Kampung Pacar – Flores-NTT

Pacar adalah sebuah nama Kampung yang terletak di kecamatan Masang Pacar Kabupaten Manggarai Barat. Letaknya di bagian utara Manggarai Barat, dengan jarak kurang lebih  45 km dari ibukota Labuan Bajo. dan dapat ditempuh 3-6 jam dengan kendaraan roda dua/empat. Kampung Pacar dapat ditempuh dari berbagai jalur. Dapat dijelaskan sebagai berikut:

  • Labuan Bajo Menggunakan oto kol menuju Desa pacar dengan arah Labuan Bajo Pacar atau Rego dengan biaya 50-100 rb per orang
  • Labuan Bajo –Bari – Pacar menggunakan kapal laut menuju Bari (Ibukota Kecamatan Macang Pacar selama 3 jam; lalu dari bari menuju kampung Pacar menggunakan oto kol sejenis mobil truk cuman mabil ini dimodifikasi dengan bak kayu sebagai tempat pengangkut penumpang.
  • Ruteng – Pacar menggunakan oto kol yang jurusan Ruteng Pacar atau Rego.
  • Berikutnya bisa dari arah utara yaitu Reo-Pacar dengan motor atau bisa menggunakan oto kol dari Reo-Pateng. Lalu dar Pateng bisa menggunakan oto kol yang jurusan Rego-Labuan Bajo/Ruteng.

    IMG-20160914-WA0004

    Upacara Penti tahun 2017, Pacar

Kampung Pacar merupakan salah satu desa yang masih menerapkan tata cara kehidupan adat istiadat Manggarai. Dalam desa ini hidup beberapa suku diantaranya adalah suku Pacar, Suku Mbehel, Suku Perkesa, Suku Tampang dan Suku Muri Wuni. Dalam setiap suku memiliki struktur kepemimpinannya masing-masing mulai dari kepala sukunya (Tu’a Tembong), dan kepala suku yang membantu Tu’a Golo adalah Tu’a Teno yang membantu dalam urusan hak milik tanah di suatu masyarakat. kampung pacar memiliki sumberdaya yang beragam mulai dari potensi sumberdaya alam, peninggalan sejarah dan budaya. Ini merupakan potensi yang belum dikelola dan diekspos menjadi obyek wisata di manggarai barat. Wilayah ini sama sekali belum disentuh oleh pariwisata oleh karena itu alangkah baiknya dikelola terlebih dahulu sehingga bisa tertata dengan baik dan kemudian bisa meningkatkan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat. Desa Pacar juga dikenal sebagai desa yang subur. Di sana  hidup berbagai jenis tumbuhan  dan cocok bagi lahan pertanian.  Karena suhu udaranya sedang. Desa pacar ini terletak di wilayah pegunungan sehingga tingkat curah hujan juga lumayan tinggi dibandingkan dengan wilayah lainnya seperti Bari dan Labuan Bajo yang nota bene wilayah pesisir.

Penduduk di desa Pacar mayoritas bekerja sebagai petani. Berbagai hasil pertanian berupa padi, cengkeh, kopi, kemiri, kelapa, sayuran, dan lain sebagainya merupakan pusat nafkah hidup masyarakat ini. Namun, terkadang jika iklim tidak menentu maka sangat berpengaruh terhadap aktivitas pertanian dan kehidupannya. Jadi ada beberapa masyarakat juga yang bekerja sampingan sebagai pedagang yang mengumpulkan berbagai jenis bahan baku lalu menjualnya ke kota Labuan Bajo atau ke Ruteng. Hal tersebut dilakukan karena  pengahasilan tani yang tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan keluarga.

Dalam satu keluarga rata-rata memiliki 3-8 anggota keluaraga, jadi  hasil tani tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan sekunder salah satunya adalah biaya pendidikan. Sehingga banyak pemuda/pemudi atau lulusan SMA/SMK yang bekerja terlebih dahulu untuk melanjutkan ke perguruan tinggi untuk membantu orang tua dalam membiayai hidup sendiri.  Namun ada juga keluarga lainnya yang mampu membiayai pendidikan sehingga anak-anaknya tidak perlu bekerja sebelum kuliah. Rata-rata generasi Kampung Pacar memilih lokasi perkuliahannya ke tanah Jawa, Bali, Sulawesi dan beberapa lainnnya memilih dalam propinsi seperti di Kupang, Ruteng, Ende dan Maumere.

Persaudaraan di kampung Pacar dan hampir semua wilayah Manggarai  sangat kuat, dimanapun dan apapun yang terjadi dalam suatu kehidupan sosial masyarakatnnya. Salah satu contohnya acara Wuat Wa’i. Acara ini merupakan salah satu bentuk nyata dari rasa persaudaraan, yang dimana  sekumpulan warga kampung bisa terdiri dari 40 Kepala Keluarga mendukung seorang anak dari sebuah keluarga yang ingin melanjutkan perkuliahannya atau merantau dengan membuat sebuah peraaan besar namun pada intinya dalah menggalang dana untuk biaya perkuliahan dan kehidupannya menuju di tanah rantauan. Dari 40 kepala keluarga ini akan mengundang seluruh warga kampung maupun kampung tetangga dan lainnya untuk hadir dalam acara tersebut. Dan perlu anda tahu bahwa masyarakat manggarai walaupun berbeda desa, atau kecamatan jika masih hubungan keluarga pasti akan datang jika tidak berhalangan. Dalam acara ini semua bentuk barang yang dijual dalam pesta ini  akan memiliki nilai jual lebih  dibanding dengan harga aslinya. Misalnya sate, rokok, arak lokal, dan laiinnya. Hal tersebut sudah menjadi kebiasaan desa jadi tidak heran jika anda ikut pesta tersebut anda akan mengeluarkan cukup banyak uang. Istilahnya uang amal dan memang dinilai bukan uang tetapi kekeluargaan. Persaudaraan atau kekeluargaan tidak bisa dinilai dengan uang. Acara wuat wa’i juga tidak harus menggalang dana, namun pada dasarnay sebelum si perantau pergi ia akan diutus atau istilah bahasa manggarainya “Lalong bakok’n du lakon, lalong rombeng du kolen”. Upacara ini memiliki beberapa makna yaitu sebagai minta kepada yang maha kuasa agar perjalanan dan kehidupan anak yang akan merantau sampai di tempat tujuan dengan selamat dan hidup yang baik di tanah orang. Kemudian ini merupakan ajang untuk memberikan pesan-pesan kepada anak yang akan merantau bahwa “merantau bukan karena banyak tahu tetapi karena tidak tahu apa-apa makanya pergi merantau untuk mengatahui banyak hal sehingga kembali ke daerah sendiri bisa membawa banyak pengalaman dan pengatahuan yang dapat membawa perubahan bagi daerah sendiri”.

Bersyukurlah kita masih diberikan kesempatan untuk bersekolah dari manapun berada ke kota Besar, walaupun dari daerah yang sangat terpencil. Namun yakinlah bahwa anda bisa membawa perubahan bagi diri kita sendiri, orang tua dan daerah.

Ada beberapa tempat menarik yang perlu anda tahu di Wilayah Kampung Pacar

  1. Rumah Adat

Rumah adat ini bebentuk tidak jauh dari Wae Rebo Traditional house namun perbedaanya kalau Rumah adat di Pacar bentuk panggungnya agak tinggi dan isinya tidak bertingkat, cuman ada satu ruang untuk berkumpul dan space nya lebih besar. Rumah adat ada 2 dari 2 suku yaitu suku Pacar dan suku Mbehel namun suku Pacar belum direnovasi maish rumah panggung biasa tidak seperti rumah adat suku Mbehel.

  1. Compang(altar)

Compang adalah susunan bebatuan yang berbentuk bundar terdapat di tengah kampung sebagai simbol persatuan dan kesatuan yang menurut kepercayaan kampung atau Beo terdapat naga beo yang menjaga kekerabatan dan kenyamanan warga kampung. Yang berfungsi sebagai tempat persembahan atau sesajian kepada leluhur dan TYME pada saat acara adat tertentu seperti PENTI ( syukuran atas hasil panen dan segala sesuatu yang diciptakan oleh TYME).

  1. Gua Maria

Mau berziarah pun bisa; berdoa dengan tenang dengan suasana yang berbeda, dikelilingi pepohonan hijau bebas polusi, pemandangan yang indah pasti menyenangkan bukan? Gua Maria ini juga berada diatas perbukitan batu-batuan besar yang masih bagian dari Benteng Tinggil. Jarak Dari kampung Pacar ± 500 meter.

  1. Benteng Tinggil

Merupakan salah satu bentuk batu  raksasa yang sangat tinggi dengan bentuk yang curam di sekililingnya. Di dalam benteng ini terdapat gua-gua kecil konon tempat ini merupakan tempat persembunyian penduduk pada zaman peperangan. Batu ini sangat luas dan panjang. Uniknya benteng ini memiliki jalan masuk hingga menembus ke bagian baratnya. Ini merupakan satu-satunya jalur yang paling singkat menuju kebun sebelah benteng. Karena jika tidak memiliki jalan masuk ini maka  untuk mencapai ke wilayah bagian baratnya akan menjadi sulit karena harus melintasi bagian selatan dan utaranya benteng yang cukup lama dan perjalanan semakin panjang. Puncak Goa pun tak kalah indahnya; bagi kamu yang suka berpetualang disinilah kamu bakal nikmatiin sensasinya!! disuguhkan dengan bentang alam yang asri, pemandangan hutan yang luas, laut di pulau Boleng serta dapat menyaksikan  sunset yang eksotis.

  1. Persawahan Dan Perkebunan

Kamu juga dapat melihat aktivitas pertanian sebagai aktitas sehari-hari masyarakat di sini. Ada area persawahan  yaitu aktivitas menanam dan memanen padi. Kemudian yang lainnya yaitu menanam/memanen ubi-ubian, area perkebunan kopi, perkebuanan cokelat, perkebunan Cengkeh dan perkebuanan lainnya  seperti buah-buahan. Jangan kaget loh, daerah ini juga pengahsil durian yang enak. hehe

Masih banyak kegiatan yang bisa dilakukan di kampung Pacar.  Tidak jauh dari Kampung juga terdapat sungai air terjun yang masih asri. Makanya jangan cuman baca aja skali-skali kesana sekalian ke Labuan Bajo juga kan. hehhe  Saya sendiri adalah warga kampung Pacar. Dasar penulisan ini merupakan benar-benar hasil pengalaman pribadi. Namun desa ini belum dikelola dengan baik, terutama sektor pertanian. Karena masih banyak kendala-kendala baik dari masyraaktanya sendiri, pemerintahnya dan semua yang seharusnya terlibat. Oleh karena itu desa ini sangat membutuhkan perhatian khusus, baik dari lembaga pendidikan, lembaga pertanian, lembaga pemerintahan  untuk sama-sama mengembangkan potensi daerah ini sehingga sektor lainnya bisa ikut berpartisipasi dalam memberikan dukungan salah satunya adalah Pariwisata. tetapi yang paling penting adalah masyarakat dan potensi dasarnya dulu yaitu pertanian dikembangkan.

Semoga tulisan ini bermanfaat, tulisan ini masih sangat belum sempurna jadi masih butuh banyak referensi dan saran yang bisa membuat tulisan selanjutnya lebih baik.

Posted by Susana Andryani Diyaner

Iklan

One thought on “Kampung Pacar – Flores-NTT

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s