Anak Muda Wajib Pelajari Ini, Sejarah Tanah Kelahiran Kita, “Manggarai”

Manggarai, Manggarai Barat Dan Manggarai Timur dulunya merupakan satu kabupaten yaitu kabupaten Manggarai. Namun selama sebelum pemekaran tiga wilayah tersebut sudah memiliki sejarah masing-masing yang panjang tentang perebutan pengaruh dan kekuasaan.

Sebelum Belanda menguasai Manggarai pada tahun  1908, ada sebuah kerajaan kecil berdaulat di Manggarai. Kerajaan-kerajaan tersebut adalah kerajaan Lamba, Cibal, Welak, Todo-Pongkor  Dan Bajo.  diantara kerajaan-kerajaan tersebut  Cibal Atau Nggaeng Cibal  Dan Adak Todo  pernah terlibat  dalam beberapa pertalian pertempuran  dalam rangka memperluas teoriti  kekuasaan.  Pertempuran pertama antar Cibal Dan Todo  adalah pertempuran di Reok Dan Rampas Rengot  atau dikenal dengan perang rongot. Pertempuran ini dimenangkan cibal. Perang rongot ini melahirkan pernang-perang berikutnya yaitu perang weol 1 dan weol 2.

Pada perang weol satu kemenangan masih ada dipihak cibal, tetapi pada perang weol 2 dimenangkan oleh Todo  sehingga batas  kerajaan adak todo bukan lagi sampai di wae  ras cancar  tetapi sampai jauh ke dekat beo kina (rahong utara).kemudian perang berikutnya adalah perang bea Loli di cibal. Pada perang bea loli cibal kembali kalah . sehingga menurut cerita watu cibal dibawah ke Todo. Setelah itu, Todo Pongkor memperluas  wilayah ke arah timur  di Borong. Maka terjadilah  perang adak tana dena. Akibat perang adak tana dena ini, batas Todo Pongkor meluas hingga Watu Jaji. Pada saat Todo Pongkor konsentrasi  mengikuti perang adak Tana Dena pasukan Nggaeng Cibal melancarkan serangan ke pusat kekuasaan Todo Pongkor. Saat itu terjadi pembakaran  rumah adat Todo Pongkor, yang disebut Tapa Niang Dangka, Poka Niang Wowang. Konon Niang Dangka saat itu  tidak bisa dibakar pasukan dari Nggaeng  Cibal kemudian memperdayai seorang perempuan tua  yang namnya kembang emas saudari dari kraeng mashur nera beang lehang tana bombang palapa untuk mengetahui  mengapa Niang  Dangka tidak bisa dibakar.

Perempuan tersebut kemudian memberitahu Niang Dangka bisa dibakar  bila bisa mengambil jimat yang ada dibubungannya. Pasukan dari Cibal pun mengambil jimat di atas bubungannya. Sayangnya mereka juga membakar  perempuan yang memebritahu keberadaan jimat tersebut.  Pasukan Cibal berusaha mengembalikan Watu Cibal yang dicaplok pada perang weol II namun tidak bisa diangkat. Sampai sekarang  watu todo  dan watu cibal tertancap bersanding di kampung todo.

Pada tahun 1907 Belanda masuk ke Manggarai  dan hendak mendirikan pusat kekuasaan sipil  di Todo. Namun, karena topografinya yang kurang baik, lalu pindah ke Puni Ruteng. Secara resmi Belanda menaklukan Manggarai pada tahun 1908. Ketika Belanda mulai menguasai Manggarai Raja Todo  (1914-2924) yaitu keraeng Tamur dipindahkan ke Puni.  Dalam perjalanan sejarahnya, belanda melihat manggarai yang meliputi wae mokel awon, selat sape  rahit salen adalah satu kesatuan yang utuh. Tidak ada lagi cibal, tidak ada lagi todo, tidak ada lagi Bajo maka disebutlah Manggarai.

Karena itulah pada tahun 1925, melalui suatu surat keputusan dari Belanda Manggarai menjadi  suatu kerajaan dan diangkatlah orang Todo Pongkor menjadi raja pertama yaitu raja Bagung Dari Pongkor. Kerajaan manggarai bentukan Belanda ini terdiri atas 38 kedaluan. Bersamaan dengan diangkatnya raja Bagung , belanda juga  menyekolahkan raja Bagung, belanda juga menyekolahkan kraeng Alexander baruk ke Manado. Alexander adalah anak dari kraeng Tamur  raja Todo. Tahun 1931/1932 Alexander Baruk kembali dari sekolahnya. Lalu kemudian diangkat jadi raja Manggarai. Karena  raja Bagung masih hidup, maka keduanya tetap raja. Raja Bagung sebagai raja bicara, sedangkan yang mengambil keputusan adalah raja Baruk. Sehingga dulu ada istilah  putus le kraeng wunut, bete le kraeng belek.

Kekuasaan keduanya berakhir pada saat keduanya meninggal dunia. Raja Bagung meninggal pada tahun  1947 sedangkan raja Baruk meninggal  1949. Kemudian keduanya diganti oleh  Kraeng Langkas  Atau Kraeng  Constantinus Ngambut, juga dari Todo menjadi raja hingga 1958. Saat Manggarai menjadi daerah Swaparaja Kraeng Ngambut masih memimpin Manggarai sebagai kepala daerah hingga 1960. Tahun 1960 itu juga kemudian dipilih bupati pertama Manggarai Aitu Charolus Hamboer dan memimpin hingga 1967. Setelah bupati Hambur kemudian diganti oleh  bupati Frans Sales Lega.

Bupati Lega memimpin samapi 1978. Setelah itu 1978-1988 Manggarai dipimpin oleh  Frans Dula Burhan. Lalu 1988-1999  dipimpin oleh Gaspar Parang Ehok. Pada masa transisi 1999-2000, Manggarai dipimpin oleh bupati sementara Daniel Woda Pale. Di era reformasi  bupati pertama yang memimpin adalah Antony Bagul Dagur  yang memimpin Manggarai  dari tahun  2000 hingga 2005.tahun 2005 diangkat bupati sementara Wilem Nope sebelum adanya  bupati definitif kepala daerah secara langsung.

Pilkada langsung pertama di manggarai berhasil dimenangkan  pasangan  Christian Rotok-Deno Kamelus. Pasangan dengan sebutan Credo ini, kembali terpilih pada pilkada langsung 2010. Keduanya memimpin Manggarai hingga 2015.

Pada tahun 2003, terjadi pembentukan kabupaten baru yaitu kabupaten manggarai barat. Bupati sementara yang ditunjuk memimpin manggarai barat dari 2003-2005 adalah Fidelis Pranda. pada pilkada 2005, Fidelis Pranda berpasangan dengan agustinus ch dula(bupati sekarang) berhasil menjadi bupati dan wakil bupati hingga 2010. Pasangan ini pecah kongsi pada pilkada 2010. Agustinus CH Dula yang berpasangan dengan Maksimus Gasa berhasil memenangkan pertaruhan dalam satu putaran. Keduanya  pun memimpin Manggarai Barat hingga pada tahun 2015.

Tahun 2007, dibentuknya juga kabupaten Manggarai Timur pemekaran dari manggarai. Bupati sementara yang diangkat untuk menjadi pemimpin manggarai timur tahun 2007-2008 adalah Frans Padju Leok. pada tahun 2008, berlangsung pilkada pertama untuk manggarai timur dan berhasil dimenangkan oleh yosep tote yang berpasangan dengan andreas agas. Pada pilkada 2013, pasangan dengan sebutan YOGA ini kembalii terpilih untuk pimpin manggarai timur hingga pada tahun 2018. (Petrus D/PTD/Floresa.co

 

Referensi

www.floresa.co/2015/08/13/sejarah-kekuasaan-di-manggarai-raya-dari-perang-todo-vs-cibal-hingga-pilkada-langsung/

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s