Belajar tentang Manajemen Proyek

Hai Readers  kesayangan gue J yang tentunya selalu sehat wal’afiat ya. hehhe

20160927_124325
Karimunjawa

Kali ini  gue mau berbagi sedikit pengetahuan tentang Manajemen Proyek yang baru aja didapetkan pada semester baru (Semester  5) di kampus tercinta Sekolah Tinggi Pariwisata Bandung.

Oh iya, kan gue Pariwisata nih, kok belajar manajemen proyek sih, emang  jurusannya manajemen pembangunan, arsitektur, sipil.  Dengar kata Proyek aja, dalam benak gue udah kebayangnya gini, kalau bukan proyek perumahan, Rumah sakit, gedung, jalan raya pokoknya yang berwujud fisik gitu. Ternyata guys, penting juga bagi anak Pariwisata belajar Manajemen Proyek, karena bakal ada proyek-proyek yang dilakukan pariwisata baik berupa fisik maupun nonfisik. eh kak, nonfisik yang kaya gimana tuh?

Jadi kalau dalam bidang Pariwisata yang biasa melaksanakan program/proyek pariwisata adalah pihak pemerintah, Industri (swasta) dan masyarakat. Jadi proyek nonfisik itu, biasanya sering dilakukan oleh pemerintah dan atau jasa konsultan pariwisata contohnya proyek pembuatan Rencana Induk Pembangunan Pariwisata Nasional( RIPPARNAS) , Rencana Induk Pembanguann Pariwisata Provinsi ( RIPPARPROV ), Rencana Induk Pembanguan Pariwisata Daerah (RIPPARDA) dilanjutkan kearah Masterplan, Business Plan.

Kak, kembali lagi ke Laptop nih, Sebenarnya Manejemen Proyek itu apa?

Menurut “Soeharto (2001)” manajemen proyek adalah merencanakan, mengorganisir, memimpin, dan mengendalikan sumber daya perusahaan untuk mencapai sasaran jangka pendek yang telah ditentukan. Konsep manajemen proyek mengandung hal-hal pokok sebagai berikut:

1.Menggunakan manajemen berdasarkan fungsinya

2.Kegiatan yang dikelola berjangka pendek, dengan sasaran yang telah digariskan secara spesifik terutama aspek perencanaan dan pengendalian.

3.Memakai pendekatan sistem

4.Mempunyai hierarki (arus kegiatan) horizontal di samping hierarki vertikal.

Sumber: http://id.portalgaruda.org/?ref=browse&mod=viewarticle&article=120000

kak, kan tadi dijelasin tuh, ada proyek yang dilakukan oleh pemerintah dan proyek Industri (swasta), itu bedanya apa ya?

  • Proyek pemerintah

Suatu kegiatan yang dilakukan dengan tujuan untuk mewujudkan sasaran program sebagai bagian dari usaha merealisasikan  tujuan umum yang telah dirancang, kegiatan mana dijalankan dengan memanfaatkan sumber daya ekonomi dengan kombinasi yang memenuhi norma kapasitas ekonomis yang optimal.

Proyek pemerintah sangat dipengaruhi oleh ketersediaan sumber daya keuangan, proses perizinan yang lumayan ribet karena berhubungan dengan birokrasi pemerintahan, pembangunan dengan dana sedikit tetapi berkualitas.

Proyek pemerintahan juga bersifat kompleks, kelayakannya dilihat dari aspek sosial, ekonomi, politik dan budaya, dananya diambil dari APBN.

  • Proyek Swasta

Memanfaatkan pengeluaran kas saat ini guna menghasilkan pengeluaran yang mampu memberikan manfaat akan datang yang lebih besar dan pada gilirannya perusahaan yang bersangkutan dapat memperluas skal usaha dan meningkatkan derajat maupun labanya. Kalau proyek swasta berkarakteristik: mengikuti trend, anggaranya lebih besar, kualitas pengembangannya tinggi, dinamis, perizinannya snagat mudah.

Proyek teridiri dari beberapa jenis diantaranya Proyek penelitian dan pengembangan, proyek manajemen pelayanan, proyek pembangunan fisik, dan proyek pembangunan nonfisik.  Dalam memulai pembangunan/proyek ada beberapa hal yang perlu dipersiapkan:

  • Sumber daya manusia yang berkompeten dalam bidangnya
  • Keterampilan, bakat dan usaha
  • Fasilitas, alat dan perlengkapan
  • Modal
  • Informasi dan pengetahuan.

Berikut adalah bidang-bidang utama manajemen proyek:

  • Memahami sifat suatu proyek
  • Peranan manajer proyek
  • Menetapkan suatu proyek
  • Merencanakan suatu proyek
  • Mengontrol suatu proyek
  • Menggunakan alat otomatis (teknologi) seperti GPS dalam pengukuran peta jaman sekrang
  • Kualitas pribadi manajer proyek (bertanggung jawab, cerdas, disiplin, ulet, profesional dan tekun dalam bidangnya)
  • Menyelesaikan suatu proyek dengan sukses.

Pada intinya kenapa gue harus banget pelajari mata kuliah ini karena, suatu saat nanti Puji Tuhan gue pengen menerima proyek yang berkaitan dengan pembangunan Pariwisata Daerah gue sendiri yaitu Pulau Flores. semoga terkabulakan ya Tuhan, Amin. Tentunya gue harus paham proyek pasiwisata seperti apa? cara mengatur dan mengelolanya seperti apa? cara pengembanganya seperti apa?.

Okay guys terima kasih ya karena sudah meluangkan sedikit waktunya untuk membaca, dimohon kritik dan sarannya dan khusunya jika pembaca memiliki pengetahuan lebih tentang Manajemen Proyek gue sangat terbuka untuk menerima masukan dan pembelajaran.

  informasi didapatkan dari dosen pengampung mata kuliah dan pembelajaran pribadi

Bye bye

Arigatou gozaimasu

Written by Susana Andryani Diyaner

 

Iklan

Pulau Gosong bikin gue gosong :)

The Expression

Karimun Jawa, Central Java Indonesia

kami-semua Di depan pintu masuk  Pelabuhan Karimun Jawa

Tahu gak Karimunjawa itu di mana? Yahh mungkin sebagian dari anda belum tahu di mana lokasi Karimunjawa tapi juga ada sebagian dari anda yang mengetahuinya dan bahkan udah pernah kesana. Dari pada lama-lama aku langsung aja ingin menceritakan perjalanan saya selama kurang lebih 5 hari 4 malam include nginap di Bis hahahah

Hari pertama, Kali ini gak perlu repot-repot  dan huru hara bangun pagi jam 04.00 WIB seperti fieldtrip sebelumnya untuk memulai perjalanan, karena  fieldtrip kali ini kami berangkat pada pukul 16.00 dari kampus tercinta STP Bandung.  ini adalah pengalaman pertama menghabiskan waktu sepanjang malam di Bis. Perjalanan dari Bandung menuju pelabuhan Kartini, Kabupaten Jepara, Jawa Tengah ditempuh selama 12 jam melalui Tol Cipali. Sebelumnya kita mau lewat Sumedang tetapi karena ada beberapa pertimbangan akhirnya kami lewat tol Cipali.

sunset-tg Perjalanan dari Pantai Tanjung Gelam ke Pelabuhan Karimun

Hari…

Lihat pos aslinya 871 kata lagi

Pulau Gosong bikin gue gosong :)

Karimun Jawa, Central Java Indonesia

kami-semua
Di depan pintu masuk  Pelabuhan Karimun Jawa

Tahu gak Karimunjawa itu di mana? Yahh mungkin sebagian dari lho belum tahu di mana lokasi Karimunjawa tapi juga ada sebagian dari lho yang mengetahuinya dan bahkan udah pernah kesana. Dari pada lama-lama gue langsung aja ingin menceritakan perjalanan  selama kurang lebih 5 hari 4 malam include nginap di Bis hahahah

Hari pertama, Kali ini gak perlu repot-repot  dan huru hara bangun pagi jam 04.00 WIB seperti fieldtrip sebelumnya untuk memulai perjalanan, karena  fieldtrip kali ini berangkat pada pukul 16.00 dari kampus tercinta STP Bandung.  ini adalah pengalaman pertama menghabiskan waktu sepanjang malam di Bis. Perjalanan dari Bandung menuju pelabuhan Kartini, Kabupaten Jepara, Jawa Tengah ditempuh selama 12 jam melalui Tol Cipali. Sebelumnya kita mau lewat Sumedang tetapi karena ada beberapa pertimbangan akhirnya kami lewat tol Cipali.

sunset-tg
Perjalanan dari Pantai Tanjung Gelam ke Pelabuhan Karimun

Hari kedua, Pada pukul 05.00 WIB tiba di Pelabuhan Kartini Jepara merasakan angin pantai sudah mulai merasuki pikiranku sambil membayangkan seandainya ini adalah pelabuhan Labuan Bajo, Flores(pengen pulang kampung). Gausah mikirin itu dehh nanti baper soalnya Labuan Bajo juga Indah banget tak kalah dengan destinasi yang akan kita tuju yaitu Karimun jawa. Oke, disini tempat nongkrong nangkring ga jelas tapi  sambil melihat fasilitas pariwisata yang disediakan di tempat ini dan juga fasilitas umum yang mendukung kegiatan pariwisata. menunggu jadwal keberangkatan kapal dimulai pukul  09.00 (kapal express/kapal cepat) yang bisa menempuh Karimunjawa selama 2 jam.

Karimun jawa merupakan salah satu tempat di mana memiliki kekayaan alam bawah laut terbaik di dunia. Terus gue liat di youtube yang menayangkan perjalanan wisata para traveller yang memikat hati. Tapi  ternyata bukan Cuma sampe rasa iri, buktinya sekarang gue menuju ke Karimun jawa. Yeaaaa

hiu
penangkaran Hiu di Pulau Menjangan Besar

Welcome To Karimun jawa (tertulis di Pelabuhan Karimunjawa), baru nyampe di pelabuhan gue  udah disambut oleh ikan-ikan yang lucu dan terumbu karang di bawah dermaga gimana gak seneng yahh apalagi di luar sana pasti lebih banyak lagi.

Usai makan siang, grup MDP STPB  (field trip  mahasiswa MDP STPB) menuju Pelabuhan Karimun jawa  untuk berlayar ke pulau gosong (pulau tak berpenghuni) Cemara dan Pantai Tanjung Gelam. Pulau Cemara cuman 30 menit dari Pelabuhan Karimun Jawa. Di sini cocok banget buat snorkeling, swimming dan diving. kalau mau snorkeling or diving inget yah jangan sampai ngerusak terumbu karang karena lo tau ga, untuk menumbuhkan kembali karang yang lho rusakin itu butuh waktu selama 15 tahun untuk tumbuh kembali. Tapi sumpah keren bangett!!! Selanjutnya kami menuju pantai Tanjung Gelam sekitar 15 menitan dari pulau Gosong Cemara, pantai ini memiliki pasir  halus dan berwarna putih dilatar belakangi pohon kelapa, Ketapang serta ada perbukitan dan berbatuan. Di sini cocok banget untuk berenang karena gelombangnya sangat kecil dan favorit sekali buat anak-anak. Setelah berenang lho  bisa berleha-leha, berjemuran sambil menikmati sunset orange/jingga yang sangat romantis. Aduhhh rasanya pengen tinggal di sini terus, udah gitu pantainya bersih pula.

tengah.jpg
pulau Gosong

Hari ketiga, yay kami akan mengunjungi pulau kecil yang katanya pulau paling kecil diantara pulau lainnya di Karimun jawa  dan akan mengunjungi Pulau Menjangan besar untuk melihat tempat penangkaran Hiu jaraknya kurang lebih 10-15 menit dari pelabuhan Karimun jawa, sementara Pulau kecil ditempuh 55 menit dari pelabuhan Karimun jawa. Eh iya pulau kecil ini sebenarnya dikenal sebagai pulau cilik yang m6emiliki luas sebesar 2 ha. Setibanya di Pulau Cilik dan mungil ini kami diminta para crew kapal untuk mengambil peralatan snorkeling untuk menyaksikan atraksi alam bawah laut yang sangat indah, sumpah ini keren banget, berenang bareng ikan-ikan cantik ditemani terumbu karang yang berwarna warni. Kalo kamu mau dikelilingi oleh kerumunan ikan-ikan sebaiknya bawa roti atau makanan  untuk kamu mancing ikan-ikan tersebut. Dan selanjutnya kami makan siang disini  dan menyusuri keseluruhan Pulau ini dengan berjalan kaki di pinggir pulau yang berpasir putih nan halus sambil menikmati pemandangan laut yang jernih dan berfoto-foto. J J   disini juga terdapat beberapa fasilitas diantaranya warung, tempat, ada resort/penginapan dan tempat duduk untuk bersantai. kalian juga bisa membayar tempat ini untuk berkemah cuman rp. 25.000 per orang.

cilik.jpg
pulau Cilik

Okayy, selanjutnya kami menuju pulau Menjangan Besar pulau menjangan besar, sebelum menuju kesana kami mampir ke Pulau Gosong yang berada di tengah lautan jadi rasanya tuh kalau berdiri di atas pasir pulau gosong ini  seperti berada di atas permukaan air laut. Atraksinya berfoto-foto, itu aja sih menurut aku mah. Next, penangkaran hiu pulau menjangan besar. Yang tidak bisa berenang atau menyelam tapi pengen liat ikan Hiu secara langsung di sini kalian bisa melihat hiu secara langsung bahkan berenang dengan hiu dan memberi makan hiu. Yah walaupun tak seindah yang kalian liat didasar laut dengan hiasan terumbu karang tapi lumayan bisa ,mengobati rasa keingintahuan.  Tempat ini dikelola secara pribadi oleh investor dari Semarang dengan nama perusahaannya yaitu Hiu Kencana. Di sini juga terdapat fasilitas seperrti banan boat, tersedia paket tour, art shop dan 12 kamar homestay.

Hari keempat, kami mengakhiri kegiatan studi lapang dan kembali ke Bandung pada pukul 10.00 menuju pelabuhan Karimun jawa. Sebelum kembali ke Pelabuhan untuk mengisi waktu hari kami  dituntut untuk mendapatkan informasi dari dinas pariwisata setempat tentang kebijakan pariwisata yang diterapkan di wilayah Karimun Jawa. So, kami harus mencari data ke kantor inas pariwisata, sampai di kantornya ternyata kepala dinasnya belum masuk  kantor. Jadi kami gak dapat data yang sesuai dengan yang kami inginkan.  Okeeyy selanjutnya kami berkumpul kembali di homestay untuk  menuju Pelabuhan Karimun jawa dan menanti keberangkatan ke Pelabuhan Kartini Jepara.  Bye,,  semoga bisa kembali kesini lagii karena masih terdapat 23 pulau yang belum di kunjungi di Kepulauan Karimun Jawa… Aminnn

writen by Susana Andryani Diyaner

Ujung Kulon or UK

      Fieldtrip yang keempat mahasiswi program studi menejemen Destinasi Pariwisata,  jurusan kepariwisataan Sekolah tinggi pariwisata Bandung adalah mengamati Kampung wisata Paniis yang terletak di  Desa Taman Jaya yang terletak di Kecamatan Sumur, Kabupaten Pandeglang. Secara geografis, desa ini merupakan daerah kecil yang terletak di ujung pulau Jawa dan berbatasan langsung dengan Taman Nasional Ujung Kulon. untuk mencapai kampung wisata tersebut kami menempuh kurang lebih 13 jam. Perjalanan yang jauh bukanlah hal yang menjadi halangan buat kami untuk tetap bersemangat tetapi justru ini merupakan pengalaman yang berharga buat kami dimana perjuangan cita-cita kami yang penuh dengan rintangan  dan juga kegiatan ini baru semester 2 sementara masih sangat banyak kegiatan yang lebih berat lagi di semseter yang akan datang. jadi cukup dinikmati saja, toh ini juga bagian dari kehidupan. eheheh okelah hari pertama kita disambut dengan suasana perkampungan yang nyaman, kicauan burung-burung dan hewan malam, fieldtrip kali ini kami menginap di perumahan warga(homestay).

fotonya abang paniis_898

Pulau Mungil alias Pulau Badul

          hari kedua, melakukan pengamatan di Pulau Badul dan wisata edukasi yaitu menanam terumbu karang. untuk menanam terumbu karang  bukan asal menanam tetapi berdasarkan  petunjuk  yang diberitahukan oleh local guide  di sana.  selain menanam terumbu karang kami juga melakukan snorkeling di area sekitar pulau Badul sambil menunggu air laut tenang untuk menanam terumbu karang.  Pulau Badul ini merupakan sebuah pulau yang luasnya sangat kecil terletak di tengah lautan, memiliki pantai yang indah dengan pasir pantai berwarna putih dan halus. pantai ini sangat cocok untuk melakukan berenang, snorkeling karena kondisi air laut yang nyaman.

selesai menanam terumbu karang kami kembali ke kampung paniis untuk mengamati kehidupan masyarakat lokal kampung paniis. mulai dari budayanya, kebiasaan sehari-harinya dan sebagainya  yang berkaitan dengan kehidupan mereka.

DCIM100MEDIA

Paniis Waterfal

hari ketiga kami mengunjungi salah satu air terjun yang cukup menantang dengan waktu tempuh 2 jam untuk mencapai air terjun yang dikatakan sebagi level tiga dari lima level. hari ini mengingatkan saya akan kampung saya yang berada di Pulau Flores Manggarai, karena  sebelum memasuki hutan  kami melewati pesawahan dan wilayah pertanian warga kampung Paniis beserta aktivitas pertanian seperti menanam padi dan membajak sawah.  perjalanan yang melelahkan tetapi terbayar oleh air terjun yang indah di tengah hutan rima.

Kelompok saya mengamati tentaJpegng obat-obatan tradisional yang masih melekat dalam kehidupan warga kampung Paniis.  berikut adalah jenis pengobatan dan obatan tradisionalnya:

  •  Daun sariawan.

Daun sariawan (symplocos odoratissima choisy), tanaman ini hidup liar di ladang-ladang ataupun sengaja ditanam. Tanaman dini tumbuh dengan batang yang besar dan tinggi. tinggi pohonnya sekitar 25 m dan daunnya berbentuk taji atau jorong. Tumbuhan ini mengandung zat samak dan garam-garam aluminium.kegunaanya adalah menyembuhkan disentri, demam, sariawan, gusi berdarah nyeri perut dan pedih.

  • Daun Nangka

Daun Nangka memiliki manfaat bagi kesehatan manusia baik untuk penyembuh penyakit maupun untuk kecantikan sebagai obat tradisional yang digunakan oleh masayarakat lokal kampung Paniis.  Dengan merebus daun nangka dengan air yang secukupnya dapat menyembuhkan penyakit Diabetes, tipes dan atau ditumbuh untuk di masker kecantikan khususnya berasal dari daun nangka yang tidak terlalu muda dan juga tak terlalu tua.

  • Getah daun Kak Tus

Getah daun kak tus dapat mengobati rasa sakit pada gigi berlubang atau tak berlubang, dengan menetes getah pada sedikit kapas dan menaruhnya pada lubang gigi yang sakit.

  • Jahe dan kunyit

Jahe untuk pengobatan  batuk dengan memakan sedikit jahe dalam berapa kali sehari dapat mengurangi sakit batuk sedangkan kunyit untuk menyembuhkan luka.

  • Jamu Batu

Daun jamu batu merupakan salah satu obat tradisional  yang dapat menyembuhkan sakit Mencret atau sakit perut, direbus dengan air secukupnya lalu diminum.

  • Daun Singugu, Cembung, Akar pepaya Ganul merupakan beberapa daun yang dapat digunakan sebagai obat pelancar peredaran darah bagi ibu yang baru melahirkan. Ini merupakan kebiasaan yang digunakan oleh masayarakat lokal untuk membantu para wanita yang baru melahirkan.
  • Bunga dan daun pepaya

Dapat digunakan untuk menyembuh atau menangkal penyakit malaria dengan merebus pucuk daun pepaya dan bunga pepaya lalu dimakan atau airnya diminum. Pada musim menjelang malaria bisa dikonsumsi agar tidak terkena penyakit malaria.

  • Jeruk nipis dan urine

Dapat mengtasi racun ubur-ubur, jika terkena ubur-ubur beracun dapat menggunakan jeruk nipis dengan mengambil air jeruk nipis lalu diminum atau dapat minum urine(berdasarkan pengalaman salah seorang guide dan msayarakat).

  •  Bawang merah

Bawang merah berkasiat bagi tubuh yang terkena racun ikan semadar duri, dengan membakar bawang merah lalu bijinya ditempel kurang lebih selama 15 menit, jika telah dingin lalu segera diganti.

  • Cacing tanah

Cacing tanah merupakan salah satu obat ampuh bagi penyakit tipes, menurut informasi yang didapatkan penyakit yang sering dialami oleh penduduk kampung apaniis adalah tipes.  Dan satu-satunya obat untuk menyembuhkan penyakit tersebut adalah Cacing Tanah. Cara pengolahannya dengan bersihkan cacing-cacing lalu direbus dengan air 3-4 gelas hingga mendidih lalu airnya disaring dan diminum.

  • Paraji

Masih dipercaya oleh penduduk lokal dengan bantuan bidan di sekitar kampung untuk membantu proses persalinan. Apa lagi di saat situasi mendadak  sangat sulit dan jauh untuk diantar ke Puskesmas dengan kondisi jalan yang rusak juga akan mempengaruhi kesehatan ibu/wanita yang akan melahirkan. Mereka sangat mengharapkan untuk dibangun puskesmas dekat kampung Paniis agar mereka tidak sulit lagi untuk menangani berbagai penyakit sendiri saja menggunakan obat tradisional karena bagaimana pun juga kebutuhan akan ahli medis itu sangat penting.

okelah,, alhasil pada hari keempat kami kembali ke Bandung dan melanjutkan studi seperti biasa dan menyusun laporan fieldtrip..  dan semuanya berjalan dengan lancar

Gathering tourism’16

1456643205224
GTKEP16

Aihh,, lama tak menulis blog pada hal sudah serangkaian aktivitas telah dinikmati. Kali ini aku ingin menceritakan kembali sebuah kegiatan yang bisa dibilanh tradisi di kampusku khususnya di jususan kepariwisataan. Setiap tahunnya di jurusan kepariwisataan sekolah tinggi pariwisata Bandung mengadakan sebuah acara dengan judul Gathering Tourism dengan tema Kebersamaan. Ini merupakan suatu kegiatan yang menarik bagi kita bukan acaranya yang membuat kita bersatu dengan yang lain tetapi prosesnya yang mempertemukan kita untuk mempersiapkan berbagai kegiatan yang akan diselenggarakan. Oh iya sebelumnya aku ngasih tahu dulu, acara ini dilaksanakan pada tanggal 27-28 februari, kegiatan ini dilaksanakan di sebuah villa di Lembang dengan suasana villa view perkebunan sayur dan pedesaan.

 

1456746729610
MDP’girls-14’15

Memang asik yahhh jai anak Pariwisata seru-seru dah, kita dibagi dalam beberapa kelompok sesuai dengan warna dan aku termasuk dalam kelompok PINK kita teridri dari 9 peserta termasuk mentor kita. Sebelum mencapai villa kita mengikuti “Tourism Journey”. Tourism journey ini kita berjalan kaki atau bisa naik angkot untuk mengunjungi beberapa obyek wisata di Bandung. pertama kita mengunjungi museum di UPI sebagai pos 1 dengan tujuan untuk mencari mentor kita dengan syarat membalikkkan Takji(lipatan koran). Stelah dari UPI(universitas pendidikan indonesia) kita mngunjungi obyek wisata yang kedua yaitu Taman Firdaus selanjutnya kita ke Bosscha Observation, Lembang. Sampai pda kahirnya kita istirahat siang di Alun-alun Lembang untuk makan siang.

1456666524422
PINK CLUB tourism journey

Pada jam 3 sore kita beragkat dari alun-alun lembang melanjiutkan tourism journey ke Villa menggunakan dumtruk, sebenarnya kita tidak diperbolehkan untuk naik transpotasi apapun selain Delman.   Karena menuju villa harus mnggunakan delman dn delman tidak ada lagi di sekitar itu, akhirnya dua tim yaitu PINK dan BIRU TUA menaiki sebuah truk. Ternyata guys karena kita salah menaiki moda transportasi akhirnya kita di diskualifikasi oleh pembina walaupun yang sebenarnya kita pemenang kedua dari 10 group. Hahahahahah emang yahh setiap kali ada perbuatan yang salah atau melanggar aturan pasti akan ada sanksi. Lain kali jangan gituu yahhh! Ketika kita tiba di Villa kita mengikuti berbagai permainan yang disiapkan oleh panitia dan itu telah berhasil menghapus rasa lelah kami selama perjalanan.1456666153506

Malamnya kita masuk pada puncaknya acara yang dihadiri oleh ketua jurusan KEP, beberapa dosen KEP juga serta alumni-alumni KEP yang memeriahkan acara ini. Wahhh pokoknya seruu bangett malam ini, para cantik-cantik dan ganteng-ganteng dari angkatan 2015 menampilkan berbagai pertunjukan yang telah disiapkan 2 minggu sebelumnya. Intinya acara ini merupakan salah satu cara untuk menyatukan keluarga kepariwisataan dengan mempertemukan mahasiswa dari semester awal sampai alumni-alumni serta para dosen juga.

Okheeyy ceritanya sampai di sini, terima kasih telah meluangkan kesempatan buat baca blog aku. Semoga menyenangkan,!!!!

Bye bye

Written by Susana Andryani Diyaner

 

 

Akhirnya Bertemu Pantai

 

IMG_20160308_162959
Batu Hiu beach, Pangandaran west Java

Pangandaran adalah salah satu destinasi  wisata di Indonesia yang terletak di kabupaten Pangandaran, provinsi Jawa Barat, Indonesia. ini merupakan salah satu daerah tujuan wisata yang sangat populer di pulau Jawa…merasa bahagia akhirnya bertemu juga dengan pantai selama sembilan Bulan di kota Bandung. Tapi di sini bukan cuma Pantai aja guys, Pangandaran juga menyediakan atraksi yang  menarik lainnya seperti sungai, air terjun  yang menyukai wisata petualangan  di sini bakal nemu sensasinya..Selain  wisata tirta di  Pangandaran juga terdapat taman cagar alam dan taman margasatwa yang di hiasi berbagai jenis hewan dan tumbuh-tumbuhan dan salah satunya adalah bunga Raflesia, di dalam taman cagar alam ini juga terdapat beberapa gua-gua peninggalan sejarah yang sangat unik.

 

cagar alamm
Cagar Alam Pananjung Pangandaran
cagar alm
Cagar alam

DCIM100MEDIA

senja yang tertutup

sungai santirah adalah sungai yang memiliki potensi yang masih alami dengan suasana alam yang tenang dikelilingi tumbuh tumbuhan yang hijau dan melewati beberapa air terjun yang bersih. panjang sungai yang terpakai 1.500 m2  dengan waktu tempuh selama 2 jam, dan selama dua jam atau  lebih wisatawan dapat melakukan berenang, body rafting dan jumping dari ketinggian 6-8 meter dari permukaan sungai dan dengan kedalaman sungai 8-9 meter. sangat menyenangkan!!!

 

Manajemen Destinasi Pariwisata

Kita bersatu karena cinta dan rasa persaudaraan, walaupun beda status sosial tetapi kita punya satu tekat untuk membangun Destinasi pariwisata di Indonesia..dan STP Bandung merupakan tempat kami berpijak untuk mendapatkan ilmu dan pengalaman tentang pengembangan dan pengelolaan destinasi pariwisata. cccc

Sanonggoang Lake

The Development of Sanonggoang Lake, West Manggarai, Flores

Outline:

  1. Geographical Location and Condition
  2. History of Sanonggoang Lake
  3. The Components of Tourism in Sanonggoang Lake
  4. How do the Local Government Improve The Component
  5. Conclusion
  6. Reference
  1. Geographical Location and Condition

Lake Sanonggoang is located in Wae Sano village, West Manggarai.It is 63 kilometres from Labuan Bajo. The borders of Sanonggoang District are Boleng District in the east, Komodo District in the west, and Lembar District in the south. The lake is located between Wae Sano village and Sano Nggoang village. The population in Sanonggoang is 13.819 with 7.122 males and 6.697 females.

With depths of up to 500meters, it is said to be among the world’s deepest crater lake.Sanonggoanglake is located 750meters above sea level, southeast of Mbeliling Forest. The lake and an overall surrounding area of 5.500 hectares are proposed to become a protected area due to the remaining forests and endemic bird species such as the native Flores crow and the Flores monarch.

The lake has an area of approximately 513 ha, 3 kilometers wide and depth of 500 meters up to. The lake’s sulfuric content is high.Sanonggoang is actually like the Dead Sea in Israel. In Dead Sea, there are no aquatic animals because it is 9.6 times as salty as the ocean. In Sanonggoang case, we can’t find them because the lake is full of sulfur.

The area of Sanonggoanglake can be explored by horseback riding or simply by walking.Sanonggoanglakeisstill in natural area and when viewed from above at a distance of 150 meters its beauty is twofold. The hot springs around Sanonggoang are up to 100 degrees Fahrenheit / 37 degrees Celsius with true natural value. Between Labuan Bajo and Werang – the major village of Sanonggoang district – the road is asphalt, but from Werang to Lake Sanonggoang theroad is made of stone.

  1. History of Sanonggoang Lake

There are many versions of folktale when it comes to Sanonggoang.

The first one was about how the lake was formed, which is passed down from mouth to mouth. A long time ago, before the lake was there, lived two men. One of them was blind while the other one was palsy. They lived isolated from the other villager. The blind man’s house was not so far from the palsy man’s house, so they can still hear each other’s voice from their house. They hardly have any visitors to their house. There was just a dog that went back and forth from one’s house to another. The dog was called Lawe. Lawe sometimes slept in the blind man’s house and the other time he slept in the palsy man’s house.

One day, the blind man was starving because he didn’t have fire to cook some food. The blind man then called his only friend for help. The palsy man thought a way to help his friend. Then he had an idea and give the instruction to the blind man. The palsy man then tied his hearth to Lawe’s tail and after that the blind man called Lawe as if he had food for Lawe. Lawe jumped right away from the palsy man’s house to the blind man’s house. That time, Lawe’s tail raised and the hearth hit Lawe’s body. He was really surprised and barked here and there. It was so funny that the palsy mand started to laugh followed by the blind man. Lawe wasn’t running to the blind man’s house but frantically ran helter-skelter, tried his best to let go of the hearth that was tied to his tail.

Not too long after that, suddenly a windstorm came and in a distance, they heard a voice calling for them. They were really scared. The voice was getting closer and closer. The two of them then saw a long haired old man with white beard and wooden stick walking towards them. The old man asked both of them whether they want to eat rice or porridge. The blind man answered that they want to eat porridge. The old man stomped his stick to the ground and the hot water came out five minutes later. The hot water came out more swiftly as the old man disappeared, leaving the blind man and the palsy man who were screaming for help. Bit by bit the water flooding up and then turned into a lake.

The second one was about the origins of its name. It is said that the Gelarang (local region head, a notch below the king) and his wife used to ride a really big dragon with fire on its head to help them make their way through the lake in the night while its tail released a deadly poison to anticipate enemy’s attack which may have been following them. When Gelarang and his wife arrived at the center of the lake, the fire from the dragon looked like a big torch, makes a really magnificent scenery which attracts a lot of people near the lake. That is why this lake is named Sanonggoang or fiery lake.

The poison form the tail killed every organism from animals to plants in Sanonggoang lake. That is the reason why up until now there are no single organism besides duck and crab.

Regardless from the folktales, this lake has its own scientific explanation which is inseparable from the geological process that still going on in Flores.

Flores was well-known for its volcanoes. Volcanic eruptions always occur from west Flores to east Flores. That is why various kind of “hano” or lake in local language was found.

Sanonggoang was formed after the eruption of Wai Sano mountain. Although no historic activity is known from Wai Sano, it is believed to have erupted in the past 10,000 years. This eruption formed a caldera which then filled with water.

  1. The Components of Tourism in Sanonggoang Lake

The components of tourism are important to support any destination. There are four basic components are needed for developing Sanonggoang Lake, consist of :

  1. Accessibility
  • By Ship

The majority of them heading to Komodo island with a stopover first at Labuan Bajo via Ferry from the port of Sape on Sumbawa island. To go to Labuan Bajo by road and is indeed the cheapest way for travelers, they should head for the port in Bima and then take the ship to Labuan Bajo. To go to Bima, there are also buses from Java, Bali, and Lombok.

  • By Plane

Labuan Bajo airport is located near the center of the city. The airport is named Komodo Airport and most of the routes served are Denpasar-Labuan Bajo. In addition there are also a routes of flight Kupang-Makassar-Labuan Bajo, and Ende-Labuan Bajo. If the prospective tourists coming from a city that has not had a direct flight to Labuan Bajo then it is advisable to switch planes in Denpasar (Bali). There are a number of airline flights to and from Labuan Bajo, such as Garuda Indonesia, Lion Air, Wings Air, Merpati Nusantara Airlines, Pelita Air Service, and Sky Aviation.

After we arrived at Labuan Bajo, follow the main road from there to Ruteng. At the crossroads after approximately 35km, turn right in the direction of Werang. The distance from the intersection to Werang is approximately 10.5km, and it is a further 16.5km from Werang to the actual lakeside. This last section takes approximately 1 1/2 – 2 hours by motorbike, and 3 1/2 – 4 hours by foot. Please note that the road condition is poor, starting from the intersection on the main road. It may be difficult or even impossible to pass this part of the road during the rainy season. If you are traveling by local transport, it is recommended that you take an ojeg in Werang for the remaining distance to the lake.

  1. Accommodation

There are many hotels in Labuan Bajo can be an option to stay such as: Jayakarta Hotel, Bintang Flores Hotel, La Prima Hotel, and etc. And there are also fourteen families have recently joined the homestay network. All houses provide mattresses, clean linens, mosquito nets, clean drinking water, and others depending on the homestay. But two houses provide private guest rooms. Those that do not yet have private room provided a curtain for privacy. The share bath room facilities are located behind the houses and feature traditional squatter toilets and bucket showers. Availability of electricity varies from homestay to homestay, as some own generators, while others still rely on rechargeable lamps for light in the evening.

  1. Attraction
  • Volcanic Lake

The lake has an area of approximately 513 há, 2.5 and 3 kilometres wide, and a depth of ±600m. The lake has sulphuric content high enough for activites related to skin health, revitalisation and can be circled by horse back. Lake Sanonggoang is in a still natural area and when viewed from above at a distance of 150 metres its beauty is two-fold.

  • Hot Springs and Sulfur

Around Lake Sanonggoangare hot springs up to 100 degrees Farenheit / 37 degrees Celsius with true natural value. The real attraction here is the water being hot enough to cook eggs and bananas in just 3 minutes. Visitors can also experience a Natural SpaLake, forest, and village Sanonggoang in a small pool near the lakes’ edge.

  • Flores Endemic Birds

Bird species found in the region of Lake Sanonggoang include: Teals (Anassuperciliosa, Anasgibberifrons); endemic Flores crow species (Corvusflorensis); Swamp species (Tesiaeveretti, Rhipiduradiluta, Caridonaxfulgidus). Lake Sanonggoang is well-known as a bird watching location with a high population of birds in the region.

  • Natural Medicine

In Sesok Forest natural medicine is often used by the local community for fever, flu, malaria, pregnancy and cancer. These medicines can be seen while trekking.

  • Ecotourism Savanna Peak

Trekking to Savanna Peak is short but steep. From the peak of Mbeliling mountain,Golodewa, the lake, Mbeliling Forest, and a number of small islands can be seen. It is also possible to enjoy traditional coffee and local food at the peak.

  • Religious Tourism

There is a picturesque, old wooden church at Lake Sanonggoang and parish houses. The church has never been renovated and is maintained in its original condition.

  • Agricultural insights:

Traditional cultivation and irrigation systems

Care and propagation of domesticated animals

Cultivation of cash crops in combination with local crops

  • Culture:

Local handicrafts

Village traditions, dances, and local traditional ceremonies

  1. Amenity

Tourism amenities at Sanonggoang Lake are relatively limited as development of infrastructure will require an environmental impact assessment to ensure the environment is not damaged in the development process. Facilities in existence are:

  • Horses to explore the area of Sanonggoang Lake
  • Local guide
  • Public toilet
  1. How Do The Local Government Handle Sanonggoang Lake

. West Manggarai government said that to develop the attractiveness of Sanonggoang Lake requires community participation from villagers ofWae Sano. The Government has developedWae Sano village into a tourism village, although there are still many improvements to be made but at this point the tourism sector inSanonggoang Lake considers as a big help to the economy section in Wae Sano village. Also, in 2012, the government had targeted the improvement of rural roads from Werang to Sano Lake and manufacture guardrail on the south side of the lake and it was stated these improvements would also be finished that year. But, in fact it is just a target because there is no realitation of the target till now. In the Medium Term Development Plan document 2011-2015 West Manggarai stated that the tourism sector is a top priority but it is not a priority in budget allocations. And because of that statement, the lane road to Sano Nggoang Lakeis in poor condition right now. A number of points on the roads in the region suffered damage severe enough to impede the flow of transport from and to the region. The road construction is the responsibility of the Department of Public Works, and until now there is no budget allocated for the construction of roads leading to Sanonggoang Lake. So, the road condition is still bad until now.

CONCLUSION

Lake Sanonggoang is located in Wae Sano village, West Manggarai.It is 63 kilometres from Labuan Bajo.With depths of up to 500meters, it is said to be among the world’s deepest crater lake.

There are many versions of folktale when it comes to Sanonggoang.The first one is about two men and a dog. It explains how the lake is made. The second one is about a dragon with fire on its head and it explains why the lake is called Sanonggoang. Scientifically, the lake was formed after the eruption of Wai Sano mountain. Although no historic activity is known from Wai Sano, it is believed to have erupted in the past 10,000 years.

There are many ways to get to Labuan Bajo. The first one is by ship from a port in Bhima or Denpasar. Tourists can also go there by plane. The routes are Denpasar-Labuan Bajo, Kupang-Makassar-Labuan Bajo, and Ende-Labuan Bajo. From Labuan Bajo to Werang, tourists can go by bus, car, or motorcycle (ojeg). From Werang, it is recommended to take ojeg for the remaining distance to the lake.

The attractions in Sanonggoang are the volcanic lake itself, hot springs, bird watching, trekking, hiking, horseback riding, religious tourism, the culture and agricultural insight. The facilities are home stays, bird watching equipment, and information boards.

West Manggarai government said that to develop the attractiveness of Lake Sano Sanonggoang requires community participation from villagers ofWae Sano.Also, in 2012, the government had targeted the improvement of rural roads from Werang to Sano Lake and manufacture guardrail on the south side of the lake. The government hopes that these improvements will be able to attract more tourist to visit Sano Lake.

References

http://www.floresexotictours.com/social/community-based-eco-tourism

http://www.florestourism.com/where-to-go/sano-nggoang-crater-lake

http://travel.kompas.com/read/2012/04/28/03203235/Manggarai.Barat.Gencar.Promosi.Obyek.Wisata

http://hendrikushaluan.blogspot.com/2013/06/sejarah-danau-sano-nggoang.html

http://hendrikushaluan.blogspot.com/2013/06/sejarah-nama-danau-sano-nggoang.html

POSTING BY. SUSANA ANDRYANI DIYANER

 

Ayo masuk STP Bandung!!!

Apa kabar kalian? si Cewek Flores datang lagi nihh..wkwkwkwk emank sih hari ini aku lagi gak ada kerjaan  mau kemana-mana juga diluar disapa hujan mogok kan mau jalan-jalan mending di rumah aja.. yahhh Bandung mah ujan mulu euy

pada bingung yah mau pilih perguruan tinggi, gak usah bingung bray/bro STP Bandung selalu bersedia untuk anda. pada tahu belum STP Bandung itu kepanjangan dari apa?

STPB adalah singkatan dari Sekolah Tinggi Pariwisata Bandung  yang merupakan perguruan tinggi kedinasan yang bernaung di bawah Kementerian Pariwisata & Ekonomi Kreatif sedang secara teknis akademis dibina oleh Kementerian Pendidikan Nasional. Program pendidikan yang diselenggarakan di STP Bandung adalah program yang menekankan pada pencapaian keterampilan dari sebuah ilmu. Pencapaian keterampilan tersebut diperkaya dengan Praktik Laboratorium, Studi Lapangan, dan Praktik Kerja Nyata. Cikal bakal Sekolah Tinggi Pariwisata Bandung bermula dari didirikannya Sekolah Kejuruan Perhotelan (SKP) pada tahun 1959,  yang merupakan sekolah kejuruan menengah atas kejuruan di bawah naungan Departemen Pendidikan dan Kebudayaan pada tahun 1962, sekolah ini berubah menjadi sekolah kejuruan perhotelan dan perestoran (SKPP) di bawah departeman perhubungan darat. Sekolah ini mempunyai tiga jurusan yaitu Jurusan Hospitaliti, Jurusan Kepariwisataan dan Jurusan Perjalanan.

Jurusan Hospitaliti mempunyai program studi:

  1. Studi Akomodasi dan Katering
  2. Administrasi Perhotelan
  3. Manajemen Divisi Kamar
  4. Manajemen Tata Hidang
  5. Manajemen Tata Boga
  6. Manajemen Patiseri

Jurusan Kepariwisataan mempunyai program studi:

  1. Studi Destinasi Pariwisata
  2. Manajemen Bisnis Pariwisata
  3. Manajemen Destinasi Pariwisata

Jurusan Perjalanan mempunyai program studi:

  1. Studi Industri Perjalanan
  2. Manajemen Bisnis Perjalanan
  3. Manajemen Bisnis Konvensi & Event
  4. Manajemen Pengaturan Perjalanan

Udah kan? kamu tinggal pilih aja jurusan mana yang menurut kamu pas buat masa depan loo, tapi ingat bukan asal ikut-ikutan lohh masuk ke STP Bandung ituu harus punya niat dan kemauan yang besar.

posted by Diyaner

ARTIKEL FIELDTRIP

CANDI BOROBUDUR

candi borobudur merupakan candi budha terbesar di Indonesia yang terletak di kota Magelang kecamatan Borobudur yang letaknya sebelah selatan + 15 km sebelah selatan kota Magelang dataran kedu yang berbukit hampir seluruhnya di kelilingi pegunungan.candi borobudur letaknya   kurang lebih 269 meter di atas permukaan laut . Pegunungan yang mengelilingi candi borobudur di antaranya di sebelah timur terdapat Gunung Merbabu dan Gunung Merapi Barat, Laut Gunung Sumbing dan Gunung Sindoro. Keindahan Candi Borobudur dapat di lihat dari teras paling atas Candi dan sebelum mengelilingi candi pada saat memasuki area Candi. Candi borobudur dikelola oleh PT Taman wisata candi borobudur, prambanan dan ratu soko.

  1. SEJARAH SINGKAT CANDI BOROBUDUR

Candi Borobudur pertama kali ditemukan pada tahun 1814 oleh Sir Thomas Stamford Raffles, yang saat itu menjabat sebagai Gubernur Jenderal Inggris atas Jawa. Sejak saat itu Borobudur telah mengalami serangkaian upaya penyelamatan dan pemugaran. Proyek pemugaran terbesar digelar pada kurun 1975 hingga 1982 atas upaya Pemerintah Republik Indonesia dan UNESCO, kemudian situs bersejarah ini masuk dalam daftar Situs Warisan Budaya. Asal usul nama Candi borobudur, Nama Borobudur pertama kali ditulis dalam buku ” Sejarah Pulau Jawa” karya Sir Thomas Stamford Raffles menulis mengenai monumen bernama borobudur, akan tetapi tidak ada dokumen yang lebih tua yang menyebutkan nama yang sama persis.[ Satu-satunya naskah Jawa kuno yang memberi petunjuk mengenai adanya bangunan suci Buddha yang mungkin merujuk kepada Borobudur adalah Nagarakretagama, yang ditulis oleh MPU prapanca pada 1365.

Nama Bore-Budur, yang kemudian ditulis BoroBudur, kemungkinan ditulis Raffles dalam tata bahasa Inggris untuk menyebut desa terdekat dengan candi itu yaitu desa Bore (Boro); kebanyakan candi memang seringkali dinamai berdasarkan desa tempat candi itu berdiri. Raffles juga menduga bahwa istilah ‘Budur’ mungkin berkaitan dengan istilah Buda dalam bahasa Jawa yang berarti “purba”– maka bermakna, “Boro purba”. Akan tetapi arkeolog lain beranggapan bahwa namaBudur berasal dari istilah bhudhara yang berarti gunung. Banyak teori yang berusaha menjelaskan nama candi ini. Salah satunya menyatakan bahwa nama ini kemungkinan berasal dari kata Sambharabhudhara, yaitu rtinya ” gunung” (bhudara) di mana di lereng-lerengnya terletak teras-teras. Misalkan kata borobudur berasal dari capan “para Buddha” yang karena pergeseran bunyi menjadi borobudur. Penjelasan lain ialah bahwa nama ini berasal dari dua kata “bara” dan “beduhur”. Kata bara konon berasal dari kata vhiara sementara ada pula penjelasan lain di mana bara berasal dari bahasa sanskerta yang artinya kompleks candi atau biara dan beduhur artinya ialah “tinggi”, atau mengingatkan

dalambahasa bali yang berarti “di atas”. Jadi maksudnya ialah sebuah biara atau asrama yang berada di tanah tinggi.

ATRAKSI WISATA YANG BISA DILAKSANAKAN WISATAWAN

  1. CANDI BOROBUDUR

Secara etimologis buddha bentuk arsitektural tersebut menggambarkan tingkatan/dathu yaitu kamadathu pada kaki candi mewakili dunia bawah menggambarkan perilaku manusia yang masih terikat oleh nafsu duniawi( digambarkan pada 160 panil relief karmawibhangga), rupadathu pada badan candi mewakili dunia antara menggambarkan perilaku manusia yang sudah mulai meninggalkan keinginan duniawi, akan tetapi masih terikat oleh suatu pengertian dunia nyata (digambarkan pada 1.300 panil terdiri dari relief lalitavistara, jataka avadana, gandawyuha, dan bhadracari), dan arupadhatu pada puncak candi mewakili dunia atas menggambarkan perilaku manusia yang sudah terbebas dari hal-hal keduniawian (72 stupa melingkar dengan arca di dalamnya dan stupa induk di puncaknya dengan pembagian:

Teras 1 : 32 buah

Teras 2 : 24 buah

Teras 3 : 16 buah

Kesempuranaan dan Keagungan candi buddha ini merupakan sesuatu yang sangat menarik dan indah. Indonesia memang memiliki Cagar Budaya yang sangat kaya dan perlu dipelihara. Di candi borobudur wisatwan dapat berfoto-toto dan pada saat tertentu candi borobudur seperti perayaan agama Buddha untuk berziarah dan merayakan hari Waisak. Selain itu juga terdapat dua museum yang terdapat di area Candi Borobudur yaitu: museum arkeologi, museum kapal samudra. Museum ini dapat dilihat setelah kembali dari candi borobudur menuju pintu keluar, sepanjang perjalanan keluar dari gerbang candi wisatawan juga akan melihat batu-batu seperti batu kubur zaman dahulu kala.

  1. MENJELAJAHI CANDI BOROBUDUR

Untuk menikmati keindahan candi borobudur wisatawan dapat menyewakan sepeda rp. 10000/orang dan juga dapat menyewakan Gajah Tunggang, juga dapat menyewa kereta. Selama mengelilingi Candi Borobudur wisatawan akan menyaksikan patung-patung candi buddha yang unik dengan susunan yang begitu rapih dan megah. Sebuah hotel yaitu hotel Manohara

menjual paket khusus untuk wisatawan yang mau menikmati mathari terbit dan terbenam yang juga disertai dengan stay at hotel. Wisatawan akan mnyaksikan sunset dan sunrise dari puncak Candi yang begitu romantis disertai gunung-gunung yang mengelilingi area Candi.

  1. KESENIAN

Kesenian tradisional biasa dilaksanakan setiab hari sabtu dan minggu, pertunjukan yang biasa ditampilkan Yaitu Kuda Lumping, Kubrosiswo, Cacilan, Topeng Ireng. Selain itu ada salah satu event yang baru-baru ini dilaksanakan di Candi Borobudur yaitu sendaratari Mahakarya. Sendratari Mahakarya Ini berlangsung pada tanggal 10/102015 di panggung Akhyosobia di kompleks Taman Wisata Candi Borobudur , magelang Jawa Tengah pegelaran tari kolosal bertajuk “When History Comes To Life”.

Pergelaran Sendaratari Mahakarya yang bertaraf internasional ini mendatangkan 205 seniman dan penari yang akan terlibat dalam pegelaran ini. Sebagian besar berasal dari Borobudur dan sekitar berkolaborasi dengan para penari dan seniman dari institut seni indonesia (ISI) solo, jawa tengah. Musik pengiring tari juga memberdayakan para seniman sekitar candi borobudur. Sendratari Mahakarya tahun ini merupakan yang ke-19.

Pegelaran ini merupakan cerita tentang proses pembangunan candi borobudur dengan titah raja samaratungga. Rangkaian sejaji turut menciptakan suasana skral, tersebut dalam suasana pedesaan di bukit menoreh dalam sendratari itu akan diceritakan bagaimana godaan dalam proses pembangunan candi datang silih berganti. Sendratari ini diselenggarakan oleh pemasaran daerah dan kerjasama dengan PT Taman Wisata Candi Borobudur, Prambanan Dan Ratu Soko.

  1. BERBELANJA

Selain melihat kemegahan Candi Borobudur dan museum yang ada dalam kawasan, wisatawan juga dapat memebeli kenang-kenangan dari Jawa tengah yang letak souvenir shopnya sepanjang perjalanan dari candi menuju area parkir.

  • AKSESIBILITAS

Dari Jogja

Rute yang dapat ditempuh adalah :

  1. Angkutan Umum

Dari kota jogja kamu bisa ke Terminal Bis Giwangan ~ bis jurusan Borobudur (sepuluh ribu rupiah). Rute bis ini kalau dari terminal Giwangan – Rin

groad – Gamping – Terminal Jombor – Jl. Magelang – Sleman – Terminal Bis Muntilan (30 menit) ~ terminal bis Borobudur. Jogja – Borobudur sekitar 45 km. Waktu tempuh sekitar 1,5 jam (diluar ngetem di terminal).

Setelah sampai terminal bis Borobudur dapat dilanjutkan dengan Jalan Kaki (sekitar 500 m) atau naik becak (ongkos Rp. 5.000) atau naik dokar (ongkos Rp. 20.000; satu dokar). Sampailah di pelataran Candi Borobudur.

  1. Kendaraan Pribadi

Jogja – Jl. Magelang (kalo bingung tanya arah jombor, atau boleh pendekatan tanya dulu UGM, baru tanya jombor/jl. magelang) – Sleman – Tempel – Salam – Muntilan – Palbapang (pertigaan setelah muntilan, sebelum blabak; belok kanan) – Mendut – parkiran Borobudur. Jarak sekitar 45 km, dengan waktu tempuh lalu lintas normal 1 jam.

 

  1. AMENITAS

Segala bentuk kegiatan yang berhubungan dengan kegiatan wisata candi borobudur membutuhkan berbagai fasilitas pendukung berjalannya kegiatan, antara lainnya sebagai berikut:

  • Kantor pusat informasi
  • Taman borobudur guest house dilengkapi dengan restoran, ruang seminar, perpustakaan, audio visual tentang cerita borobudur.
  • Bangsal pameran/museum
  • Pusat penelitian
  • Beberapa mushola dan urinoir yang tersebar dalam taman
  • Tempat pembibitan tanaman
  • Tempat parkir yang dapat menampung 90 kendaraan bus, 260 kendaraan roda empat, dan 200 sepeda motor.
  • Dua buah restoran bertaraf internasional
  • Loket penjualan karcis di kedua sisi pintu masuk, dan tempat penitipan barang.
  • Arena anak-anak dan gajah, juga ada sepeda rental dan rental kereta.
  • Pemandu wisata lokal ada 62 orang termasuk guide bahasa asing
  • Pos keamanan
  • Pos kesehatan
  • Manohara hotel
  • Kantor balai konservasi peninggalan borobudur
  • toko souvenir
  • toilet
  • papan interpretasi & peta kawasan
  1. TARGET PASAR WISATA CANDI BOROBUDUR

Menurut soloupdate.com(yogyakarta) tahun 2019 PT Taman Wisata Candi Borobudur, Prambanan,Dan Ratu Boko memasang target 2 juta pengunjung asing mengunjungi candi yang terletak di jawa tengah dan DIY tersebut. Hal ini disampaikan oleh purwanto selaku direktur keuangan dan SDM PT TWCBCPRB ketika peluncuran gambar resmi candi borobudur di google maps dan google cultural institut. Dan selain itu, Menurut pengamatan kami di candi borobudur, tujuan pemasaran pengelola pemasaran Taman wisata Candi Borobudur ini diperuntutkan bagi semua orang baik kalangan atas maupun menengah.

Peningkatan jumlah wisatawan terus berajalan karena tingkat penawaran juga baik, apalagi candi borobudur merupakan destinasi yang sangat terkenal di dunia dan sebagai salah satu warisan dunia yang sangat megah  dan nilai budaya tinggi. Wisatawan yang berkunjung kesana bukan hanya wisatawan Nusantara tetapi juga wisatawan Mancanegara. Selain menikmati pemandangan dari kemegahan candi Borobudur wisatawan juga melaksanakan kegiatan pendidikan seperti penelitian dan observasi.

Berikut tambahan berita dari kompas.com tentang kunjungan wisatawan di Candi Borobudur.

  1. PERMASALAHAN YANG KITA TEMUI DI CANDI BOROBUDUR

Dalam kawasan taman wisata candi borobudur, papan intrepretasi tersedia dimana-mana tentang hal-hal yang dapat dilakukan wisatawan dan tidak boleh dilakukan wisatawan, tetapi dalam kawasan masih terdapat wisatawan yang tidak mematuhi aturan dan larangan, kesadaran wisatawan tertentu tentang pentingnya menjaga warisan budaya tersebut masih kurang. Sebaiknya perlu ditegaskan lebih baik lagi oleh pelaku/petugas dalam kawasan tentang peraturan dan keamanan agar obyek wisata tersebut tetap terjaga. Selain itu juga, hospitality dari pelayanan yang bertugas memberikan sarung kepada wisatawan pada saat menginformasikan kepada wisatawan masih kurang. Seharusnya mereka menginformasikannya dengan ramah dan sopan.

  • KESIMPULAN

Taman wisata candi Borobudur adalah obyek wisata yang banyak diminati oleh semua orang baik wisatawan nusantara maupun wisatawan mancanegara dan sangat terkenal di dunia. Hal ini akan sangat mempengaruhi tingkat kunjungan untuk kedepannya, oleh karena itu perlu ditingkatkan pelayanan dan konservasi candi Borobudur supaya tetap terjaga kecirikhasan dari warisan budaya tersebut. Karena warisan tersebut bukan hanya untuk kita tetapi juga untuk cucu dan regenerasi kita yang akan datang, sebab pemasaran meningkat juha harus seimbang dengan kualitas pelayanan. Pelayanan akan sangat berpengaruh terhadap kepuasan wisatawan dan juga lingkungan sekitar juga sangat mempengaruhi kepuasan wisatawan.

 

https://id.wikipedia.org/wiki/Borobudur

http://travellingborobudur.blogspot.co.id/

Mahakarya Borobudur | Borobudur Park

Pengunjung Candi Borobudur, Prambanan, dan Ratu Boko | soloupdate.com

Komisi X Soroti Target Kunjungan ke Candi Borobudur – Tribun Jogja

Meriahnya Pentas Sendratari Mahakarya Candi Borobudur – TV Liputan6.com

 

BUDAYA KRATON SURAKARTA

onflik internal dan campur tangan Belanda kemudian memaksa kerajaan ini pecah menjadi Kasunanan Surakarta dan Kasultanan Yogyakarta pada tahun 1755 melalui perjanjian Giyanti. Masa keemasan atau masa kejayaan Kraton Kasunanan Surakarta adalah pada saat masa Raja Pakubuono X. Raja yang berkuasa saat ini adalah Pakubuono XIIIsejak tahun 2004. Kraton Kasunanan Surakarta memiliki luas 54 ha yang di mulai dari alun-alun utara hingga alun-alun selatan.

Bangunan – bangunan yang dimiliki Kraton Kasunanan Surakarta di antaranya adalah Pendopo Pagelaran atau yang dalam Bahasa Jawa disebut dengan SasanaSumewa. Namun pada saat ini Pendopo Pagelaran sedang digunakan untuk pasar darurat Klewer. Selanjutnya ada Siti Hinggil yang maknanya “ siti “ merupakan tanah dan “ hinggil“ yang artinya tinggi maka Siti Hinggil merupakan tempat yang lebih tinggi dari yang lain untuk acara sakral ( tempat penobatan Raja ) . KemudianadaBangsalManturtakin yang kegunaannya juga untuk tempat penobatan raja, Bangsa unek yaitu tempat penyimpanan pusaka, bangsal Balebang yaitu gudang gamelan , Bangsal Angun – Angun yaitu tempat untuk pertunjukan gamelan, Bangsal Saweyana yaitu tempat lesehan tamu. Kemudian di tengah Kraton terdapat Pendopo Ageng Sasana Saweka yang merupakan singgasana utama Raja. Di sebelahnya terdapat Sasana Handrawina yang biasa digunakan untuk menjamu tamu – tamu Raja.

Untuk menghormati adat istiadatnya, kita tidak diperbolehkan mengenakan celana pendek, sandal, kacamata hitam, dan baju tanpa lengan. Sandal juga dilepas dan wisatawan harus berjalan tanpa alas kaki di atas pasir pelataran yang konon diambil dari Pantai Selatan. Konon katanya pasir di pelataran Kraton tersebut dapat menjadi obat rematik. Pohon Sawo Kecik yang menaungi pelataran membuat udara senantiasa sejuk. Secara jarwadhosok, nama pohon itu dimaknai sebagai lambang yang artinya sarwobecik atau serba baik.

Terdapat pula Panggung Sanggabuana ( Menara ) yang merupakan tempat sakral Raja Bermeditasi di ruangan paling atas yang disebut tutup saji terdapat 1 teropong yang masih digunakan hingga saat ini untuk menghitung tanggalan Jawa. Ada juga museum yang terbagi menjadi 13 ruangan yang didalamnya terdapat koleksi – koleksi Kraton.

Kraton Surakarta mempunyai tarian   yaitu tari Bedono Ketawang yang di tarikan oleh 9 putri Raja yang masih virgin. Di Kraton Surakarta kita dapatmenyaksikan pertunjukan gamelan setiap hari sabtu sore. Selain itu ada sekolah tentang budaya Jawa untuk masyarakat sekitar yang dinamai Pawaitan.

Akses jalan menuju Kraton Surakarta ini pun sangatlah mudah karena berada di tengah kota. Kita dapat menggunakan transportasi tradisional seperti becak dan dokar bisa juga menggunakan Damri atau Trans Solo.

Kelebihan kraton Surakarta yaitu tempatnya luas dan kita bisa mengenal tentang sejarah dan kebudayaan Kraton. Kebudayaannya masih kental dan bahkan ciri khas kebudayaanya masih ada khususnya disana masih ada beberapa orang yang memakai kemben atau baju adat kraton untuk orang-orang biasa. Juga di museumnya yang berisi peninggalan sejarah masih ada dan terlindungi sampai saat ini. Tetapi dari hasil pengamatan terdapat kekurangan di antaranya adalah nilai kepuasan wisatawan masih berkurang karena disana wisatawan hanya mendengar pemandunya dan menyaksikan peninggalan-peninggalan bersejarah yang ada di dalam museum.

Tetapi wisatawan tidak dapat menyaksikan seperti apa sejarah dari benda-benda tersebut. Seharusnya pengelola sendiri membuat daya tarik yang lebih tertuju pada pengalaman edukatif buat wisatawan seperti membuat film kerajaan tentang sejarah dari keraton sebaik dan semenarik mungkin agar memacu minat wisatawan. Lebih khususnya generasi muda supaya minat wisatawan muda untuk berwisata ke wisata budaya dan sejarah meningkat dan juga memberikan pengalaman baru bagi wisatawan. Karena tidak selamanya wisatawan mengerti dan selalu mendengar penjelasan guide dan juga tidak selalu melihat papan interpretasi. selain itu, juga kantor informasi yang tidak diperbaiki atapnya roboh juga sekitar ruang informasi itu tidak dibersihkan masih ada sampah yang tersebar di tanah, pada hal ini juga mempengaruhi kepuasan wisatawan. Kebersihan toilet kurang diperhatikan, ini juga mengganggu kenyamanan wisatawan.

Hospitality dari pemandu wisata juga masih kurang dalam penjelasannya dan memandu tidak profesional, seharusnya dalam melayani wisatawan itu perlu diperhatikan karena wisatawan juga dapat melihat praktik budaya itu dari pemandunya, apakah pemandu ini juga mencerminkan budaya yang dijelaskannya tersebut. Kebersihan museumnya itu belum menjamin ketertarikan wisatawan, karena museumnya kurang terawat dan penerangannya kurang.

ELOKNYA MUSEUM BATIK DANAR HADI ATAU HOUSE OF DANNAR HADI

Bila sedang berada di kota Solo, Jawa Tengah, singgahlah ke Museum Batik Danar Hadi di Jalan Brigjen Slamet Riyadi No. 261 Surakarta. Di museum yang didirikan oleh pengusaha batik Santosa Doellah ini, terdapat keragaman serta sejarah panjang batik kuno karya seniman batik Indonesia mulai dari abad ke-17. Museum ini merupakan salah satu museum batik yang terbesar di indonesia karena memiliki koleksi batik terbanyak, museum ini juga mengisahkan sejarah batik melalui jalinan warna dan motif batik..

Museum Batik Danar Hadi memiliki area parkir seluas 5 hektar terbagi 2 lahan area parkir di depan museum dan juga salah satunya terdapat di halaman belakang museum. halaman depan luasnya 200 meter dapat menampung sekitar 40 mobil, 4 bus besar dan sekitar 200 motor. Apabila lahan parker tidak cukup maka biasanya dapat parkir di seberang jalan.(Security info)

Dulunya batik Danar Hadi diproduksi di museum ini namun sekarang sudah di pindahkan ke Pabelan Kartasura. Batik Danar Hadi mempunyai sekitar 11 outlet di kota solo. Selain museum di sini juga terdapat restoran dan ada pula gedung yang biasa di sewakan untuk pertemuan dan pernikahan, Ballroom serta outlet penjualan Batik. Museum batik Danar Hadi merupakan salah satu museum terbaik di Indonesia.

Museum ini berada di kompleks Dalem Wuryaningratan, sebuah kompleks yang dulunya merupakan kediaman keluarga K.R.M.H. Wuryaningratan, menantu dan juga sekaligus Pepatih dalem dari raja Kasunanan Surakarta saat itu yakni PakoeBoewono X. Museum berarsitektur Jawa Kuno yang diresmikan Megawati Sukarnoputri tahun 2000 ketika beliau masih menjabat sebagai Wakil Presiden RI ini terdiri dari sebelas ruangan, yang dipergunakan untuk memajang koleksi batik kuno Santosa Doellah yang terbagi menjadi 9 jenis batik sesuai dengan tema dari museum yaitu “Batik Pengaruh Zaman dan Lingkungan”. Kesembilan batik tersebut adalah; Batik Belanda, Batik Kraton, Batik Cina, Batik Djawa Hokokai, Batik Pengaruh India, Batik Pengaruh Kraton, Batik Sudagarandan Batik Petani, Batik Indonesia, serta Batik Danar Hadi. Koleksi batik kuno Bapak Santosa sebetulnya berjumlah sekitar 11.000. Namun karena keterbatasan tempat, yang bias dipamerkan secara bertahap dan bergantian di museum ini hanya sekitar 6.000.

Syarat Batik yang dapat masuk museum yaitu merupakan batik yang sudah berusia lebih dari 50 th. Seperti Batik Tiga Negeri yang pembuatannya dilakukan di tiga tempat. Pewarnaan batik dengan warna merah dilakukan di Lasem, warna biru di Pekalongan dan warna cokelat di Solo. Mengingat akses transportasi saat itu cukup sulit, Batik Tiga Negeri ini bias dikatakan salah satu master piece off Batik. Motif batik lainnya yang memiliki cirri khas adalah Batik Cirebon. Mendapat pengaruh Cina dan budaya Hindu dari kerajaan Mataram, motif Batik Cirebon banyak menggunakan gambar “Paksi Naga Liman” yang merupakan perwuju dan dari Garuda, Naga dan Gajah.

Batik Cirebon juga banyak menggunakan warna cerah seperti merah menyala, biru dan kuning gading. Salah satu motif Batik Cirebon yang kini kembali banyak digunakan orang adalah motif Mega Mendung. Koleksi unik lainnya adalah batik dengan motif cerita sehari-hari yang popular seperti Snow White, Little Red Riding Hood, Hansel & Gretel dan bahkan cerita Perang Diponegoro.

Penataan batik kuno di Museum Danar Hadi ini juga dipadukan dengan perangkat-perangkat etnik Jawa maupun perangkat lain yang disesuaikan dengan kain batik yang dipajang, sehingga menjadikan museum ini berbeda dengan museum-museum lainnya.Setelah melihat koleksi batik, pengunjung juag dapat menyaksikan proses pembuatan batik mulai dari batik tulis, batik cap maupun batik printing. Bagi pengunjung yang ingin belajar membuat batik biasa mengikuti workshop pembuatan batik tulis yang disediakan pihak museum.

Museum Danar Hadi biasa menjadi tujuan liburan yang edukatif. Selain menggunakan batik sebagai upaya untuk melestarikan batik, tak adasalahnya juga untuk mengenali seluk beluk batik mulai dari makna, nama dan motifnya.

Karena tempatnya yang berada di tengah kota solo akses menuju ke Museum Danar Hadi sangat mudah di jangkau biasa menggunakan becak , delman , damri , maupun trans Solo.

Kelebihan Museum Batik Danar Hadi yaitu penataan koleksinya tertata dengan rapi, wisatawan mendapatkan pengetahuan dan pengalaman edukatif tentang batik ,terdapat AC sehingga wisatawan tidak kepanasan serta tempatnya yang bersih dan nyaman. Fasilitas yang ada juga sudah memadai seperti toilet yang bersih dan juga mushola.

Kekurangannya yaitu kita tidak di perbolehkan memegang koleksi batik yang ada disana namun ada benarnya karena apabila terlalu sering terkena tangan maka warna batik akan pudar karena tangan kita yang berkeringat itu mengandung zat asam.

 

 

MESASTILA RESORT

 

MesaStila Resort and Coffee Plantation Tour atau sebelumnya dikenal dengan nama Losari Spa Retreat and Coffee Plantation adalah sebuah resort yang bertemakan keindahan alam diatas area seluas 22 hektar, 11 hektar diantaranya adalah kebun kopi yang merupakan salah satu atraksi wisata yang ditawarkan ditempat ini. Dengan bangunan villa-villa peninggalan jamankonolial Belanda yang masih asli dan sekarang di pergunakan untuk kawasan resort dan spa ini menjadi salah satu hal yang dapat menarik para wisatawan. Resort ini terletak di desa Losari, Grabag, Magelang – Jawa Tengah.

Di MesaStila Resort terdapat sekitar 32 villa dengan 4 tipe yang berbeda, ada tipe Arum, Plantation, Ambar, dan yang paling mahal adalah tipe Belavista dengan kisaran harga sekitar Rp.10.000.000 per malam. Sedangkan untuk harga paling murah sekitar Rp.2.700.000 per malam. Setiap kamar dilengkapai dengan AC, minibar, TV dengan saluran satelit premium, permutar CD/DVD, balkon dengan pemandangan pegunungan, kulkas, espresso maker, kamar mandi dengan shower dan bathtub.

Selain menawarkan penginapan, MesaStila juga menawarkan kegiatan memanen kopi langsung dari kebunnya, ada 4 jenis yaitu kopi Robusta, Arabica, Andong Sari atau kopi Jawa, dan Excelsa. Hampir 90% lahan perkebunan kopi di MesaStila ditanami dengan kopi jenis ini karena letak MesaStila yang cukup tinggi sangat baik dijadikan sebagai lahan perkebunan kopi Robusta.

Rata-rata wisatawan yang datang ke MesaStila Resort adalah wisatawan mancanegara yang ingin sekedar berkunjung untuk menikmati keindahan kota Magelang dari tempat ini atau berbulan madu. Dan wisatwan yang biasanya dating ketempat ini adalah orang Eropa, Australia, China dll.

Ada banyak fasilitas yang ditawarkan di MesaStila Hotel & Resort seperti bar dan pub, kedai kopi, pramu tamu, bunker untuk rapat, layanan kamar 24 jam, penitipan bayi, restoran, salon, transfer bandara/hotel, kolam renang (luar ruangan), layanan pijat, ruang uap, spa, taman, akses wifi, akses LAN (biaya dikenakan), parkir valet, Fax/Fotocopy, Layanan Tour, Jasastrika, Tempat fitness, Barber/took kecantikan, Meja Billiard, Menunggang kuda.

MesaStila terletak 18.8 km dari Candi Gedong Songo, 43,3 km dari Merapi, 44,4 km dari Candi Borobudur 61,9 km, selain itu dari bandar udara pun lokasi ini tidak terlalu jauh jarahnyaseperti dari Bandara Internasional Achmad Yani hanya berjarak 61 km, sedangkan dari Bandara Internasional Adi Sucipto terletak 72 km, dan Bandara Udara Internasional Adi Sumarmo berjarak 75 km.

Sebagai salah satu objek wisata favorit wisatawan mancanegara, MesaStila sudah cukup bagus, dengan lahan parkir yang cukup luas, pegawai yang ramah, lokasi tempat yang strategis, dan keadaan sekeliling yang terawat dengan baik. Namun papan interpretasi masih sangat kurang, dengan luas lahan sekitar 22 hektar masih banyak beberapa titik lokasi yang tidak terdapat papan petunjuk jalan yang dapat menyebabkan pengunjung tersesat disekitaran lahan perkebunan. Selain itu lampu luar atau lampu jalan juga sangat sedikit, keadaan Mesastila yang terdapat banyak pohon seharusnya ditambahkan dengan jumlah lampu jalan yang banyak.

Dalam unsur budaya, MesaStila sudah menerapkan kebudayaan Jawa kedalam beberapa hal, salah contohnya unsur budaya sudah diterapkan kedalam seragam para pegawai yang mempergunakan batik dan kain khas Jawa. Villa-villa juga dibangun dengan bentuk rumah tradisional. Terdapat juga seorang ibu yang memberikan jamu sebagai refreshment kepada tamu beserta jajan pasar seperti risol dan pastel. Namun terlepas dari itu semua unsur budaya Jawa tidak ditemukan lagi

Bila anda tertarik untuk mengunjungi Mesastila Resort, tour kopi ini dibuka dari jam 10.00-14.00 WIB. Selain tour kopi bila anda ingin menyewa salah satu villa disini, penyewaan kamar berupa paket termasuk kegiatan gaya hidup sehat berupa berkuda, yoga, dan bahan-bahan makanan organik yang akan disediakan langsung untuk makanan anda. Selamat bersenang-senang di Mesastila!

MUSEUM ULEN SENTALU

 

Museum Ullen Sentalu, terletak di daerah Pakem, Kaliurang, kabupaten sleman, adalah  Museum

yang menampilkan budaya dan kehidupan para bangsawan Dinasti Mataram (kasununan surakarta, kesultanan yogyakarta, praja mangkunegara dan kadipaten pakualaman) serta koleksi bermacam-macam batik (baik gaya Yogyakarta maupun Surakarta). Museum ini juga menampilkan foto raja-raja beserta permaisuri dan anak-anaknya di berbagai kegiatan.

Nama Ullen Sentalu merupakan singkatan dari  bahasa jawa: “ULating bLENcong SEjatiNe TAtaraning LUmaku” yang artinya adalah “Nyala lampu blencong merupakan petunjuk manusia dalam melangkah dan meniti kehidupan”. Filsafah ini diambil dari sebuah lampu minyak yang dipergunakan dalam pertunjukkan  wayang kulit (blencong) yang merupakan cahaya yang selalu bergerak untuk mengarahkan dan menerangi perjalanan hidup kita. Museum ini didirikan oleh salah seorang bangsawan Yogyakarta yang dikenal sangat dekat dengan keluarga keraton Surakarta dan Yogyakarta.

Anda cukup membayar tiket masuk sebesar Rp 25.000, sudah termasuk jasa pemandu yang sigap menyuplai beragam informasi. Hal ini dibutuhkan, mengingat ruangan demi ruangan yang ada di dalam sini terhubung oleh gang terbuka yang berliku. Jika Anda masuk sendirian, kemungkinan besar akan tersesat.

Di Museum Ullen Sentalu, pengunjung dapat mengetahui bagaimana para leluhur Jawa membuat batik yang memiliki arti dan makna yang mendalam di dalam setiap coraknya. Ada juga berbagai sejarah mengenai keadaan budaya Jawa kuno dengan segala aturannya. Keadaan museum yang dibangun dengan baik, mampu membuat pengunjung seperti terserap ke masa Jawa kuno yang mengagumkan. Museum Ullen Sentalu menyajikan pengetahuan tentang seni dan budaya Jawa dengan cara yang berbeda.

Pertama kali memasuki Ullen Sentalu, pengunjung akan diajak memasuki sebuah ruang bawah tanah yang menampilkan koleksi foto dan lukisan dari para anggota kerajaan, seperti Mangkunegaran VII bersama dengan istri dan sang anak Gusti Raden Ayu Siti Nurul Kamaril Ngasarati Kusumawardhani atau lebih dikenal Gusti Nurul. Keadaan ruangan yang sejuk serta tata letak lukisan dan foto yang membentuk rangkaian perjalanan, menarik perhatian banyak pengunjung.

Setelah dari ruang bawah tanah tersebut, pengunjung akan dibawa keruangan Syair untuk Putri Tineke, adik dari Raja Bobby atau PB XII. Di ruangan ini banyak puisi kiriman keluarga dan sahabat Putri Tineke disaat beliau bersedih hati karena cintanya tidak direstui sang Ibunda. Selanjutnya pengunjung akan dibawa ke ruangan kedua yang berisi benda peninggalan Gusti Nurul dan benda-benda antik milik Keraton. Dan ruangan yang terakhir adalah ruangan batik dan berisikan batik Solo dan Yogjakarta.

Museum Ullen Sentalu sudah dikelola dengan sangat baik karena peraturan yang dibuat sudah diterapkan dengan baik, teguran pun sudah diberikan dengan sangat tegas. Tour Guide pun sangat ramah dan dapat membawa pengunjung berkeliling Ullen Sentalu sambil merasakan pengalaman seperti menjelajah waktu. Unsur budaya juga terasa sangat kental dimuseum ini, dominan adat Jawa dan perpaduan bangunan tradisional dan modern menimbulkan suasana yang menyenangkan.

Namun lahan parkir yang dimiliki oleh museum ini belum dikelola dengan baik, dan sangat kecil. Hanya disediakan berupa lahan kosong yang masih bekerikil. Jalan keluar menuju parkir juga sangat tidak terawat, jalan masih berkeriki, kotor, dan terdapat banyak vandalisme berupa pengerusakan arca yang dibiarkan saja dipojok jalan. Selain itu para penjual kaki lima juga sedikit menggangu pengunjung karena belum terorganisir dengan baik oleh pihak pengelola, keadaan ini menimbulkan hal yang sangat kontras antara keadaaan di dalam museum dengan keadaan diluar museum.

MALIOBORO

MALIOBORO merupakan salah satu tempat yang sangat terkenal di kota Yogyakarta karena sebagai pusat belanja dan sebagai salah satu tempat yang ramai dikunjungi wisatawan. Nama malioboro berasal dari dua versi, Pertama berasal dari bahasa Sansekerta, yang artinya ‘Karangan Bunga’. Hal ini dikarenakan sepanjang jalan dahulu dipenuhi oleh karangan bunga setiap kali keraton menggelar acara atau hajatan. Versi Kedua mengatakan bahwa nama jalan diambil dari seorang bangsawan Inggris, Marlborough, yang tinggal di Yogyakarta antara tahun 1881-1816.

Jalan Malioboro menjadi semacam pusat oleh-oleh khas Yogyakarta. Sepanjang jalan, Anda bisa menemukan beragam suvenir khas mulai dari kaos, batik, blangkon, sandal, kerajinan tangan sampai bakpia patok dan yangko yang merupakan jajanan khas Yogyakarta. Selain sebagai pusat belanja oleh-oleh khasa yogyakarta malioboro juga sering diadakan karnaval dan festival seperti: Festival Bregada atau Prajurit di sepanjang Jalan Malioboro Yogyakarta, pertunjunkan patung, penjualan berbagai jenis barang dengan model batik, karnaval pakaiyan di jalan malioboro, pertunjukan tarian, Atraksi lampu merah malam hari malioboro, pertunjukan tarian kuda lumping.

Karnaval dan acara yang berlangsung di Kawasan Malioboro biasanya bersifat insidental dengan waktu pelaksanaan yang tidak menentu. Namun ada beberapa kegiatan yang rutin diselenggarakan setiap tahun seperti Festival Kesenian Yogyakarta pada bulan Juni hingga Juli, serta Pekan Kebudayaan Tionghoa yang dilaksanakan berdekatan dengan perayaan tahun baru China (Imlek).

Malioboro yaitu tempat yang sangat tak asing di wisatawan lokal, tetapi banyak permasalahan yang ditemui disana. Sebagian besar jualan-jualan di area ini tidak tertata rapih dan bahkan banyak sampah yang masih terlantar di area tersebut.

Tempat ini ramai dan akan berdampak negatif bagi pengunjung kenyamanannya terganggu. Adakalanya pemerintah setempat memperhatikan tempat ini sebab banyak yang ingin kesana walaupun mereka beum mengetahui ada apa disana.

How to get there?

Jalan umum masuk menuju tempat parker kurang lebar ,dan Banyak transportasi umum menuju maliioboro ,seperi becak, kendaran pribadi Jalan di kawasan wisata sudah bagus, Di dalam kawasan wisata telah terdapat area parker khusus untuk bus dan mobil pribadi dan untuk para becak , dan Transit area sudah cukup memenuhi kebutuhan wisatawan karena banyak fasilitas yang tersedia di malioboro.

BERKUNJUNGLAH KE YOGYAKARTA

POSTED BY Ryani Flores