Arsip

Field trip Sukabumi

Sukabumi terbagi ke dalam dua wilayah administratif, diantaranya adalah kota sukabumi sendiri dan  wilayah kabupaten Sukabumi. Field trip kali ini, program studi Manajemen Destinasi Pariwisata terbagi ke dalam dua kelompok kerja; kelompok kabupaten dan kelompok kota. Tema field trip adalah Evaluasi kinerja Pemasaran pariwisata.

Sedikit berbagai tentang tahap-tahap field trip  yang biasa dilakukan oleh mahasiswa MDP sejak semester 3:

  1. Tema field trip ditentukan oleh dosen sesuai dengan kurikulum yang ada di STP Bandung
  2. Sebelum field trip kami dibagi kelompok sesuai dengan ketentuan dosen dan tema yang akan diobservasi/diteliti.
  3. Mencari konsep dan teori dari tema yang ada (sambil konsultasi ke dosen dan diskusi bersama)
  4. Membuat operasional variabel
  5. Membuat instrumen penelitian: kuesioner, pedoman wawancara, check list

Kemudian uji validitas instrumen dengan mencoba untuk menguji pertanyaan kepada teman kampus di luar jurusan kepariwisataan yang dianggap bisa menjadi contoh responden.

Pada field trip- field trip sebelumnya, lebih banyak ke obyek wisatanya sedangkan kali ini lebih ke dinas pariwisata. dinas pariwisata kota  dilakukan oleh kelompok kota sedangkan dinas pariwisata kabupaten Sukabumi dilakukan penelitian oleh kelompok kabupaten.

like earth_170410_0082

my girls

Kabupaten Sukabumi dikenal dengan geoparknya yang marak akan diresmikan pada bulan Mei 2017 nanti menjadi salah stau situs warisan dunia atau akan terdaftar dalam daftar UNESSCO. Hal tersebut akan menjadi salah satu faktor yang akan meningkatkan jumlah wisatawan yang akan mengunjungi kabupaten Suka Bumi.

Okelahhh,, selain ke Dinas pariwisatanya gak mungkin terlewatkan dong kan mesti jalan-jalan juga ya walaupun tujuan utamanya untuk bagi kuesioner namun kesempatan bersenang-senangnya dapet. heheee

like earth_170410_0382

Karang Hawu Beach

Usai mampir di dinas pariwisata kami langsung ke Pantai Karang Hawu, lautnya memang agak berbahaya sih ombaknya juga deras banget jadi di sini memang gak ada aktivitas seperti snorkeling, berenang apa lagi diving. Di sini terlihat beberapa masyarakat yang sedang memancing dan beberapa lainnya duduk hanya menikmati udara pantai dan jalan-jalan di pesisir pantai. Yang tertarik di sini, desiran ombak yang tinggi mencapai 2-5 meter dengan pemandangan yang indah. Disini juga bisa menikmati sunset yang indah.

kemudian, sekitar 1 KM dari pantai Karang Hawu kami menuju pantai Citepus  sedikit agak berbeda dengan pantai sebelumnya kalau di sini ada aktivitas bermain sepak bola di pantai. pengunjung yang ada di dua pantai ini umumnya berasal dari daerah Suka Bumi sendiri. Ada beberapa saja yang berasal dari luar daerah seperti Banudng, Bogor dan Cianjur.

keesokan harinya; kami mengunjungi beberapa obyek wisata di wilayah perkotaan untuk melanjutkan pencarian data.

like earth_170410_0153

Pantai buatan-photo taken by Gardis

ada sebuah taman wisata namanya Santa Sea. ini merupakan sebuah theme park milik swasta sebagai tempat hiburan yang biasa dikunjungi oleh masyarakat lokal maupun masyarakat dari luar sepeeti Bogor, Jakarta, Cianjur dan Bandung.

selanjutnya mengunjungi tempat pemandian air panas atau kunjungi link  ini

bagi saya, kolam air panas tersebut kurang diperhatikan kebersihannya, contohnya: toiletnya terlihat kotor, keramiknya tidak terawat, area pinggir kolam masih ada sampah plastik. saya sangat tidak tertarik untuk menikmati wahana Air tersebut. saya lebih memilih wahana air di Santa Sea, dikelola dengan baik, bersih dan pelayanannya juga sangat bagus.  berdasarkan hasil pengamatan, tempat wisata ini banyak dikunjungi masyarakat setempat dan bahkan tidak ada pengunjung luar Kota.

besok harinya, mengunjungi air terjun Citatih untuk menikmati aktivitas arung Jeram.. ini asik bangett,,, sungainya luas banget,  jarak yang digunakan mencapai 12 KM namun yang kmi pilih hanya yang 9 KM atau ditempuh selama 2 jam.

Tidak bisa dipungkiri Indonesia sangat populer dengan masalah sampah. di pinggir sungai sampah bertebar begitu saja, warna air yang kecokelatan mengurangi nilai obyek wisata ini. air yang berwarna kecokelatan ini terjadi karena hujan di bagian hulu Sungai.

like earth_170410_0387

Citatih River

namun,  karena kehebohan anak kelasan yang tidak pernah ada hentinya membuat saya terus bersemangat untuk menikmati atraksi wisata Arung Jeram.

“Segala sesuatunya adalah milik Tuhan”

“Dipinjamkan untuk umat manusia”

“Yang seharusnya dilestarikan dan dijaga”

“Yang kita lakukan hari ini adalah untuk masa depan generasi mendatang”

Tulisan: Susana Andryani

Kampung Pacar – Flores-NTT

Pacar adalah sebuah nama Kampung yang terletak di kecamatan Masang Pacar Kabupaten Manggarai Barat. Letaknya di bagian utara Manggarai Barat, dengan jarak kurang lebih  45 km dari ibukota Labuan Bajo. dan dapat ditempuh 3-6 jam dengan kendaraan roda dua/empat. Kampung Pacar dapat ditempuh dari berbagai jalur. Dapat dijelaskan sebagai berikut:

  • Labuan Bajo Menggunakan oto kol menuju Desa pacar dengan arah Labuan Bajo Pacar atau Rego dengan biaya 50-100 rb per orang
  • Labuan Bajo –Bari – Pacar menggunakan kapal laut menuju Bari (Ibukota Kecamatan Macang Pacar selama 3 jam; lalu dari bari menuju kampung Pacar menggunakan oto kol sejenis mobil truk cuman mabil ini dimodifikasi dengan bak kayu sebagai tempat pengangkut penumpang.
  • Ruteng – Pacar menggunakan oto kol yang jurusan Ruteng Pacar atau Rego.
  • Berikutnya bisa dari arah utara yaitu Reo-Pacar dengan motor atau bisa menggunakan oto kol dari Reo-Pateng. Lalu dar Pateng bisa menggunakan oto kol yang jurusan Rego-Labuan Bajo/Ruteng.

    IMG-20160914-WA0004

    Upacara Penti tahun 2017, Pacar

Kampung Pacar merupakan salah satu desa yang masih menerapkan tata cara kehidupan adat istiadat Manggarai. Dalam desa ini hidup beberapa suku diantaranya adalah suku Pacar, Suku Mbehel, Suku Perkesa, Suku Tampang dan Suku Muri Wuni. Dalam setiap suku memiliki struktur kepemimpinannya masing-masing mulai dari kepala sukunya (Tu’a Tembong), dan kepala suku yang membantu Tu’a Golo adalah Tu’a Teno yang membantu dalam urusan hak milik tanah di suatu masyarakat. kampung pacar memiliki sumberdaya yang beragam mulai dari potensi sumberdaya alam, peninggalan sejarah dan budaya. Ini merupakan potensi yang belum dikelola dan diekspos menjadi obyek wisata di manggarai barat. Wilayah ini sama sekali belum disentuh oleh pariwisata oleh karena itu alangkah baiknya dikelola terlebih dahulu sehingga bisa tertata dengan baik dan kemudian bisa meningkatkan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat. Desa Pacar juga dikenal sebagai desa yang subur. Di sana  hidup berbagai jenis tumbuhan  dan cocok bagi lahan pertanian.  Karena suhu udaranya sedang. Desa pacar ini terletak di wilayah pegunungan sehingga tingkat curah hujan juga lumayan tinggi dibandingkan dengan wilayah lainnya seperti Bari dan Labuan Bajo yang nota bene wilayah pesisir.

Penduduk di desa Pacar mayoritas bekerja sebagai petani. Berbagai hasil pertanian berupa padi, cengkeh, kopi, kemiri, kelapa, sayuran, dan lain sebagainya merupakan pusat nafkah hidup masyarakat ini. Namun, terkadang jika iklim tidak menentu maka sangat berpengaruh terhadap aktivitas pertanian dan kehidupannya. Jadi ada beberapa masyarakat juga yang bekerja sampingan sebagai pedagang yang mengumpulkan berbagai jenis bahan baku lalu menjualnya ke kota Labuan Bajo atau ke Ruteng. Hal tersebut dilakukan karena  pengahasilan tani yang tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan keluarga.

Dalam satu keluarga rata-rata memiliki 3-8 anggota keluaraga, jadi  hasil tani tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan sekunder salah satunya adalah biaya pendidikan. Sehingga banyak pemuda/pemudi atau lulusan SMA/SMK yang bekerja terlebih dahulu untuk melanjutkan ke perguruan tinggi untuk membantu orang tua dalam membiayai hidup sendiri.  Namun ada juga keluarga lainnya yang mampu membiayai pendidikan sehingga anak-anaknya tidak perlu bekerja sebelum kuliah. Rata-rata generasi Kampung Pacar memilih lokasi perkuliahannya ke tanah Jawa, Bali, Sulawesi dan beberapa lainnnya memilih dalam propinsi seperti di Kupang, Ruteng, Ende dan Maumere.

Persaudaraan di kampung Pacar dan hampir semua wilayah Manggarai  sangat kuat, dimanapun dan apapun yang terjadi dalam suatu kehidupan sosial masyarakatnnya. Salah satu contohnya acara Wuat Wa’i. Acara ini merupakan salah satu bentuk nyata dari rasa persaudaraan, yang dimana  sekumpulan warga kampung bisa terdiri dari 40 Kepala Keluarga mendukung seorang anak dari sebuah keluarga yang ingin melanjutkan perkuliahannya atau merantau dengan membuat sebuah peraaan besar namun pada intinya dalah menggalang dana untuk biaya perkuliahan dan kehidupannya menuju di tanah rantauan. Dari 40 kepala keluarga ini akan mengundang seluruh warga kampung maupun kampung tetangga dan lainnya untuk hadir dalam acara tersebut. Dan perlu anda tahu bahwa masyarakat manggarai walaupun berbeda desa, atau kecamatan jika masih hubungan keluarga pasti akan datang jika tidak berhalangan. Dalam acara ini semua bentuk barang yang dijual dalam pesta ini  akan memiliki nilai jual lebih  dibanding dengan harga aslinya. Misalnya sate, rokok, arak lokal, dan laiinnya. Hal tersebut sudah menjadi kebiasaan desa jadi tidak heran jika anda ikut pesta tersebut anda akan mengeluarkan cukup banyak uang. Istilahnya uang amal dan memang dinilai bukan uang tetapi kekeluargaan. Persaudaraan atau kekeluargaan tidak bisa dinilai dengan uang. Acara wuat wa’i juga tidak harus menggalang dana, namun pada dasarnay sebelum si perantau pergi ia akan diutus atau istilah bahasa manggarainya “Lalong bakok’n du lakon, lalong rombeng du kolen”. Upacara ini memiliki beberapa makna yaitu sebagai minta kepada yang maha kuasa agar perjalanan dan kehidupan anak yang akan merantau sampai di tempat tujuan dengan selamat dan hidup yang baik di tanah orang. Kemudian ini merupakan ajang untuk memberikan pesan-pesan kepada anak yang akan merantau bahwa “merantau bukan karena banyak tahu tetapi karena tidak tahu apa-apa makanya pergi merantau untuk mengatahui banyak hal sehingga kembali ke daerah sendiri bisa membawa banyak pengalaman dan pengatahuan yang dapat membawa perubahan bagi daerah sendiri”.

Bersyukurlah kita masih diberikan kesempatan untuk bersekolah dari manapun berada ke kota Besar, walaupun dari daerah yang sangat terpencil. Namun yakinlah bahwa anda bisa membawa perubahan bagi diri kita sendiri, orang tua dan daerah.

Ada beberapa tempat menarik yang perlu anda tahu di Wilayah Kampung Pacar

  1. Rumah Adat

Rumah adat ini bebentuk tidak jauh dari Wae Rebo Traditional house namun perbedaanya kalau Rumah adat di Pacar bentuk panggungnya agak tinggi dan isinya tidak bertingkat, cuman ada satu ruang untuk berkumpul dan space nya lebih besar. Rumah adat ada 2 dari 2 suku yaitu suku Pacar dan suku Mbehel namun suku Pacar belum direnovasi maish rumah panggung biasa tidak seperti rumah adat suku Mbehel.

  1. Compang(altar)

Compang adalah susunan bebatuan yang berbentuk bundar terdapat di tengah kampung sebagai simbol persatuan dan kesatuan yang menurut kepercayaan kampung atau Beo terdapat naga beo yang menjaga kekerabatan dan kenyamanan warga kampung. Yang berfungsi sebagai tempat persembahan atau sesajian kepada leluhur dan TYME pada saat acara adat tertentu seperti PENTI ( syukuran atas hasil panen dan segala sesuatu yang diciptakan oleh TYME).

  1. Gua Maria

Mau berziarah pun bisa; berdoa dengan tenang dengan suasana yang berbeda, dikelilingi pepohonan hijau bebas polusi, pemandangan yang indah pasti menyenangkan bukan? Gua Maria ini juga berada diatas perbukitan batu-batuan besar yang masih bagian dari Benteng Tinggil. Jarak Dari kampung Pacar ± 500 meter.

  1. Benteng Tinggil

Merupakan salah satu bentuk batu  raksasa yang sangat tinggi dengan bentuk yang curam di sekililingnya. Di dalam benteng ini terdapat gua-gua kecil konon tempat ini merupakan tempat persembunyian penduduk pada zaman peperangan. Batu ini sangat luas dan panjang. Uniknya benteng ini memiliki jalan masuk hingga menembus ke bagian baratnya. Ini merupakan satu-satunya jalur yang paling singkat menuju kebun sebelah benteng. Karena jika tidak memiliki jalan masuk ini maka  untuk mencapai ke wilayah bagian baratnya akan menjadi sulit karena harus melintasi bagian selatan dan utaranya benteng yang cukup lama dan perjalanan semakin panjang. Puncak Goa pun tak kalah indahnya; bagi kamu yang suka berpetualang disinilah kamu bakal nikmatiin sensasinya!! disuguhkan dengan bentang alam yang asri, pemandangan hutan yang luas, laut di pulau Boleng serta dapat menyaksikan  sunset yang eksotis.

  1. Persawahan Dan Perkebunan

Kamu juga dapat melihat aktivitas pertanian sebagai aktitas sehari-hari masyarakat di sini. Ada area persawahan  yaitu aktivitas menanam dan memanen padi. Kemudian yang lainnya yaitu menanam/memanen ubi-ubian, area perkebunan kopi, perkebuanan cokelat, perkebunan Cengkeh dan perkebuanan lainnya  seperti buah-buahan. Jangan kaget loh, daerah ini juga pengahsil durian yang enak. hehe

Masih banyak kegiatan yang bisa dilakukan di kampung Pacar.  Tidak jauh dari Kampung juga terdapat sungai air terjun yang masih asri. Makanya jangan cuman baca aja skali-skali kesana sekalian ke Labuan Bajo juga kan. hehhe  Saya sendiri adalah warga kampung Pacar. Dasar penulisan ini merupakan benar-benar hasil pengalaman pribadi. Namun desa ini belum dikelola dengan baik, terutama sektor pertanian. Karena masih banyak kendala-kendala baik dari masyraaktanya sendiri, pemerintahnya dan semua yang seharusnya terlibat. Oleh karena itu desa ini sangat membutuhkan perhatian khusus, baik dari lembaga pendidikan, lembaga pertanian, lembaga pemerintahan  untuk sama-sama mengembangkan potensi daerah ini sehingga sektor lainnya bisa ikut berpartisipasi dalam memberikan dukungan salah satunya adalah Pariwisata. tetapi yang paling penting adalah masyarakat dan potensi dasarnya dulu yaitu pertanian dikembangkan.

Semoga tulisan ini bermanfaat, tulisan ini masih sangat belum sempurna jadi masih butuh banyak referensi dan saran yang bisa membuat tulisan selanjutnya lebih baik.

Posted by Susana Andryani Diyaner

Mengenal Karakter Sahabat Kecil

Emang lo punya sahabat kecil ? Apaansii iya iyalah punya, masa engga, emang lu kira gue tinggal di Bintang gitu yang kaga ada manusia nye.. (cuman pengen mengekspresikan sedikit dialeg orang sini)

Iya dulu saya punya teman masa kecil yang sebenarnya banyak banget intinya sekampung halamanlah, tetapi ada beberapa orang yang ingin saya ceritakan mengenai sahabat kecil saya dulu, khususnya yang seangkatan dengan saya. Sahabat kecil bukan berarti cuman sahabat waktu kecil doang ya, namun hingga sekarang ini. Cuman ceritanya jauh sangat berbeda dengan sekarang, bagaimana pun juga kami memeliki jalan hidup masing-masing jadi sekarang menjelajahi hidup di bumi yang berbeda juga. Sulit untuk bertemu dan berkumpul seperti dulu.  Dulu kami satu sekolah mulai dari SD hingga SMP, tepatnya di SDK Pacar dan SMP N 1 Macang Pacar angkatan tahun 2003-2012.

Yang pertaman sahabat saya bernama Yohana Surniko Ratna Wati yang biasa disapa Ratna, dia memiliki postru tubuh langsing, tinggi dan rambut panjang yang membuat dia terlihat anggun walau tampak mukanya yang galak dicampur jutek namun jika tersenyum maka bunga putri malu pun langsung mekar kembali hahahha. Yang berikutnya bernama Petronela Meji biasa disapa Rolen atau Ipin hahah maaff ee J. Di memiliki postru badan yang mungil dan imut serta wajah yang keliatan manis dan kulit exotic. Dulu dia cewek pendiam semasa kecilnya namun karena sekarang suka berperan menjadi ipin haha akhirnya tingkahnya berubah dan cerewet seperti ipin hahah becanda maksud saya sekarang kan udah dewasa setiap hari pasti selalu berubah dalam segala hal.  Lalu  ada juga sahabat saya bernama Reliana Ijen disapa Reli atau Upin, bisa dibilang ini adalah anak dari Gunung Ijen hhh. Mungkin diberi nama Ijen supaya  kelak bisa menjadi orang yang sukses setinggi gunung Ijen atau mungkin ada arti dalam bahasa lain yang lebih bermakna. Kemudian satu orang lagi namanya Natalia Maju. “Natalia” means that she was born at the day after Christmas Day and “Maju” it’s mean that something  never give up. Dulu sesama kami suka menyapa dia dengan panggilan Cemong aatau kadang-kadang tiang listrik karena dia lebih tinggi dari antara kami, maapp Liand.

Dulu banyak sekali hal-hal yang kami lakukan dalam mengisi masa kecil kami di kampung halaman. Saya masih ingat dulu ketika pulang sekolah, kami suka jalan bersama dan bercanda ria dengan suara teriakan yang menemani kesepian jalan raya sepanjang Herang (Lokasi sekolah) hingga kampung Pacar. Berseragam merah putih, buku tersimpan dalam kresek (biasanya senang dengan kresek sandal yang bekas untuk menyimpan buku tulis dengan ciri-cirinya yang simple dan baik untuk melindungi buku tulis dan peralatan lainnya) dan beralaskan dengan sandal jepit (dulu kami tidak menggunakan sepatu saat maih SD kecuali ada perayaan Nasional). Pulang sekolah tanpa ada batas mulut selalu berkomat kamit dengan muka polos yang membawa kebahagiaan tersendiri.  Salah satu diantara kami yang suaranya paling besar dan tinggi adalah Ratna, sedangkan Lian, saya, Upin Dan Ipin memiliki suara yang agak melengking. Kebersamaan sekolah tersebut berlangsung selama  9 tahun dan bercanda ria sepanjang  perjalanan juga pun begitu.

Dulu juga kami suka mencari serta mengumpulkan kayu  bakar bersama. sekeliling  rumah di perkampungan saya  pasti dikelilingi pepohonan seperti pohon kopi, cokelat, kelapa, bambu, akasia, dan hutan yang meluas sekitar 1 km dari rumah. Hadeuuhh kampung saya emang bener-bener suasana kampung banget deh, pokoknya  kalo kalian yang sedang membaca ini pengen dan berkunjung kesana  pasti bakal nyaman. Kalian akan jauh banget dari keramaian kota yang sempit penuh dengan polusi. Apa lagi yang suka banget sama kehidupan desa huuhhff ayulahh dateng ke kampung saya. “My Darling is My Home”. Cari kayu bakar sudah menjadi kebiasaan bagi kami, anak perempuan di kampung membantu orang tua dengan berbagai cara: mengumpulkan kayu bakar di kebun atau hutan, masak, menyiapkan  makanan babi (hampir semua rumah tangga memiliki peliharaan babi dan memang mayoritas beragama Katolik), mencuci, mebersih rumah, menanam padi, membersih kebun, lahh pokoknya buanyaak. Yaaa saya rasa itu ajaran yang baik, sehingga kami bisa menjadi orang yang pekerja keras, bertanggung jawab, belajar untuk hidup rumah tangga, mandiri dan mencintai orang tua.

Mainnya kapan? Dimana?

Kami  sebenarnya bermain di mana pun kami berkumpul, bersama bahkan saat mengumpulkan kayu bakar pun juga kita akan selipkan dengan bermain. Di tengah kampung saya terdapat  sebuah Compang yang artinya altar. Tempat ini tersusun batu unik yang bentuknya bundar lalu dikelilingi taman bundar juga dan paling luarnya ditutup dengan susunan batu juga. Batu bundar yang tersusun rapih ini konon berdasarkan cerita rakyat disusun oleh nenek moyang zaman dulu dan memiliki arti yang mendalam. Dan memang batu bundar yang tersusun rapih ini bukan hanya di kampung saya namun juga terdapat di beberapa tempat di Manggarai.  Compang digunakan sebagai tempat persembahan kepada Tuhan pada saat upacara  adat tertentu. Nah, kami biasanya main di sekitar tempat tersebut, karena pada setiap sore hari anak-anak suka berkumpul  di situ dan bermain, bersuka ria masa kecil yang amat sangat indah.

 

sekarang aku juga punya temen-temen yang cakep-cakep bisa diajak berteman, mau tau klik adja disini

Jika anda berminat untuk mencari tahu kisah-kisah lain, yukk ikuti terus blog aku dan jangan lupa dilike yaa heheheh Terima kasih.

 

Anak Muda Wajib Pelajari Ini, Sejarah Tanah Kelahiran Kita, “Manggarai”

Manggarai, Manggarai Barat Dan Manggarai Timur dulunya merupakan satu kabupaten yaitu kabupaten Manggarai. Namun selama sebelum pemekaran tiga wilayah tersebut sudah memiliki sejarah masing-masing …

Source: Anak Muda Wajib Pelajari Ini, Sejarah Tanah Kelahiran Kita, “Manggarai”

Anak Muda Wajib Pelajari Ini, Sejarah Tanah Kelahiran Kita, “Manggarai”

Manggarai, Manggarai Barat Dan Manggarai Timur dulunya merupakan satu kabupaten yaitu kabupaten Manggarai. Namun selama sebelum pemekaran tiga wilayah tersebut sudah memiliki sejarah masing-masing yang panjang tentang perebutan pengaruh dan kekuasaan.

Sebelum Belanda menguasai Manggarai pada tahun  1908, ada sebuah kerajaan kecil berdaulat di Manggarai. Kerajaan-kerajaan tersebut adalah kerajaan Lamba, Cibal, Welak, Todo-Pongkor  Dan Bajo.  diantara kerajaan-kerajaan tersebut  Cibal Atau Nggaeng Cibal  Dan Adak Todo  pernah terlibat  dalam beberapa pertalian pertempuran  dalam rangka memperluas teoriti  kekuasaan.  Pertempuran pertama antar Cibal Dan Todo  adalah pertempuran di Reok Dan Rampas Rengot  atau dikenal dengan perang rongot. Pertempuran ini dimenangkan cibal. Perang rongot ini melahirkan pernang-perang berikutnya yaitu perang weol 1 dan weol 2.

Pada perang weol satu kemenangan masih ada dipihak cibal, tetapi pada perang weol 2 dimenangkan oleh Todo  sehingga batas  kerajaan adak todo bukan lagi sampai di wae  ras cancar  tetapi sampai jauh ke dekat beo kina (rahong utara).kemudian perang berikutnya adalah perang bea Loli di cibal. Pada perang bea loli cibal kembali kalah . sehingga menurut cerita watu cibal dibawah ke Todo. Setelah itu, Todo Pongkor memperluas  wilayah ke arah timur  di Borong. Maka terjadilah  perang adak tana dena. Akibat perang adak tana dena ini, batas Todo Pongkor meluas hingga Watu Jaji. Pada saat Todo Pongkor konsentrasi  mengikuti perang adak Tana Dena pasukan Nggaeng Cibal melancarkan serangan ke pusat kekuasaan Todo Pongkor. Saat itu terjadi pembakaran  rumah adat Todo Pongkor, yang disebut Tapa Niang Dangka, Poka Niang Wowang. Konon Niang Dangka saat itu  tidak bisa dibakar pasukan dari Nggaeng  Cibal kemudian memperdayai seorang perempuan tua  yang namnya kembang emas saudari dari kraeng mashur nera beang lehang tana bombang palapa untuk mengetahui  mengapa Niang  Dangka tidak bisa dibakar.

Perempuan tersebut kemudian memberitahu Niang Dangka bisa dibakar  bila bisa mengambil jimat yang ada dibubungannya. Pasukan dari Cibal pun mengambil jimat di atas bubungannya. Sayangnya mereka juga membakar  perempuan yang memebritahu keberadaan jimat tersebut.  Pasukan Cibal berusaha mengembalikan Watu Cibal yang dicaplok pada perang weol II namun tidak bisa diangkat. Sampai sekarang  watu todo  dan watu cibal tertancap bersanding di kampung todo.

Pada tahun 1907 Belanda masuk ke Manggarai  dan hendak mendirikan pusat kekuasaan sipil  di Todo. Namun, karena topografinya yang kurang baik, lalu pindah ke Puni Ruteng. Secara resmi Belanda menaklukan Manggarai pada tahun 1908. Ketika Belanda mulai menguasai Manggarai Raja Todo  (1914-2924) yaitu keraeng Tamur dipindahkan ke Puni.  Dalam perjalanan sejarahnya, belanda melihat manggarai yang meliputi wae mokel awon, selat sape  rahit salen adalah satu kesatuan yang utuh. Tidak ada lagi cibal, tidak ada lagi todo, tidak ada lagi Bajo maka disebutlah Manggarai.

Karena itulah pada tahun 1925, melalui suatu surat keputusan dari Belanda Manggarai menjadi  suatu kerajaan dan diangkatlah orang Todo Pongkor menjadi raja pertama yaitu raja Bagung Dari Pongkor. Kerajaan manggarai bentukan Belanda ini terdiri atas 38 kedaluan. Bersamaan dengan diangkatnya raja Bagung , belanda juga  menyekolahkan raja Bagung, belanda juga menyekolahkan kraeng Alexander baruk ke Manado. Alexander adalah anak dari kraeng Tamur  raja Todo. Tahun 1931/1932 Alexander Baruk kembali dari sekolahnya. Lalu kemudian diangkat jadi raja Manggarai. Karena  raja Bagung masih hidup, maka keduanya tetap raja. Raja Bagung sebagai raja bicara, sedangkan yang mengambil keputusan adalah raja Baruk. Sehingga dulu ada istilah  putus le kraeng wunut, bete le kraeng belek.

Kekuasaan keduanya berakhir pada saat keduanya meninggal dunia. Raja Bagung meninggal pada tahun  1947 sedangkan raja Baruk meninggal  1949. Kemudian keduanya diganti oleh  Kraeng Langkas  Atau Kraeng  Constantinus Ngambut, juga dari Todo menjadi raja hingga 1958. Saat Manggarai menjadi daerah Swaparaja Kraeng Ngambut masih memimpin Manggarai sebagai kepala daerah hingga 1960. Tahun 1960 itu juga kemudian dipilih bupati pertama Manggarai Aitu Charolus Hamboer dan memimpin hingga 1967. Setelah bupati Hambur kemudian diganti oleh  bupati Frans Sales Lega.

Bupati Lega memimpin samapi 1978. Setelah itu 1978-1988 Manggarai dipimpin oleh  Frans Dula Burhan. Lalu 1988-1999  dipimpin oleh Gaspar Parang Ehok. Pada masa transisi 1999-2000, Manggarai dipimpin oleh bupati sementara Daniel Woda Pale. Di era reformasi  bupati pertama yang memimpin adalah Antony Bagul Dagur  yang memimpin Manggarai  dari tahun  2000 hingga 2005.tahun 2005 diangkat bupati sementara Wilem Nope sebelum adanya  bupati definitif kepala daerah secara langsung.

Pilkada langsung pertama di manggarai berhasil dimenangkan  pasangan  Christian Rotok-Deno Kamelus. Pasangan dengan sebutan Credo ini, kembali terpilih pada pilkada langsung 2010. Keduanya memimpin Manggarai hingga 2015.

Pada tahun 2003, terjadi pembentukan kabupaten baru yaitu kabupaten manggarai barat. Bupati sementara yang ditunjuk memimpin manggarai barat dari 2003-2005 adalah Fidelis Pranda. pada pilkada 2005, Fidelis Pranda berpasangan dengan agustinus ch dula(bupati sekarang) berhasil menjadi bupati dan wakil bupati hingga 2010. Pasangan ini pecah kongsi pada pilkada 2010. Agustinus CH Dula yang berpasangan dengan Maksimus Gasa berhasil memenangkan pertaruhan dalam satu putaran. Keduanya  pun memimpin Manggarai Barat hingga pada tahun 2015.

Tahun 2007, dibentuknya juga kabupaten Manggarai Timur pemekaran dari manggarai. Bupati sementara yang diangkat untuk menjadi pemimpin manggarai timur tahun 2007-2008 adalah Frans Padju Leok. pada tahun 2008, berlangsung pilkada pertama untuk manggarai timur dan berhasil dimenangkan oleh yosep tote yang berpasangan dengan andreas agas. Pada pilkada 2013, pasangan dengan sebutan YOGA ini kembalii terpilih untuk pimpin manggarai timur hingga pada tahun 2018. (Petrus D/PTD/Floresa.co

 

Referensi

www.floresa.co/2015/08/13/sejarah-kekuasaan-di-manggarai-raya-dari-perang-todo-vs-cibal-hingga-pilkada-langsung/

 

Unforgotable Experience

When i graduated from junior high school i choosed the one of senior high school in Labuan Bajo to continue my education. That is the first state vocational school or the people usualy said SMIP Labuan Bajo.  why i choosed the tourism high school? As we know that Labuan Bajo is the most populer destination in the world, it would be the one  oppurtunity  for job in the future.

I have planned it before i graduate from junior high school with my old friends. We went o Labuan Bajo together and prepared all the administration. It was the first time i visited to labuan bajo. i was very happy because there are a lot of beautiful places that i could spend my short time beside the main porpose to followed the test at SMK Negeri 1 Labuan Bajo.  the beautiful places were Binongko beach, pede beach, waerana beach, mirror stone cave, the beautiful sunset from the hills and many more.

Well, to enter the tourism high school i must to followed the test. I think the students who pass the test examination were lucky.  Unfortunately, the test is not to difficult because it was only the simple science test, mathematics test and simple engish test. All the sentences or every number in the test were like the last examination in junior high school.

Over all, it wasn’t  give me occasion to pass the test. When it was done, i went to Bari, the capital of Macang pacar district located in the north of west manggarai regency.  I studied at the first senior high school of macang pacar.  When i graduated  in 2015, stopped for a year to help my parents  by looking for job to get money.  Now i am studying in this university to start my real future  by learning hard, getting more experince about acknowledgment and anything else i should get here.

So, that is the one of my unforgotable experience in my life. I learn from the experience  that everythings  i never give up  with all the fail situation result,  behind the fail result there is one thing to be success, to open the new inspire, to change the habbit and to change my life better.  NOW I GOTTA BE A STRONGER GIRL TO MANAGE MY FUTURE.

                i think, that’s all about the unforgotable experience. I am sorry  for my english, i am not the best in english  but i want to learn english well.  I need  the criticism and suggestion  in words and grammer  to change better.

 

sebenarnya ini pengalaman teman aku, namanya Natalia Maju tapi karena aku diminta untuk menulisnya menggunakan bahasa Inggris, maka inilah hasil tulisan yang tidak seperti yang sekolah khusus jurusan bahasa Inggris. heheh

Thank you for reading

 

 

 

 

Bukan pacar aku tapi pacar kamu juga

Mungkin kamu ketawa baca judul artikel ini tapi ini memang sungguh nyata dalam kehidupan masyarakat di  kecamatan Bagian utara Manggarai Barat yang tak kunjung bahagia. kecamatan Macang Pacar adalah salah satu dari delapan kecamatan di kabupaten Manggarai Barat. Bukan pacar saya yang tersakiti, tetapi pacar anda  juga atau bisa jadi pacar kita yang kita pelihara selama hidup sebagai tanah kelahiran. Sampai sekarang ini pembangunan jalan di Kecamatan Macang Pacar, Kabupaten Manggarai Barat bisa dibilang paling buruk sekabupaten Manggari Barat. Karena kondisi jalan raya dari kota Labuan Bajo menuju wilayah kecamatan dan dari kecamatan menuju desa-desa di dalam wilayah Macang Pacar juga sangat parah.

terang

lokasi  di Terang, Boleng

Sebagai rakyat biasa, kami tidak tahu apakah yang ada dalam perencanaan pemerintah tentang pembangunan infrastruktur, sarana dan prasarana daerah yang tak kunjung diperbaiki. Padahal jika dibandingkan dengan kabupaten tetangga seperti Manggarai Tengah dan Manggrai Timur serta kabupaten lainnya di pulau Flores lebih maju pembangunan infrastrukturnya dibandingkan Manggarai Barat. Manggarai barat merupakan salah satu destinasi pariwisata populer di dunia, dan memiliki pendapatan jauh lebih besar jika dibandingkan dengan daerah-daerah lainnya. Tetapi mengapa hal tersebut masih saja bergantung tidak jelas begitu ?????

SANYO DIGITAL CAMERA

di kampung Pacar

Ini merupakan fakta yang sangat populer di Manggarai barat yang terus berlangsung dan tidak pernah ada respon dari pemerintah tentang hal ini. Bebarapa dampak negatif yang terjadi karena jalan rusak yang terdapat di kecamatan macang pacar seperti kecelakaan maut yang menewaskan nyawa orang, kurangnya motivasi masyarakat desa untuk menjual hasil pertanian ke kota Labuan Bajo, kurang minatnya masyarakat lokal untuk berkunjung ke kota Labuan Bajo, tingkat kesenjangan sosial meningkat,  rendahnya derajat pemerintah di mata masayarakat desa karena mereka merasa tidak diperhatikan sehingga masyarakat pedesaan.

longko

bisa dibilang extrem ya

Yang berikutnya lagi, bukan Cuma pembanguan jalan umum tetapi listrik. Listrik merupakan salah satu kebutuhan pokok yang bisa menunjang kebutuhan manusia sehari-hari. Bagaimana yang terjadi di Manggarai barat  beberapa kecamatan di Manggarai barat masih menggunakan janset pribadi atau jenset per wilayah yang dihasilkan oleh persatuan warga untuk memakai listrik selama 5 jam dimualai dari pukul 18.00 WITA Hingga 23.00.

pacar2

sayang banget kan

Sementara sisa dari waktu tersebut tidak menggunakan listrik sama sekali, sekoah-sekolah SD, SMP,Dan SMA pun tidak menggunakan listrik. Tak heran lagi jika lulusan dari desa-desa di kabupaten Manggarai Barat tidak bisa mengoperasikan komputer atu benda-benda elektronik lainnya.

pacar

taken by Rikus Nahor

Sementara di Kecamatan Macang Pacar memiliki potensi penghasilan yang baik seperti, kopi, cengkeh, buah-buahan, kelapa, cokelat, kemiri, sayur-sayuran serta hasil pertanian lainnya yang mungkin bisa dipasarkan di ibukota Labuan Bajo. dan juga memiliki hean ternak seperti ayam, Babi dan sebagainya.  Kemudahan untuk mencapai setiap daerah itu lebih menyenangkan tidak membutuh waktu yang lama. Jika dihitung, dalam kedaan jalan yang normal untuk mencapai wilayah Pacar ditempuh selam kurang lebih 3-4 jam tetapi karena jalannya rusak parah ditempuh dalam waktu 9-10 jam.

Oke kawan-kawan ini merupakan tangisan seorang mahasiswi berasal dari Kampung Pacar mengenang kecamatan kita yang tidak diperhatikan oleh pemerintah daerah. Kira-kira kapan kita bisa menikmati jalan yang bagus? Menikmati listrik 24 jam? Mendapatkan hidup yang sejahtera tentram dan damai. Kapan pemerintah memperhatikan kita?…. inikah contoh mereka terhadap kita sebagai generasi muda???

AKU CINTA FLORES

Pulau flores merupakan pulau yang difavoritkan oleh semua penjuru di bumi ini, karena keindahannya yang membuat para traveler   jatuh cinta padanya. Flores itu kaya akan kekayaan alam, budaya dan sebagainya. Dari ujung pulau flores kita mengenal Pemburuan paus di Lamalera, Taman laut di Maumere, Kelimutu di Ende, Semana Santa di Larantuka, 17 island di Riung, Bena village di Bena, Wae rebo di Manggarai dan Komodo di Ujung baratnya. Dan masih sangat banyak kekayaan alam lainnya maupun budaya serta kehidupan sosial masyarakat yang masih sangat menyatu dengan alam dan budayanya. Pulau flores telah menjadi icon NTT untuk pariwisatanya, jadi tidak ada ragunnya lagi bagi penerusnya untuk dikembangkan. Kalian bisa disaksikan di siniAE CECU

Bagi putra-putri Flores, apakah kita mencintai Flores atau Provinsi NTT? Tentunya iya dong!! Nah kalau kita sebagai pecinta Flores dan cikal bakal penerus Flores apa yang kita lakukan untuk memajukannya agar menjadi pulau yang jaya dan masyarakatnya sejahtera, yang artinya bebas dari kemiskinan, pengangguran, ekonomi kita yang lemah dan lain sebagainnya.

Kita bersekolah di tanah rantauan untuk mendapatkan wawasan yang luas baik dalam pengetahuan, pengalaman hidup dan kehidupan sosial msayrakat dan budaya di daerah lain. Tatapi apakah kita sadar akan kembali ke daerah masing-masing untuk membangun daerah sendiri untuk ke arah yang lebih baik. Walaupun kembali ke daerah masing-masing, kira-kira apa yang perlu kita lakukan untuk membangun daerah kita sendiri.

komodo dragon

Grand Komodo

Kita sebagai generasi muda harus bangkit dan melihat apa yang sedang terjadi di Daerah kita masing-masing, di sana masih banyak hal-hal yang membutuhkan kita untuk terlibat dalam pengembangan kelesatarian alam dan budaya kita. Kita menelusuri desa-desa dan wilayah-wilayah terpencil di Flores dan mengarahkan masyarakat yang pendidikannya rendah sehingga mereka sadar akan pentingnya melestarikan alam dan budaya kita demi anak cucu dan generasi baru nantinnya.

Bagaimana cara kita mencintai Flores, baik lingkungan sosial, budaya, alam dan

diving

Grand Komodo

kehidupan beragama? Banyak sekali hal-hal yang perlu kita lakukan, menjaga nama baik Flores dengan tidak membuat kekacauan di tanah rantauan, menjadi mahasiswa yang berpresatasi sehinggga menjadi penerang bagi Flores, menjaga kebersihan lingkunagan sekitar kita, menjadi contoh yang baik bagi masyarakat dengan mencintai lingkungan, mencintai budaya dan menghargai satu sama lain.

Terima kasih telah membaca   mini artikel ini, semoga bermanfaat!! Mohon maaf menyinggung perasaan pembaca.

AYOOO PUTRA-PUTRI FLORES, LESTARIKAN ALAM DAN BUDAYA KITA!!

Posted by Susana Andryani Diyaner

Reba Molas Manggarai Bandung

CA NATAS BATE PALA

“Pengalaman itu akan lebih berarti jika dibagi kepada orang lain, itu prinsip saya.”

IMG_4685

PM3B

Heemm kalau pembacanya orang manggarai pasti tahu terjemahan dari judul artikel saya tersebut, dan judul itu diambil dari tema acara weekend  minggu ini. Teman-teman dalam artikel ini saya akan memabagi sedikit pengalaman yang dirasakan weeekend minggu ini yang pastinya serulah. JJ apa lagi berkumpul dengan orang manggarai, Flores serasa lagi di kampung JJJ

Sebelum saya menceritakan lebih lanjut sedikit  saya jelasakan arti dan makna dari judul artikel tersebut. “Ca Natas Bate Pala” kalimat ini berasal dari bahasa Manggarai yang artinya  bahwa sekumpulan Perantau yang hidup di Kota Bandung untuk mencari nafkah, mencari ilmu dan pengalaman. Dalam arti bahwa kami bersatu dalam kekeluargaan, persaudaraan demi mencapai tujuan sehingga selesai merantau kelak menjadi orang yang berguna bagi semua orang dan masa depan yang cerah. Mungkin dalam arti yang yang kita tahu bahwa ‘’pala’’ mencari nafkah tetapi dalam konteks ini kita mengatakan bukan untuk mencari nafkah saja tetapi lebih menekankan persaudaraan cinta kasih keluarga Manggarai Bandung.

IMG_4126

jepret waktu game Ca NAI

Di Bandung, perantau Manggarai mempunyai sebuah organisasi atau perkumpulan yang disebut IKAMABA (IKATAN KELUARGA MANGGARAI BANDUNG), dan sekarang telah memiliki turunan yaitu PM3B (PERSATUAN MUDA MUDI MANGGARAI BANDUNG). Kedua perkumpulan ini saling bekerjasama yang mana tetap lebih tua yaitu IKAMABA sementara PM3B ini adalah perkumpulan baru. Setiap kegiatan yang dilakukan oleh PM3B tetap mendapat bimbingan dari IKAMABA.

Tanggal 29-30 November 15, saku mengikuti sebuah acara yang diselenggarakan oleh PM3B, acara ini diselenggarakan di sebuah villa di daerah Bandung Barat. Tujuan dari acara ini yaitu mengumpulkan segenap orang tua dan mahasiswa untuk saling mengenal antara satu dengan yang lain khususnya untuk mahasiswa dan yang bekerja di Bandung sejak 2014 sd 2015. Sebenarnya acara ini bukan hanya dilakukan untuk tahun ini tetapi diselenggarakan setiap tahunnya.

IMG_3633

SEBELUM MISA

saya sangat terkesan dengan acara ini, selama 1 hari satu malam tinggal bersama orang Manggarai rasanya seperti berada di Manggarai. Persaudaraan orang Manggarai itu memang sangat terjalin baik dan bahkan menjadi kebiasaan buat kami untuk selalu bersatu dimanapun kami berpijak. Malam yang sangat menyenangkan dirangkai oleh acara yang bernuansa Manggarai, ditemani dengan suasana Villa yang terletak didaerah keinggian dan sunyi membuat saya merasa nyaman dan bahagia. saya  sungguh bangga dengan rekan-rekan manggarai yang begitu luar biasa meniti persaudaraan ini penuh makna, dan ini sungguh pengalaman pertama berkumpul dengan orang Manggarai di Bandung. i love themJ. Jumlah mahasiswa yang bersekolah di Bandung sekitar 60-an orang dn itu tersebar di beberapa kampus di Bandung.

Kegiatan ini juga dilaksananakan sebagai refresing buat kita, sepadat apapun waktu kerja dan kuliah kita tetapi kita tetap punya sedikit kesempatan untuk berkumpul. Dan acara ini sangat bermanfaat buat sayu karena  bisa bertemu dan berkumpul dengan orang tua Manggarai dan rekan-rekan mahasiswa Manggarai yang kuanggap sebagai keluargaku di Bandung ini. Dalam acara ini juga kita saling berbagi pengalaman yang pahit dan senang hidup di kota Bandung juga diberi inspirasi oleh orang tua yang hadir juga sebagai senior yang telah lama tinggal di Bandung.

bagi adek-adek yang ingin bersekolah di Bandung, boleh tanya kita soal biaya hidup maupun biaya kuliah di Kota Bandung. khususnya wilayah Manggarai dan sekitarnya.

POSTED BY Andryani Diyaner