other one was palsy. They lived isolated from the other villager. The blind man’s house was not so far from the palsy man’s house, so they can still hear each other’s voice from their house. They hardly have any visitors to their house. There was just a dog that went back and forth from one’s house to another. The dog was called Lawe. Lawe sometimes slept in the blind man’s house and the other time he slept in the palsy man’s house.

One day, the blind man was starving because he didn’t have fire to cook some food. The blind man then called his only friend for help. The palsy man thought a way to help his friend. Then he had an idea and give the instruction to the blind man. The palsy man then tied his hearth to Lawe’s tail and after that the blind man called Lawe as if he had food for Lawe. Lawe jumped right away from the palsy man’s house to the blind man’s house. That time, Lawe’s tail raised and the hearth hit Lawe’s body. He was really surprised and barked here and there. It was so funny that the palsy mand started to laugh followed by the blind man. Lawe wasn’t running to the blind man’s house but frantically ran helter-skelter, tried his best to let go of the hearth that was tied to his tail.

Not too long after that, suddenly a windstorm came and in a distance, they heard a voice calling for them. They were really scared. The voice was getting closer and closer. The two of them then saw a long haired old man with white beard and wooden stick walking towards them. The old man asked both of them whether they want to eat rice or porridge. The blind man answered that they want to eat porridge. The old man stomped his stick to the ground and the hot water came out five minutes later. The hot water came out more swiftly as the old man disappeared, leaving the blind man and the palsy man who were screaming for help. Bit by bit the water flooding up and then turned into a lake.

The second one was about the origins of its name. It is said that the Gelarang (local region head, a notch below the king) and his wife used to ride a really big dragon with fire on its head to help them make their way through the lake in the night while its tail released a deadly poison to anticipate enemy’s attack which may have been following them. When Gelarang and his wife arrived at the center of the lake, the fire from the dragon looked like a big torch, makes a really magnificent scenery which attracts a lot of people near the lake. That is why this lake is named Sanonggoang or fiery lake.

The poison form the tail killed every organism from animals to plants in Sanonggoang lake. That is the reason why up until now there are no single organism besides duck and crab.

Regardless from the folktales, this lake has its own scientific explanation which is inseparable from the geological process that still going on in Flores.

Flores was well-known for its volcanoes. Volcanic eruptions always occur from west Flores to east Flores. That is why various kind of “hano” or lake in local language was found.

Sanonggoang was formed after the eruption of Wai Sano mountain. Although no historic activity is known from Wai Sano, it is believed to have erupted in the past 10,000 years. This eruption formed a caldera which then filled with water.

  1. The Components of Tourism in Sanonggoang Lake

The components of tourism are important to support any destination. There are four basic components are needed for developing Sanonggoang Lake, consist of :

  1. Accessibility
  • By Ship

The majority of them heading to Komodo island with a stopover first at Labuan Bajo via Ferry from the port of Sape on Sumbawa island. To go to Labuan Bajo by road and is indeed the cheapest way for travelers, they should head for the port in Bima and then take the ship to Labuan Bajo. To go to Bima, there are also buses from Java, Bali, and Lombok.

  • By Plane

Labuan Bajo airport is located near the center of the city. The airport is named Komodo Airport and most of the routes served are Denpasar-Labuan Bajo. In addition there are also a routes of flight Kupang-Makassar-Labuan Bajo, and Ende-Labuan Bajo. If the prospective tourists coming from a city that has not had a direct flight to Labuan Bajo then it is advisable to switch planes in Denpasar (Bali). There are a number of airline flights to and from Labuan Bajo, such as Garuda Indonesia, Lion Air, Wings Air, Merpati Nusantara Airlines, Pelita Air Service, and Sky Aviation.

After we arrived at Labuan Bajo, follow the main road from there to Ruteng. At the crossroads after approximately 35km, turn right in the direction of Werang. The distance from the intersection to Werang is approximately 10.5km, and it is a further 16.5km from Werang to the actual lakeside. This last section takes approximately 1 1/2 – 2 hours by motorbike, and 3 1/2 – 4 hours by foot. Please note that the road condition is poor, starting from the intersection on the main road. It may be difficult or even impossible to pass this part of the road during the rainy season. If you are traveling by local transport, it is recommended that you take an ojeg in Werang for the remaining distance to the lake.

  1. Accommodation

There are many hotels in Labuan Bajo can be an option to stay such as: Jayakarta Hotel, Bintang Flores Hotel, La Prima Hotel, and etc. And there are also fourteen families have recently joined the homestay network. All houses provide mattresses, clean linens, mosquito nets, clean drinking water, and others depending on the homestay. But two houses provide private guest rooms. Those that do not yet have private room provided a curtain for privacy. The share bath room facilities are located behind the houses and feature traditional squatter toilets and bucket showers. Availability of electricity varies from homestay to homestay, as some own generators, while others still rely on rechargeable lamps for light in the evening.

  1. Attraction
  • Volcanic Lake

The lake has an area of approximately 513 há, 2.5 and 3 kilometres wide, and a depth of ±600m. The lake has sulphuric content high enough for activites related to skin health, revitalisation and can be circled by horse back. Lake Sanonggoang is in a still natural area and when viewed from above at a distance of 150 metres its beauty is two-fold.

  • Hot Springs and Sulfur

Around Lake Sanonggoangare hot springs up to 100 degrees Farenheit / 37 degrees Celsius with true natural value. The real attraction here is the water being hot enough to cook eggs and bananas in just 3 minutes. Visitors can also experience a Natural SpaLake, forest, and village Sanonggoang in a small pool near the lakes’ edge.

  • Flores Endemic Birds

Bird species found in the region of Lake Sanonggoang include: Teals (Anassuperciliosa, Anasgibberifrons); endemic Flores crow species (Corvusflorensis); Swamp species (Tesiaeveretti, Rhipiduradiluta, Caridonaxfulgidus). Lake Sanonggoang is well-known as a bird watching location with a high population of birds in the region.

  • Natural Medicine

In Sesok Forest natural medicine is often used by the local community for fever, flu, malaria, pregnancy and cancer. These medicines can be seen while trekking.

  • Ecotourism Savanna Peak

Trekking to Savanna Peak is short but steep. From the peak of Mbeliling mountain,Golodewa, the lake, Mbeliling Forest, and a number of small islands can be seen. It is also possible to enjoy traditional coffee and local food at the peak.

  • Religious Tourism

There is a picturesque, old wooden church at Lake Sanonggoang and parish houses. The church has never been renovated and is maintained in its original condition.

  • Agricultural insights:

Traditional cultivation and irrigation systems

Care and propagation of domesticated animals

Cultivation of cash crops in combination with local crops

  • Culture:

Local handicrafts

Village traditions, dances, and local traditional ceremonies

  1. Amenity

Tourism amenities at Sanonggoang Lake are relatively limited as development of infrastructure will require an environmental impact assessment to ensure the environment is not damaged in the development process. Facilities in existence are:

  • Horses to explore the area of Sanonggoang Lake
  • Local guide
  • Public toilet
  1. How Do The Local Government Handle Sanonggoang Lake

. West Manggarai government said that to develop the attractiveness of Sanonggoang Lake requires community participation from villagers ofWae Sano. The Government has developedWae Sano village into a tourism village, although there are still many improvements to be made but at this point the tourism sector inSanonggoang Lake considers as a big help to the economy section in Wae Sano village. Also, in 2012, the government had targeted the improvement of rural roads from Werang to Sano Lake and manufacture guardrail on the south side of the lake and it was stated these improvements would also be finished that year. But, in fact it is just a target because there is no realitation of the target till now. In the Medium Term Development Plan document 2011-2015 West Manggarai stated that the tourism sector is a top priority but it is not a priority in budget allocations. And because of that statement, the lane road to Sano Nggoang Lakeis in poor condition right now. A number of points on the roads in the region suffered damage severe enough to impede the flow of transport from and to the region. The road construction is the responsibility of the Department of Public Works, and until now there is no budget allocated for the construction of roads leading to Sanonggoang Lake. So, the road condition is still bad until now.

CONCLUSION

Lake Sanonggoang is located in Wae Sano village, West Manggarai.It is 63 kilometres from Labuan Bajo.With depths of up to 500meters, it is said to be among the world’s deepest crater lake.

There are many versions of folktale when it comes to Sanonggoang.The first one is about two men and a dog. It explains how the lake is made. The second one is about a dragon with fire on its head and it explains why the lake is called Sanonggoang. Scientifically, the lake was formed after the eruption of Wai Sano mountain. Although no historic activity is known from Wai Sano, it is believed to have erupted in the past 10,000 years.

There are many ways to get to Labuan Bajo. The first one is by ship from a port in Bhima or Denpasar. Tourists can also go there by plane. The routes are Denpasar-Labuan Bajo, Kupang-Makassar-Labuan Bajo, and Ende-Labuan Bajo. From Labuan Bajo to Werang, tourists can go by bus, car, or motorcycle (ojeg). From Werang, it is recommended to take ojeg for the remaining distance to the lake.

The attractions in Sanonggoang are the volcanic lake itself, hot springs, bird watching, trekking, hiking, horseback riding, religious tourism, the culture and agricultural insight. The facilities are home stays, bird watching equipment, and information boards.

West Manggarai government said that to develop the attractiveness of Lake Sano Sanonggoang requires community participation from villagers ofWae Sano.Also, in 2012, the government had targeted the improvement of rural roads from Werang to Sano Lake and manufacture guardrail on the south side of the lake. The government hopes that these improvements will be able to attract more tourist to visit Sano Lake.

References

http://www.floresexotictours.com/social/community-based-eco-tourism

http://www.florestourism.com/where-to-go/sano-nggoang-crater-lake

http://travel.kompas.com/read/2012/04/28/03203235/Manggarai.Barat.Gencar.Promosi.Obyek.Wisata

http://hendrikushaluan.blogspot.com/2013/06/sejarah-danau-sano-nggoang.html

http://hendrikushaluan.blogspot.com/2013/06/sejarah-nama-danau-sano-nggoang.html

POSTING BY. SUSANA ANDRYANI DIYANER