Arsip

Belajar tentang Manajemen Proyek

Hai Readers  kesayangan gue J yang tentunya selalu sehat wal’afiat ya. hehhe

20160927_124325

Karimunjawa

Kali ini  gue mau berbagi sedikit pengetahuan tentang Manajemen Proyek yang baru aja didapetkan pada semester baru (Semester  5) di kampus tercinta Sekolah Tinggi Pariwisata Bandung.

Oh iya, kan gue Pariwisata nih, kok belajar manajemen proyek sih, emang  jurusannya manajemen pembangunan, arsitektur, sipil.  Dengar kata Proyek aja, dalam benak gue udah kebayangnya gini, kalau bukan proyek perumahan, Rumah sakit, gedung, jalan raya pokoknya yang berwujud fisik gitu. Ternyata guys, penting juga bagi anak Pariwisata belajar Manajemen Proyek, karena bakal ada proyek-proyek yang dilakukan pariwisata baik berupa fisik maupun nonfisik. eh kak, nonfisik yang kaya gimana tuh?

Jadi kalau dalam bidang Pariwisata yang biasa melaksanakan program/proyek pariwisata adalah pihak pemerintah, Industri (swasta) dan masyarakat. Jadi proyek nonfisik itu, biasanya sering dilakukan oleh pemerintah dan atau jasa konsultan pariwisata contohnya proyek pembuatan Rencana Induk Pembangunan Pariwisata Nasional( RIPPARNAS) , Rencana Induk Pembanguann Pariwisata Provinsi ( RIPPARPROV ), Rencana Induk Pembanguan Pariwisata Daerah (RIPPARDA) dilanjutkan kearah Masterplan, Business Plan.

Kak, kembali lagi ke Laptop nih, Sebenarnya Manejemen Proyek itu apa?

Menurut “Soeharto (2001)” manajemen proyek adalah merencanakan, mengorganisir, memimpin, dan mengendalikan sumber daya perusahaan untuk mencapai sasaran jangka pendek yang telah ditentukan. Konsep manajemen proyek mengandung hal-hal pokok sebagai berikut:

1.Menggunakan manajemen berdasarkan fungsinya

2.Kegiatan yang dikelola berjangka pendek, dengan sasaran yang telah digariskan secara spesifik terutama aspek perencanaan dan pengendalian.

3.Memakai pendekatan sistem

4.Mempunyai hierarki (arus kegiatan) horizontal di samping hierarki vertikal.

Sumber: http://id.portalgaruda.org/?ref=browse&mod=viewarticle&article=120000

kak, kan tadi dijelasin tuh, ada proyek yang dilakukan oleh pemerintah dan proyek Industri (swasta), itu bedanya apa ya?

  • Proyek pemerintah

Suatu kegiatan yang dilakukan dengan tujuan untuk mewujudkan sasaran program sebagai bagian dari usaha merealisasikan  tujuan umum yang telah dirancang, kegiatan mana dijalankan dengan memanfaatkan sumber daya ekonomi dengan kombinasi yang memenuhi norma kapasitas ekonomis yang optimal.

Proyek pemerintah sangat dipengaruhi oleh ketersediaan sumber daya keuangan, proses perizinan yang lumayan ribet karena berhubungan dengan birokrasi pemerintahan, pembangunan dengan dana sedikit tetapi berkualitas.

Proyek pemerintahan juga bersifat kompleks, kelayakannya dilihat dari aspek sosial, ekonomi, politik dan budaya, dananya diambil dari APBN.

  • Proyek Swasta

Memanfaatkan pengeluaran kas saat ini guna menghasilkan pengeluaran yang mampu memberikan manfaat akan datang yang lebih besar dan pada gilirannya perusahaan yang bersangkutan dapat memperluas skal usaha dan meningkatkan derajat maupun labanya. Kalau proyek swasta berkarakteristik: mengikuti trend, anggaranya lebih besar, kualitas pengembangannya tinggi, dinamis, perizinannya snagat mudah.

Proyek teridiri dari beberapa jenis diantaranya Proyek penelitian dan pengembangan, proyek manajemen pelayanan, proyek pembangunan fisik, dan proyek pembangunan nonfisik.  Dalam memulai pembangunan/proyek ada beberapa hal yang perlu dipersiapkan:

  • Sumber daya manusia yang berkompeten dalam bidangnya
  • Keterampilan, bakat dan usaha
  • Fasilitas, alat dan perlengkapan
  • Modal
  • Informasi dan pengetahuan.

Berikut adalah bidang-bidang utama manajemen proyek:

  • Memahami sifat suatu proyek
  • Peranan manajer proyek
  • Menetapkan suatu proyek
  • Merencanakan suatu proyek
  • Mengontrol suatu proyek
  • Menggunakan alat otomatis (teknologi) seperti GPS dalam pengukuran peta jaman sekrang
  • Kualitas pribadi manajer proyek (bertanggung jawab, cerdas, disiplin, ulet, profesional dan tekun dalam bidangnya)
  • Menyelesaikan suatu proyek dengan sukses.

Pada intinya kenapa gue harus banget pelajari mata kuliah ini karena, suatu saat nanti Puji Tuhan gue pengen menerima proyek yang berkaitan dengan pembangunan Pariwisata Daerah gue sendiri yaitu Pulau Flores. semoga terkabulakan ya Tuhan, Amin. Tentunya gue harus paham proyek pasiwisata seperti apa? cara mengatur dan mengelolanya seperti apa? cara pengembanganya seperti apa?.

Okay guys terima kasih ya karena sudah meluangkan sedikit waktunya untuk membaca, dimohon kritik dan sarannya dan khusunya jika pembaca memiliki pengetahuan lebih tentang Manajemen Proyek gue sangat terbuka untuk menerima masukan dan pembelajaran.

  informasi didapatkan dari dosen pengampung mata kuliah dan pembelajaran pribadi

Bye bye

Arigatou gozaimasu

Written by Susana Andryani Diyaner

 

Dieng Kulon

Desa wisata Dieng Kulon merupakan salah satu desa wisata di Jawa Tengah yang terletak di Kabupaten Banjarnegara. Desa ini masuk kedalam kawasan Dieng/kawasan vulkanik yang terletak di atas ketinggian 2300 meter di atas permukaan laut dengan suhu rata 16 derajat celcius pada siang hari dan 9-10 derajat celcius pada malam hari.

Desa wisata dieng kulon yang telah berkembang sejak tahun 2008/2009  dengan kerja keras komunitas masyarakat lokal  untuk menjadi sebuah desa wisata yang sukses seperti saat ini. Adapun masih perlu dikembangkan, ditingkatkan, namun hal itu merupakan tanggung jawab dan rencana masyarakat lokal didukung oleh pemerintah (kerjasama stakeholders yang terkait dalam pengembangan desa wisata dieng kulon) untuk meningkatkan pengelolaan desa wisata yang lebih baik.

kelompok masyarakat Desa Wisata Dieng Kulon begitu sangat antusias dalam pengembangan desa wisata ini, bahkan sejak dari NOL, kelompok masyarakat tersebutlah yang menciptakan sendiiri. sangat terharu, bisa menjadikan panutan bagi desa-desa lain di Indonesia yang Ingin dikembangkan untuk pariwisata. beberapa nama kelompok kerja diantaranya adalah POKDARWIS, UKM  dibidang kerajinan dsb.

Namun ada sebuah masalah yang sangat familiar bukan hanya di sini tetapi di beberapa tempat lainnya di Indonesia yang tingkat kesadaran masyarakat rendah teruatama dalam menjaga kearifan, menghargai benda-benda peninggalan bersejarah. salah satu  contohnya adalah Candi Arjuna. Candi Arjuna merupakan salah satu obyek wisata populer dan murah di Kawasan Dieng Kulon. sangat prihatin dengan perilaku pengunjung yang sangat buruk tersebut.

narsis_170511_0028 hal ini terjadi karena beberapa hal:

  1. pengunjung yang tidak teredukasi dengan baik tentang pentingnya menghargai dan menghormati tempat-tempat yang dianggap suci oleh suku/agama/budaya lainnya.
  2. Kawasan yang tak tertata.
  3. Kurangnya penegasan terhadap kebijakan-kebijakan yang ada di obyek wisata.

Pada kesimpulannya, bahwa penghargaan yang telah diterima oleh desa tersebut sebagai salah satu  Desa wisata panutan bagi Indonesia TIDAK SESUAI.

Nah, buat Lho yang pengen ke Kawasan Desa Wisata Dieng Kulon, lho  harus ke tempat-tempat berikut ini, pokoknya seru banget dan kepenatan, kegalauan, kebosanan hiruk pikuk di perkotaan bakal hilang di sin

dari Mas Agus_170522_0215

Bukit Sikunir

Bukit Sikunir; Merupakan salah satu obyek wisata paling populer. Sikunir berasal dari bahasa lokal yang artinya kunyit yang artinya warna matahari pagi yang bakal dinikmatid dari bukit sikunir bagaikan warna si kunyit. wkwk tapi serius!! keren banget, Bukit ini dilatarbelakangi Gunung Prau dan Danau Cebong.  sunrise akan lebih baik dinikmati pada pukul 05.30- -06.00 AM WIB. lokasinya kurang lebih 15 menit dari Pusat Desa menggunakan Mobil/motor.

dienq_170522_0170

Telaga Warna

Candi Arjuna, Candi Gatot Kaca dan Museum Geologilokasi obyek wisata tersebut sangat berdekatan, lho gak bakal repot-repot nyari transportasi karena dengan jalan kaki pun bisa.

INSTA OK

pemandangan Dari Bukit Sikunir

selain itu juga lumayan jauh dari pusat desa yaitu Telaga Warna dan Kawah Cikidang, Kedua obyek wisata ini juga tidak begitu jauh. gue kesel banget masuk kawasan Cikidang, padalah kawasan ini berpotensial untuk dijadikan main tourists destination. namun karena pengunjungnya buaaannnyak banget, tenda-tenda penjual hingga menuju  ke main attraction, atraksi motor yang tidak menggunakan jalur( hanya asal menikmati). padahal obyek wisata ini sangat berbahaya dimana, tanah yang diinjak masih panas, kawahnya masih sangat aktif, air panas terletak di belakang tenda jualan masyarakat lokal. ooouupppsss !!!!! i am so sorry to tell ’bout this.. 

Namun tak mesti ragu-ragu kesana ya guys, hal-hal seperti tadi memang mengganggu sedikit kenyamanan elo dalam berwisata, tak selamanya begitu. berdoa saja semoga Desa ini akan menjadi lebih baik kedepannya. Amin… Lo juga bakal tau tempat penghasil kentang terbesar di Indonesia. disini lo bakal liat sendiri bagaimana asal-usul kentang setiap hari lo cicipin heheee. bagi yang suk kentang sih

di Desa ini Pariwisata bukanlah penghasilan utama bagi perekonomian masyarakat namun satu-satunya adalah pertanian. 

bagi lo yang pengen kesana, lo juga perlu membenahi diri supaya gak menjadi pengunjung seperti yang gue liat. Jadilah pengunjung yang menghargai budaya setempat.

 

 

 

Pulau Gosong bikin gue gosong :)

Ada di sini

Karimun Jawa, Central Java Indonesia

kami-semua Di depan pintu masuk  Pelabuhan Karimun Jawa

Tahu gak Karimunjawa itu di mana? Yahh mungkin sebagian dari anda belum tahu di mana lokasi Karimunjawa tapi juga ada sebagian dari anda yang mengetahuinya dan bahkan udah pernah kesana. Dari pada lama-lama aku langsung aja ingin menceritakan perjalanan saya selama kurang lebih 5 hari 4 malam include nginap di Bis hahahah

Hari pertama, Kali ini gak perlu repot-repot  dan huru hara bangun pagi jam 04.00 WIB seperti fieldtrip sebelumnya untuk memulai perjalanan, karena  fieldtrip kali ini kami berangkat pada pukul 16.00 dari kampus tercinta STP Bandung.  ini adalah pengalaman pertama menghabiskan waktu sepanjang malam di Bis. Perjalanan dari Bandung menuju pelabuhan Kartini, Kabupaten Jepara, Jawa Tengah ditempuh selama 12 jam melalui Tol Cipali. Sebelumnya kita mau lewat Sumedang tetapi karena ada beberapa pertimbangan akhirnya kami lewat tol Cipali.

sunset-tg Perjalanan dari Pantai Tanjung Gelam ke Pelabuhan Karimun

Hari…

Lihat pos aslinya 871 kata lagi

Pulau Gosong bikin gue gosong :)

Karimun Jawa, Central Java Indonesia

kami-semua

Di depan pintu masuk  Pelabuhan Karimun Jawa

Tahu gak Karimunjawa itu di mana? Yahh mungkin sebagian dari anda belum tahu di mana lokasi Karimunjawa tapi juga ada sebagian dari anda yang mengetahuinya dan bahkan udah pernah kesana. Dari pada lama-lama aku langsung aja ingin menceritakan perjalanan saya selama kurang lebih 5 hari 4 malam include nginap di Bis hahahah

 

Hari pertama, Kali ini gak perlu repot-repot  dan huru hara bangun pagi jam 04.00 WIB seperti fieldtrip sebelumnya untuk memulai perjalanan, karena  fieldtrip kali ini kami berangkat pada pukul 16.00 dari kampus tercinta STP Bandung.  ini adalah pengalaman pertama menghabiskan waktu sepanjang malam di Bis. Perjalanan dari Bandung menuju pelabuhan Kartini, Kabupaten Jepara, Jawa Tengah ditempuh selama 12 jam melalui Tol Cipali. Sebelumnya kita mau lewat Sumedang tetapi karena ada beberapa pertimbangan akhirnya kami lewat tol Cipali.

sunset-tg

Perjalanan dari Pantai Tanjung Gelam ke Pelabuhan Karimun

Hari kedua, Pada pukul 05.00 WIB kami tiba di Pelabuhan Kartini Jepara merasakan angin pantai sudah mulai merasuki pikiranku sambil membayangkan seandainya ini adalah pelabuhan Labuan Bajo, Flores(pengen pulang kampung). Gausah mikirin itu dehh nanti baper soalnya Labuan Bajo juga Indah banget tak kalah dengan destinasi yang akan kita tuju yaitu Karimun jawa. Oke disini kita nongkrong nangkring ga jelas tapi  sambil melihat produk-produk pariwisata yang disediakan di tempat ini dan juga fasilitas umum yang mendukung kegiatan pariwisata.  Lumayanlah kami berada di sini selama empat jam karena harus menunggu keberangkatan kapal jam 09.00 (kapal express/kapal cepat) yang bisa menempuh Karimunjawa selama 2 jam.  Selama perjalanan aku masih  dipenuhi rasa penasaran karena Karimun jawa merupakan salah satu tempat di mana memiliki kekayaan alam bawah laut terbaik di dunia. Terus aku liat di youtube yang menayangkan perjalanan wisata para traveller yang membuatku iri. Tapi  ternyata bukan Cuma sampe rasa iri, buktinya sekarang aku menuju ke Karimun jawa. Yeaaaa

 

 

hiu

penangkaran Hiu di Pulau Menjangan Besar

Welcome To Karimun jawa (tertulis di Pelabuhan Karimunjawa), baru nyampe di pelabuhan aku udah disambut oleh ikan-ikan yang lucu dan terumbu karang di bawah dermaga gimana gak seneng yahh apalagi di luar sana pasti lebih banyak lagi. Selama di Karimun Jawa Kami nginap di tiga buah homestay. Oh iya di sana aku sama sekali gak liat gedung-gedung tinggi yang berlabel hotel atau pun restoran heheh soalnya di daerah saya dipinggir pantai udah ada gedung tinggi jadi pasti menimbulkan limbah dan erosi tanah sekitar pantai. Jadi di karimunjawa ini, sama sekali gak ada hotel-hotel gede dan restoran gede  yang ada cuman homestay dan kantor-kantor dinas yang tingginya mungkin setinggi pohon kelapa. Menurut saya ini bagus banget, hotel itu tak semestinya tersendiri lebih baik homestay. Setelah makan siang kami menuju Pelabuhan Karimun jawa  untuk berlayar ke pulau gosong (pulau tak berpenghuni) Cemara dan Pantai Tanjung Gelam. Pulau Cemara cuman 30 menit dari Pelabuhan Karimun Jawa. Di sini cocok banget buat snorkeling, swimming dan diving. kalau mau snorkeling or diving inget yah jangan sampai ngerusak terumbu karang karena lo tau ga, untuk menumbuhkan kembali karang yang kamu rusakin itu butuh waktu selama 15 tahun untuk tumbuh kembali. Tapi sumpah keren bangett!!! Selanjutnya kami menuju pantai Tanjung Gelam sekitar 15 menitan dari pulau Gosong Cemara, pantai ini memiliki pasir  halus dan berwarna putih dilatar belakangi pohon kelapa, Ketapang serta ada perbukitan dan berbatuan. Di sini cocok banget untuk berenang karena gelombangnya sangat kecil dan favorit sekali buat anak-anak. Setelah berenang kamu bisa berleha-leha, berjemuran sambil menikmati sunset orange/jingga yang sangat romantis. Aduhhh rasanya pengen tinggal di sini terus, udah gitu pantainya bersih pula.

tengah.jpg

pulau Gosong

 

Hari ketiga, yay kami akan mengunjungi pulau kecil yang katanya pulau paling kecil diantara pulau lainnya di Karimun jawa  dan akan mengunjungi Pulau Menjangan besar untuk melihat tempat penangkaran Hiu jaraknya kurang lebih 10-15 menit dari pelabuhan Karimun jawa, sementara Pulau kecil ditempuh 55 menit dari pelabuhan Karimun jawa. Eh iya pulau kecil ini sebenarnya dikenal sebagai pulau cilik yang m6emiliki luas sebesar 2 ha. Setibanya di Pulau Cilik dan mungil ini kami diminta para crew kapal untuk mengambil peralatan snorkeling untuk menyaksikan atraksi alam bawah laut yang sangat indah, sumpah ini keren banget, berenang bareng ikan-ikan cantik ditemani terumbu karang yang berwarna warni. Kalo kamu mau dikelilingi oleh kerumunan ikan-ikan sebaiknya bawa roti atau makanan  untuk kamu mancing ikan-ikan tersebut. Dan selanjutnya kami makan siang disini  dan menyusuri keseluruhan Pulau ini dengan berjalan kaki di pinggir pulau yang berpasir putih nan halus sambil menikmati pemandangan laut yang jernih dan berfoto-foto. J J   disini juga terdapat beberapa fasilitas diantaranya warung, tempat, ada resort/penginapan dan tempat duduk untuk bersantai. kalian juga bisa membayar tempat ini untuk berkemah cuman rp. 25.000 per orang.

cilik.jpg

pulau Cilik

Okayy, selanjutnya kami menuju pulau Menjangan Besar pulau menjangan besar, sebelum menuju kesana kami mampir ke Pulau Gosong yang berada di tengah lautan jadi rasanya tuh kalau berdiri di atas pasir pulau gosong ini  seperti berada di atas permukaan air laut. Atraksinya berfoto-foto, itu aja sih menurut aku mah. Next, penangkaran hiu pulau menjangan besar. Yang tidak bisa berenang atau menyelam tapi pengen liat ikan Hiu secara langsung di sini kalian bisa melihat hiu secara langsung bahkan berenang dengan hiu dan memberi makan hiu. Yah walaupun tak seindah yang kalian liat didasar laut dengan hiasan terumbu karang tapi lumayan bisa ,mengobati rasa keingintahuan.  Tempat ini dikelola secara pribadi oleh investor dari Semarang dengan nama perusahaannya yaitu Hiu Kencana. Di sini juga terdapat fasilitas seperrti banan boat, tersedia paket tour, art shop dan 12 kamar homestay.

Hari keempat, kami mengakhiri kegiatan studi lapang dan kembali ke Bandung pada pukul 10.00 menuju pelabuhan Karimun jawa. Sebelum kembali ke Pelabuhan untuk mengisi waktu hari kami  dituntut untuk mendapatkan informasi dari dinas pariwisata setempat tentang kebijakan pariwisata yang diterapkan di wilayah Karimun Jawa. So, kami harus mencari data ke kantor inas pariwisata, sampai di kantornya ternyata kepala dinasnya belum masuk  kantor. Jadi kami gak dapat data yang sesuai dengan yang kami inginkan.  Okeeyy selanjutnya kami berkumpul kembali di homestay untuk  menuju Pelabuhan Karimun jawa dan menanti keberangkatan ke Pelabuhan Kartini Jepara.  Bye,,  semoga bisa kembali kesini lagii karena masih terdapat 23 pulau yang belum di kunjungi di Kepulauan Karimun Jawa… Aminnn

writen by Susana Andryani Diyaner

Ujung Kulon or UK

      Fieldtrip yang keempat mahasiswi program studi menejemen Destinasi Pariwisata,  jurusan kepariwisataan Sekolah tinggi pariwisata Bandung adalah mengamati Kampung wisata Paniis yang terletak di  Desa Taman Jaya yang terletak di Kecamatan Sumur, Kabupaten Pandeglang. Secara geografis, desa ini merupakan daerah kecil yang terletak di ujung pulau Jawa dan berbatasan langsung dengan Taman Nasional Ujung Kulon. untuk mencapai kampung wisata tersebut kami menempuh kurang lebih 13 jam. Perjalanan yang jauh bukanlah hal yang menjadi halangan buat kami untuk tetap bersemangat tetapi justru ini merupakan pengalaman yang berharga buat kami dimana perjuangan cita-cita kami yang penuh dengan rintangan  dan juga kegiatan ini baru semester 2 sementara masih sangat banyak kegiatan yang lebih berat lagi di semseter yang akan datang. jadi cukup dinikmati saja, toh ini juga bagian dari kehidupan. eheheh okelah hari pertama kita disambut dengan suasana perkampungan yang nyaman, kicauan burung-burung dan hewan malam, fieldtrip kali ini kami menginap di perumahan warga(homestay).

fotonya abang paniis_898

Pulau Mungil alias Pulau Badul

          hari kedua, melakukan pengamatan di Pulau Badul dan wisata edukasi yaitu menanam terumbu karang. untuk menanam terumbu karang  bukan asal menanam tetapi berdasarkan  petunjuk  yang diberitahukan oleh local guide  di sana.  selain menanam terumbu karang kami juga melakukan snorkeling di area sekitar pulau Badul sambil menunggu air laut tenang untuk menanam terumbu karang.  Pulau Badul ini merupakan sebuah pulau yang luasnya sangat kecil terletak di tengah lautan, memiliki pantai yang indah dengan pasir pantai berwarna putih dan halus. pantai ini sangat cocok untuk melakukan berenang, snorkeling karena kondisi air laut yang nyaman.

selesai menanam terumbu karang kami kembali ke kampung paniis untuk mengamati kehidupan masyarakat lokal kampung paniis. mulai dari budayanya, kebiasaan sehari-harinya dan sebagainya  yang berkaitan dengan kehidupan mereka.

DCIM100MEDIA

Paniis Waterfal

hari ketiga kami mengunjungi salah satu air terjun yang cukup menantang dengan waktu tempuh 2 jam untuk mencapai air terjun yang dikatakan sebagi level tiga dari lima level. hari ini mengingatkan saya akan kampung saya yang berada di Pulau Flores Manggarai, karena  sebelum memasuki hutan  kami melewati pesawahan dan wilayah pertanian warga kampung Paniis beserta aktivitas pertanian seperti menanam padi dan membajak sawah.  perjalanan yang melelahkan tetapi terbayar oleh air terjun yang indah di tengah hutan rima.

Kelompok saya mengamati tentaJpegng obat-obatan tradisional yang masih melekat dalam kehidupan warga kampung Paniis.  berikut adalah jenis pengobatan dan obatan tradisionalnya:

  •  Daun sariawan.

Daun sariawan (symplocos odoratissima choisy), tanaman ini hidup liar di ladang-ladang ataupun sengaja ditanam. Tanaman dini tumbuh dengan batang yang besar dan tinggi. tinggi pohonnya sekitar 25 m dan daunnya berbentuk taji atau jorong. Tumbuhan ini mengandung zat samak dan garam-garam aluminium.kegunaanya adalah menyembuhkan disentri, demam, sariawan, gusi berdarah nyeri perut dan pedih.

  • Daun Nangka

Daun Nangka memiliki manfaat bagi kesehatan manusia baik untuk penyembuh penyakit maupun untuk kecantikan sebagai obat tradisional yang digunakan oleh masayarakat lokal kampung Paniis.  Dengan merebus daun nangka dengan air yang secukupnya dapat menyembuhkan penyakit Diabetes, tipes dan atau ditumbuh untuk di masker kecantikan khususnya berasal dari daun nangka yang tidak terlalu muda dan juga tak terlalu tua.

  • Getah daun Kak Tus

Getah daun kak tus dapat mengobati rasa sakit pada gigi berlubang atau tak berlubang, dengan menetes getah pada sedikit kapas dan menaruhnya pada lubang gigi yang sakit.

  • Jahe dan kunyit

Jahe untuk pengobatan  batuk dengan memakan sedikit jahe dalam berapa kali sehari dapat mengurangi sakit batuk sedangkan kunyit untuk menyembuhkan luka.

  • Jamu Batu

Daun jamu batu merupakan salah satu obat tradisional  yang dapat menyembuhkan sakit Mencret atau sakit perut, direbus dengan air secukupnya lalu diminum.

  • Daun Singugu, Cembung, Akar pepaya Ganul merupakan beberapa daun yang dapat digunakan sebagai obat pelancar peredaran darah bagi ibu yang baru melahirkan. Ini merupakan kebiasaan yang digunakan oleh masayarakat lokal untuk membantu para wanita yang baru melahirkan.
  • Bunga dan daun pepaya

Dapat digunakan untuk menyembuh atau menangkal penyakit malaria dengan merebus pucuk daun pepaya dan bunga pepaya lalu dimakan atau airnya diminum. Pada musim menjelang malaria bisa dikonsumsi agar tidak terkena penyakit malaria.

  • Jeruk nipis dan urine

Dapat mengtasi racun ubur-ubur, jika terkena ubur-ubur beracun dapat menggunakan jeruk nipis dengan mengambil air jeruk nipis lalu diminum atau dapat minum urine(berdasarkan pengalaman salah seorang guide dan msayarakat).

  •  Bawang merah

Bawang merah berkasiat bagi tubuh yang terkena racun ikan semadar duri, dengan membakar bawang merah lalu bijinya ditempel kurang lebih selama 15 menit, jika telah dingin lalu segera diganti.

  • Cacing tanah

Cacing tanah merupakan salah satu obat ampuh bagi penyakit tipes, menurut informasi yang didapatkan penyakit yang sering dialami oleh penduduk kampung apaniis adalah tipes.  Dan satu-satunya obat untuk menyembuhkan penyakit tersebut adalah Cacing Tanah. Cara pengolahannya dengan bersihkan cacing-cacing lalu direbus dengan air 3-4 gelas hingga mendidih lalu airnya disaring dan diminum.

  • Paraji

Masih dipercaya oleh penduduk lokal dengan bantuan bidan di sekitar kampung untuk membantu proses persalinan. Apa lagi di saat situasi mendadak  sangat sulit dan jauh untuk diantar ke Puskesmas dengan kondisi jalan yang rusak juga akan mempengaruhi kesehatan ibu/wanita yang akan melahirkan. Mereka sangat mengharapkan untuk dibangun puskesmas dekat kampung Paniis agar mereka tidak sulit lagi untuk menangani berbagai penyakit sendiri saja menggunakan obat tradisional karena bagaimana pun juga kebutuhan akan ahli medis itu sangat penting.

okelah,, alhasil pada hari keempat kami kembali ke Bandung dan melanjutkan studi seperti biasa dan menyusun laporan fieldtrip..  dan semuanya berjalan dengan lancar

Gathering tourism’16

1456643205224

GTKEP16

Aihh,, lama tak menulis blog pada hal sudah serangkaian aktivitas telah dinikmati. Kali ini aku ingin menceritakan kembali sebuah kegiatan yang bisa dibilanh tradisi di kampusku khususnya di jususan kepariwisataan. Setiap tahunnya di jurusan kepariwisataan sekolah tinggi pariwisata Bandung mengadakan sebuah acara dengan judul Gathering Tourism dengan tema Kebersamaan. Ini merupakan suatu kegiatan yang menarik bagi kita bukan acaranya yang membuat kita bersatu dengan yang lain tetapi prosesnya yang mempertemukan kita untuk mempersiapkan berbagai kegiatan yang akan diselenggarakan. Oh iya sebelumnya aku ngasih tahu dulu, acara ini dilaksanakan pada tanggal 27-28 februari, kegiatan ini dilaksanakan di sebuah villa di Lembang dengan suasana villa view perkebunan sayur dan pedesaan.

 

1456746729610

MDP’girls-14’15

Memang asik yahhh jai anak Pariwisata seru-seru dah, kita dibagi dalam beberapa kelompok sesuai dengan warna dan aku termasuk dalam kelompok PINK kita teridri dari 9 peserta termasuk mentor kita. Sebelum mencapai villa kita mengikuti “Tourism Journey”. Tourism journey ini kita berjalan kaki atau bisa naik angkot untuk mengunjungi beberapa obyek wisata di Bandung. pertama kita mengunjungi museum di UPI sebagai pos 1 dengan tujuan untuk mencari mentor kita dengan syarat membalikkkan Takji(lipatan koran). Stelah dari UPI(universitas pendidikan indonesia) kita mngunjungi obyek wisata yang kedua yaitu Taman Firdaus selanjutnya kita ke Bosscha Observation, Lembang. Sampai pda kahirnya kita istirahat siang di Alun-alun Lembang untuk makan siang.

1456666524422

PINK CLUB tourism journey

Pada jam 3 sore kita beragkat dari alun-alun lembang melanjiutkan tourism journey ke Villa menggunakan dumtruk, sebenarnya kita tidak diperbolehkan untuk naik transpotasi apapun selain Delman.   Karena menuju villa harus mnggunakan delman dn delman tidak ada lagi di sekitar itu, akhirnya dua tim yaitu PINK dan BIRU TUA menaiki sebuah truk. Ternyata guys karena kita salah menaiki moda transportasi akhirnya kita di diskualifikasi oleh pembina walaupun yang sebenarnya kita pemenang kedua dari 10 group. Hahahahahah emang yahh setiap kali ada perbuatan yang salah atau melanggar aturan pasti akan ada sanksi. Lain kali jangan gituu yahhh! Ketika kita tiba di Villa kita mengikuti berbagai permainan yang disiapkan oleh panitia dan itu telah berhasil menghapus rasa lelah kami selama perjalanan.1456666153506

Malamnya kita masuk pada puncaknya acara yang dihadiri oleh ketua jurusan KEP, beberapa dosen KEP juga serta alumni-alumni KEP yang memeriahkan acara ini. Wahhh pokoknya seruu bangett malam ini, para cantik-cantik dan ganteng-ganteng dari angkatan 2015 menampilkan berbagai pertunjukan yang telah disiapkan 2 minggu sebelumnya. Intinya acara ini merupakan salah satu cara untuk menyatukan keluarga kepariwisataan dengan mempertemukan mahasiswa dari semester awal sampai alumni-alumni serta para dosen juga.

Okheeyy ceritanya sampai di sini, terima kasih telah meluangkan kesempatan buat baca blog aku. Semoga menyenangkan,!!!!

Bye bye

Written by Susana Andryani Diyaner

 

 

Akhirnya Bertemu Pantai

 

IMG_20160308_162959

Batu Hiu beach, Pangandaran west Java

Pangandaran adalah salah satu destinasi  wisata di Indonesia yang terletak di kabupaten Pangandaran, provinsi Jawa Barat, Indonesia. ini merupakan salah satu daerah tujuan wisata yang sangat populer di pulau Jawa…merasa bahagia akhirnya bertemu juga dengan pantai selama sembilan Bulan di kota Bandung. Tapi di sini bukan cuma Pantai aja guys, Pangandaran juga menyediakan atraksi yang  menarik lainnya seperti sungai, air terjun  yang menyukai wisata petualangan  di sini bakal nemu sensasinya..Selain  wisata tirta di  Pangandaran juga terdapat taman cagar alam dan taman margasatwa yang di hiasi berbagai jenis hewan dan tumbuh-tumbuhan dan salah satunya adalah bunga Raflesia, di dalam taman cagar alam ini juga terdapat beberapa gua-gua peninggalan sejarah yang sangat unik.

 

cagar alamm

Cagar Alam Pananjung Pangandaran

cagar alm

Cagar alam

DCIM100MEDIA

senja yang tertutup

sungai santirah adalah sungai yang memiliki potensi yang masih alami dengan suasana alam yang tenang dikelilingi tumbuh tumbuhan yang hijau dan melewati beberapa air terjun yang bersih. panjang sungai yang terpakai 1.500 m2  dengan waktu tempuh selama 2 jam, dan selama dua jam atau  lebih wisatawan dapat melakukan berenang, body rafting dan jumping dari ketinggian 6-8 meter dari permukaan sungai dan dengan kedalaman sungai 8-9 meter. sangat menyenangkan!!!

 

Manajemen Destinasi Pariwisata

Kita bersatu karena cinta dan rasa persaudaraan, walaupun beda status sosial tetapi kita punya satu tekat untuk membangun Destinasi pariwisata di Indonesia..dan STP Bandung merupakan tempat kami berpijak untuk mendapatkan ilmu dan pengalaman tentang pengembangan dan pengelolaan destinasi pariwisata. cccc

Pacar Village

Mengelola dan mengembangkan salah satu destinasi wisata di Desa Pacar, Labuan Bajo-NTT

Desa Pacar letaknya di bagian utara manggarai barat yang dapat ditempuh 3-4 jam dari Labuan Bajo Flores NTT.

jepret

SANYO DIGITAL CAMERAdi Pacar

Untuk mengelola dan mengembangkan destinasi yang belum terekspos tersebut diperlukan sebuah organisasi. Destinasi wisata tersebut dikelola dan dikembangkan oleh desa itu sendiri bersama dukungan pemerintah daerah.

Dalam mengelola dan mengembangkan destinasi wisata tersebut organisasi memerlukan menejemen untuk mengatur dan mengkoordinasi semua sumber daya melalui proses perencanaan, pengorganisasian, penetapan tenaga kerja, pengarahan dan pengawasan untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan terlebih dahulu.

Ada dua alasan diperlukan menejemen, untuk pencapaian tujuan dan untuk menjaga keseimbangan diantara tujuan tujuan yang saling bertentangan untuk mencapai efisiensi dan efektivitas kerja organisasi.

Apa Saja Unsur-Unsur Utama Menejemen Untuk Mengelola Dan Mengembangkan Destinasi Wisata Tersebut:

  • Sumber Daya Manusia
  • Aksesibilitas
  • Amenitas
  • Atraksi
  • Tehknologi
  • Promotion
  • Market
  1. Sumber Daya Manusia

Manusia yaitu orang yang menggerakan dan melakukan aktivitas-aktivitas untuk mencapai tujuan organisasi, termasuk juga mendayagunakan sumberdaya lainnya. Manusia merupakan penggerak utama untuk menjalankan fungsi-fungsi manajemen. Sumber daya manusia yaitu segenap potensi yang dimiliki oleh manusia. Potensi yang dimiliki setiap manusia berbeda satu sama lain, untuk itu dibutuhkan pengelolaan agar diperoleh tenaga kerja yang puas akan pekerjaannya dan dapat mencapai tujuan organisasi dengan efektif dan efisien.

Man merujuk pada sumber daya manusia yang dimiliki oleh organisasi. Dalam manajemen, faktor manusia adalah yang paling menentukan. Manusia yang membuat tujuan dan manusia pula yang melakukan proses untuk mencapai tujuan. Tanpa ada manusia tidak ada proses kerja, sebab pada dasarnya manusia adalah makhluk kerja. Oleh karena itu, manajemen timbul karena adanya orang-orang yang berkerja sama untuk mencapai tujuan.

Manusia atau yang sering disebut dengan sumber daya manusia, termasuk di dalamnya termasuk sumber daya otak (brain). Di dalam manajemen unsur manusia merupakan yang paling utama. Sebab semuanya berasal dari manusia. Manusia di dalam manajemen mencakup semua faktor yang mempengaruhi, mewarnai dan melingkupi. Unsur manusia meliputi beberapa hal yang harus diperhatikan meliputi:

  • Jumlah, harus sesuai dengan formasi dan kebutuhan
  • Persyaratan, seperti kemampuan, pendidikan, ketrampilan, pengalaman
  • Komposisi, misalnya unsur pimpinan, unsur pelaksana, teknis, unsur administrasi

 

 

Aktivitas kepariwisataan banyak tergantung pada transportasi dan komunikasi karena faktor jarak dan waktu yang sangat mempengaruhi keinginan seseorang untuk melakukan perjalanan wisata.

Unsur yang terpenting dalam aksesibilitas adalah transportasi maksudnya yaitu frekuensi penggunaannya, kecepatan yang dimilikinya dapat mengakibatkan jarak seolah-olah menjadi dekat. Selain transportasi yang berkaitan dengan aksesibilitas adalah prasarana meliputi jalan, jembatan terminal, stasiun dan bandara. Prasarana ini berfungsi untukmenghubungkan suatu tempat ke tempat yang lain. Keberadaan prasarana transportasi akan mempengaruhi laju tingkat transportasi itu sendiri. Kondisi prasarana yang baik akan membuat laju transportasi optimal. Jarak dan ketersediaan sarana dan prasarana transportasi ke destinasi wisata merupakan hal yang terpenting. Jenis, volume, tarif dan frekuensi moda angkutan ke dan dari daerah wisata akan terpengaruh kepada jumlah kedatangan wisatawan. Kenyamanan selama perjalanan menuju destinsi wisata dan kawasan harus diperhatikan. Untuk mencapai Desa pacar berikut akan dijelaskan:

Jawa ~ bali/ kupang ~ labuan bajo/ruteng ~ desa pacar.

Kita telah ketahui dari rote tersebut, nah sekarang kita juga harus tahu naik apa kesana?

Dari Jawa atau Bali Ke Labuan Bajo dapat menggunakan angkutan transportasi udara dan laut. Jika menggunakan pesawat dapat ditempuh dalam sehari, tetapai jika anda menggunakan transportasi laut membutuhkan waktu sekitar 3 hari. Dari Labuan Bajo Ke Desa Pacar ditempuh selama 3-4 jam menggunakan mobil atau motor.

  1. Amenitas

Fasilitas – fasilitas di destinasi wisata seperti: penginapan, restoran tradisional, souvenir shop, dan lain sebagainya. Fasilitas pariwisata merupakan hal-hal penunjang terciptannya kenyamanan mengunjungi suatu daerah tujuan wisata. Di desa pacar belum belum terdapat sama sekali terciptanya suatu daerah pariwisata sebab belum ada yang mengembangkannya. Oleh karena itu perlu dikelola dari awal.

 

  1. Atraksi

Daya tarik wisata:

  • Pacar pu’u

Pacar pu’u adalah sebuah kampung tradisional dimana terdapat peninggalan nenek moyang dahulu yaitu sebuah Compang atau altar dan rumah tradisional yang cantik.

Compang adalah susunan bebatuan yang berbentuk bundar terdapat di tengah kampung sebagai simbol persatuan dan kesatuan yang menurut kepercayaan kampung atau Beo terdapat naga beo yang menjaga kekerabatan dan kenyamanan warga kampung. Yang berfungsi sebagai tempat persembahan atau sesajian kepada leluhur dan TYME pada saat acara adat tertentu seperti PENTI ( syukuran atas hasil panen dan segala sesuatu yang diciptakan oleh TYME dan semua warisan nenek moyang).

Rumah tradisional ( Mbaru Tembong) adalah rumah adat yang berbentuk kerucut yang di puncak rumah terdapat tanduk kerbau. Yang melambangkan persatuan dan kemanusiaan terhadap sesama.

  • Atraksi budaya dan makanan khas Manggarai.

Atraksi budaya seperti : tarian tradisional, upacara Penti, upacar pernikahan dalam adat Manggarai.

Makanan khas manggarai seperti: sobol dari tepung singkong, lemet dari singkong, rebok dari tepung jagung, serabe dari tepung beras.

  • Gua Tinngil

Salah satu gua yang terletak 500 meter dari kampung pacar, gua bersejarah ini punya nilai unik yaitu sebagai tempat persembunyian warga masang pacar saat masa penjajahan dan peperangan antara warga masang pacar dengan warga todo.

Tempat wisata ini belum sama sekali dikenal oleh masyarakat luas yang menhetahui hanya masyarakat di manggarai barat. Untuk itu perlu dikembangkan.

Anda dapat menyaksikan pemandangan indah hutan yang luas dan pemandangan laut dari atas puncak bukit. Juga anda dapat meliahat beberapa peninggalan unik yaitu batu berbentuk meja dan ada juga batu berbentuk kursi duduk. Dan juga anda dapat menyaksikan monyek yang hidup di atas gua tersebut. Untuk saa ini belum bisa disisipkn degan gambar.

  • Wisata agro: coklat, kopi, cengkeh, dan sayuran.

Desa pacar adalah desa yang sangat subur, udara sejuk dan nyaman. Sangat cocok untuk dijadikan tempat berkebun.

  • Istana Macang Pacar.

Masang pacar adalah nama kecamatan dari desa pacar yang dimana pada masa penjajahan “MASANG PACAR” Masang artinya Pahlawan dan pacar adalah nama kampung. Sebenarnya nama asli dari Masang adalah Panjok. Salah satu target dari keturunan Masang adalah membuat istana dalam bentuk kuburan dari pahlawan tersebut sebagai penghormatan karena bagaimanapun juga dia adalah sebagai pahlawan orang yang menumpahkan darahnya demi kecamatan masang Pacar.

  1. Tehknologi atau mesin.

Tehknologi digunakan untuk memberi kemudahan atau menghasilkan keuntungan yang lebih besar serta menciptakan efesiensi kerja. Tehknologi modren digunakan untuk memberi kemudahan atau menghasilkan keuntungan yang lebih besar serta menciptakan efesiensi kerja . Digunakannya mesin-mesin dalam suatu pekerjaan adalah untuk menghemat tenaga dan fikiran manusia didalam melakukan tugas-tugasnya baik yang bersifat rutin maupun yang bersifat insedental, baik untuk pekerjaan-pekerjaan yang bersifat teknis industry (engineering) maupun yang bersifat teknis paperwork.[1]

 

 

  1. Promosi

Promosi adalah arus informasi atau persuasi satu arah yang dibuat untuk mengarahkan seseorang atau organisasi kepada tindakan yang menciptakan perkiraan dalam pemasaran.

Suatu kegaitan dalam kehidupan sehari-hari bahwa seberapa besar manfaat suatu produk bagi konsumen, tapi produk tersebut tidak akan dapat mencari sendiri pembelinnya. Oleh karenanya produsen dituntut tidak hanya menciptakan produk yang bermutu, menetapkan harga yang menarik tetapi harus juga mengusahakan agar produk yang dihasilkan dapat di pasarkan dengan mudah dan lancar serta menyebarluaskan informasi tentang produk wisata yang akan dibeli, dan dinikmati oleh konsumen.

  1. Pemasaran

Pemasaran dalam pariwisata berupa produk wisata dalam bentuk paket wisata yang di pasarkan baik melalui tehknologi ataupun manual. Contohnya dimuat dalam website atau dipasarkan melalui agen perjalanan. Agent juga harus menentukan harga suatu produk wisata.

 

Sanonggoang Lake

The Development of Sanonggoang Lake, West Manggarai, Flores

Outline:

  1. Geographical Location and Condition
  2. History of Sanonggoang Lake
  3. The Components of Tourism in Sanonggoang Lake
  4. How do the Local Government Improve The Component
  5. Conclusion
  6. Reference
  1. Geographical Location and Condition

Lake Sanonggoang is located in Wae Sano village, West Manggarai.It is 63 kilometres from Labuan Bajo. The borders of Sanonggoang District are Boleng District in the east, Komodo District in the west, and Lembar District in the south. The lake is located between Wae Sano village and Sano Nggoang village. The population in Sanonggoang is 13.819 with 7.122 males and 6.697 females.

With depths of up to 500meters, it is said to be among the world’s deepest crater lake.Sanonggoanglake is located 750meters above sea level, southeast of Mbeliling Forest. The lake and an overall surrounding area of 5.500 hectares are proposed to become a protected area due to the remaining forests and endemic bird species such as the native Flores crow and the Flores monarch.

The lake has an area of approximately 513 ha, 3 kilometers wide and depth of 500 meters up to. The lake’s sulfuric content is high.Sanonggoang is actually like the Dead Sea in Israel. In Dead Sea, there are no aquatic animals because it is 9.6 times as salty as the ocean. In Sanonggoang case, we can’t find them because the lake is full of sulfur.

The area of Sanonggoanglake can be explored by horseback riding or simply by walking.Sanonggoanglakeisstill in natural area and when viewed from above at a distance of 150 meters its beauty is twofold. The hot springs around Sanonggoang are up to 100 degrees Fahrenheit / 37 degrees Celsius with true natural value. Between Labuan Bajo and Werang – the major village of Sanonggoang district – the road is asphalt, but from Werang to Lake Sanonggoang theroad is made of stone.

  1. History of Sanonggoang Lake

There are many versions of folktale when it comes to Sanonggoang.

The first one was about how the lake was formed, which is passed down from mouth to mouth. A long time ago, before the lake was there, lived two men. One of them was blind while the other one was palsy. They lived isolated from the other villager. The blind man’s house was not so far from the palsy man’s house, so they can still hear each other’s voice from their house. They hardly have any visitors to their house. There was just a dog that went back and forth from one’s house to another. The dog was called Lawe. Lawe sometimes slept in the blind man’s house and the other time he slept in the palsy man’s house.

One day, the blind man was starving because he didn’t have fire to cook some food. The blind man then called his only friend for help. The palsy man thought a way to help his friend. Then he had an idea and give the instruction to the blind man. The palsy man then tied his hearth to Lawe’s tail and after that the blind man called Lawe as if he had food for Lawe. Lawe jumped right away from the palsy man’s house to the blind man’s house. That time, Lawe’s tail raised and the hearth hit Lawe’s body. He was really surprised and barked here and there. It was so funny that the palsy mand started to laugh followed by the blind man. Lawe wasn’t running to the blind man’s house but frantically ran helter-skelter, tried his best to let go of the hearth that was tied to his tail.

Not too long after that, suddenly a windstorm came and in a distance, they heard a voice calling for them. They were really scared. The voice was getting closer and closer. The two of them then saw a long haired old man with white beard and wooden stick walking towards them. The old man asked both of them whether they want to eat rice or porridge. The blind man answered that they want to eat porridge. The old man stomped his stick to the ground and the hot water came out five minutes later. The hot water came out more swiftly as the old man disappeared, leaving the blind man and the palsy man who were screaming for help. Bit by bit the water flooding up and then turned into a lake.

The second one was about the origins of its name. It is said that the Gelarang (local region head, a notch below the king) and his wife used to ride a really big dragon with fire on its head to help them make their way through the lake in the night while its tail released a deadly poison to anticipate enemy’s attack which may have been following them. When Gelarang and his wife arrived at the center of the lake, the fire from the dragon looked like a big torch, makes a really magnificent scenery which attracts a lot of people near the lake. That is why this lake is named Sanonggoang or fiery lake.

The poison form the tail killed every organism from animals to plants in Sanonggoang lake. That is the reason why up until now there are no single organism besides duck and crab.

Regardless from the folktales, this lake has its own scientific explanation which is inseparable from the geological process that still going on in Flores.

Flores was well-known for its volcanoes. Volcanic eruptions always occur from west Flores to east Flores. That is why various kind of “hano” or lake in local language was found.

Sanonggoang was formed after the eruption of Wai Sano mountain. Although no historic activity is known from Wai Sano, it is believed to have erupted in the past 10,000 years. This eruption formed a caldera which then filled with water.

  1. The Components of Tourism in Sanonggoang Lake

The components of tourism are important to support any destination. There are four basic components are needed for developing Sanonggoang Lake, consist of :

  1. Accessibility
  • By Ship

The majority of them heading to Komodo island with a stopover first at Labuan Bajo via Ferry from the port of Sape on Sumbawa island. To go to Labuan Bajo by road and is indeed the cheapest way for travelers, they should head for the port in Bima and then take the ship to Labuan Bajo. To go to Bima, there are also buses from Java, Bali, and Lombok.

  • By Plane

Labuan Bajo airport is located near the center of the city. The airport is named Komodo Airport and most of the routes served are Denpasar-Labuan Bajo. In addition there are also a routes of flight Kupang-Makassar-Labuan Bajo, and Ende-Labuan Bajo. If the prospective tourists coming from a city that has not had a direct flight to Labuan Bajo then it is advisable to switch planes in Denpasar (Bali). There are a number of airline flights to and from Labuan Bajo, such as Garuda Indonesia, Lion Air, Wings Air, Merpati Nusantara Airlines, Pelita Air Service, and Sky Aviation.

After we arrived at Labuan Bajo, follow the main road from there to Ruteng. At the crossroads after approximately 35km, turn right in the direction of Werang. The distance from the intersection to Werang is approximately 10.5km, and it is a further 16.5km from Werang to the actual lakeside. This last section takes approximately 1 1/2 – 2 hours by motorbike, and 3 1/2 – 4 hours by foot. Please note that the road condition is poor, starting from the intersection on the main road. It may be difficult or even impossible to pass this part of the road during the rainy season. If you are traveling by local transport, it is recommended that you take an ojeg in Werang for the remaining distance to the lake.

  1. Accommodation

There are many hotels in Labuan Bajo can be an option to stay such as: Jayakarta Hotel, Bintang Flores Hotel, La Prima Hotel, and etc. And there are also fourteen families have recently joined the homestay network. All houses provide mattresses, clean linens, mosquito nets, clean drinking water, and others depending on the homestay. But two houses provide private guest rooms. Those that do not yet have private room provided a curtain for privacy. The share bath room facilities are located behind the houses and feature traditional squatter toilets and bucket showers. Availability of electricity varies from homestay to homestay, as some own generators, while others still rely on rechargeable lamps for light in the evening.

  1. Attraction
  • Volcanic Lake

The lake has an area of approximately 513 há, 2.5 and 3 kilometres wide, and a depth of ±600m. The lake has sulphuric content high enough for activites related to skin health, revitalisation and can be circled by horse back. Lake Sanonggoang is in a still natural area and when viewed from above at a distance of 150 metres its beauty is two-fold.

  • Hot Springs and Sulfur

Around Lake Sanonggoangare hot springs up to 100 degrees Farenheit / 37 degrees Celsius with true natural value. The real attraction here is the water being hot enough to cook eggs and bananas in just 3 minutes. Visitors can also experience a Natural SpaLake, forest, and village Sanonggoang in a small pool near the lakes’ edge.

  • Flores Endemic Birds

Bird species found in the region of Lake Sanonggoang include: Teals (Anassuperciliosa, Anasgibberifrons); endemic Flores crow species (Corvusflorensis); Swamp species (Tesiaeveretti, Rhipiduradiluta, Caridonaxfulgidus). Lake Sanonggoang is well-known as a bird watching location with a high population of birds in the region.

  • Natural Medicine

In Sesok Forest natural medicine is often used by the local community for fever, flu, malaria, pregnancy and cancer. These medicines can be seen while trekking.

  • Ecotourism Savanna Peak

Trekking to Savanna Peak is short but steep. From the peak of Mbeliling mountain,Golodewa, the lake, Mbeliling Forest, and a number of small islands can be seen. It is also possible to enjoy traditional coffee and local food at the peak.

  • Religious Tourism

There is a picturesque, old wooden church at Lake Sanonggoang and parish houses. The church has never been renovated and is maintained in its original condition.

  • Agricultural insights:

Traditional cultivation and irrigation systems

Care and propagation of domesticated animals

Cultivation of cash crops in combination with local crops

  • Culture:

Local handicrafts

Village traditions, dances, and local traditional ceremonies

  1. Amenity

Tourism amenities at Sanonggoang Lake are relatively limited as development of infrastructure will require an environmental impact assessment to ensure the environment is not damaged in the development process. Facilities in existence are:

  • Horses to explore the area of Sanonggoang Lake
  • Local guide
  • Public toilet
  1. How Do The Local Government Handle Sanonggoang Lake

. West Manggarai government said that to develop the attractiveness of Sanonggoang Lake requires community participation from villagers ofWae Sano. The Government has developedWae Sano village into a tourism village, although there are still many improvements to be made but at this point the tourism sector inSanonggoang Lake considers as a big help to the economy section in Wae Sano village. Also, in 2012, the government had targeted the improvement of rural roads from Werang to Sano Lake and manufacture guardrail on the south side of the lake and it was stated these improvements would also be finished that year. But, in fact it is just a target because there is no realitation of the target till now. In the Medium Term Development Plan document 2011-2015 West Manggarai stated that the tourism sector is a top priority but it is not a priority in budget allocations. And because of that statement, the lane road to Sano Nggoang Lakeis in poor condition right now. A number of points on the roads in the region suffered damage severe enough to impede the flow of transport from and to the region. The road construction is the responsibility of the Department of Public Works, and until now there is no budget allocated for the construction of roads leading to Sanonggoang Lake. So, the road condition is still bad until now.

CONCLUSION

Lake Sanonggoang is located in Wae Sano village, West Manggarai.It is 63 kilometres from Labuan Bajo.With depths of up to 500meters, it is said to be among the world’s deepest crater lake.

There are many versions of folktale when it comes to Sanonggoang.The first one is about two men and a dog. It explains how the lake is made. The second one is about a dragon with fire on its head and it explains why the lake is called Sanonggoang. Scientifically, the lake was formed after the eruption of Wai Sano mountain. Although no historic activity is known from Wai Sano, it is believed to have erupted in the past 10,000 years.

There are many ways to get to Labuan Bajo. The first one is by ship from a port in Bhima or Denpasar. Tourists can also go there by plane. The routes are Denpasar-Labuan Bajo, Kupang-Makassar-Labuan Bajo, and Ende-Labuan Bajo. From Labuan Bajo to Werang, tourists can go by bus, car, or motorcycle (ojeg). From Werang, it is recommended to take ojeg for the remaining distance to the lake.

The attractions in Sanonggoang are the volcanic lake itself, hot springs, bird watching, trekking, hiking, horseback riding, religious tourism, the culture and agricultural insight. The facilities are home stays, bird watching equipment, and information boards.

West Manggarai government said that to develop the attractiveness of Lake Sano Sanonggoang requires community participation from villagers ofWae Sano.Also, in 2012, the government had targeted the improvement of rural roads from Werang to Sano Lake and manufacture guardrail on the south side of the lake. The government hopes that these improvements will be able to attract more tourist to visit Sano Lake.

References

http://www.floresexotictours.com/social/community-based-eco-tourism

http://www.florestourism.com/where-to-go/sano-nggoang-crater-lake

http://travel.kompas.com/read/2012/04/28/03203235/Manggarai.Barat.Gencar.Promosi.Obyek.Wisata

http://hendrikushaluan.blogspot.com/2013/06/sejarah-danau-sano-nggoang.html

http://hendrikushaluan.blogspot.com/2013/06/sejarah-nama-danau-sano-nggoang.html

POSTING BY. SUSANA ANDRYANI DIYANER