Ujung Kulon or UK

      Fieldtrip yang keempat mahasiswi program studi menejemen Destinasi Pariwisata,  jurusan kepariwisataan Sekolah tinggi pariwisata Bandung adalah mengamati Kampung wisata Paniis yang terletak di  Desa Taman Jaya yang terletak di Kecamatan Sumur, Kabupaten Pandeglang. Secara geografis, desa ini merupakan daerah kecil yang terletak di ujung pulau Jawa dan berbatasan langsung dengan Taman Nasional Ujung Kulon. untuk mencapai kampung wisata tersebut kami menempuh kurang lebih 13 jam. Perjalanan yang jauh bukanlah hal yang menjadi halangan buat kami untuk tetap bersemangat tetapi justru ini merupakan pengalaman yang berharga buat kami dimana perjuangan cita-cita kami yang penuh dengan rintangan  dan juga kegiatan ini baru semester 2 sementara masih sangat banyak kegiatan yang lebih berat lagi di semseter yang akan datang. jadi cukup dinikmati saja, toh ini juga bagian dari kehidupan. eheheh okelah hari pertama kita disambut dengan suasana perkampungan yang nyaman, kicauan burung-burung dan hewan malam, fieldtrip kali ini kami menginap di perumahan warga(homestay).

fotonya abang paniis_898

Pulau Mungil alias Pulau Badul

          hari kedua, melakukan pengamatan di Pulau Badul dan wisata edukasi yaitu menanam terumbu karang. untuk menanam terumbu karang  bukan asal menanam tetapi berdasarkan  petunjuk  yang diberitahukan oleh local guide  di sana.  selain menanam terumbu karang kami juga melakukan snorkeling di area sekitar pulau Badul sambil menunggu air laut tenang untuk menanam terumbu karang.  Pulau Badul ini merupakan sebuah pulau yang luasnya sangat kecil terletak di tengah lautan, memiliki pantai yang indah dengan pasir pantai berwarna putih dan halus. pantai ini sangat cocok untuk melakukan berenang, snorkeling karena kondisi air laut yang nyaman.

selesai menanam terumbu karang kami kembali ke kampung paniis untuk mengamati kehidupan masyarakat lokal kampung paniis. mulai dari budayanya, kebiasaan sehari-harinya dan sebagainya  yang berkaitan dengan kehidupan mereka.

DCIM100MEDIA

Paniis Waterfal

hari ketiga kami mengunjungi salah satu air terjun yang cukup menantang dengan waktu tempuh 2 jam untuk mencapai air terjun yang dikatakan sebagi level tiga dari lima level. hari ini mengingatkan saya akan kampung saya yang berada di Pulau Flores Manggarai, karena  sebelum memasuki hutan  kami melewati pesawahan dan wilayah pertanian warga kampung Paniis beserta aktivitas pertanian seperti menanam padi dan membajak sawah.  perjalanan yang melelahkan tetapi terbayar oleh air terjun yang indah di tengah hutan rima.

Kelompok saya mengamati tentaJpegng obat-obatan tradisional yang masih melekat dalam kehidupan warga kampung Paniis.  berikut adalah jenis pengobatan dan obatan tradisionalnya:

  •  Daun sariawan.

Daun sariawan (symplocos odoratissima choisy), tanaman ini hidup liar di ladang-ladang ataupun sengaja ditanam. Tanaman dini tumbuh dengan batang yang besar dan tinggi. tinggi pohonnya sekitar 25 m dan daunnya berbentuk taji atau jorong. Tumbuhan ini mengandung zat samak dan garam-garam aluminium.kegunaanya adalah menyembuhkan disentri, demam, sariawan, gusi berdarah nyeri perut dan pedih.

  • Daun Nangka

Daun Nangka memiliki manfaat bagi kesehatan manusia baik untuk penyembuh penyakit maupun untuk kecantikan sebagai obat tradisional yang digunakan oleh masayarakat lokal kampung Paniis.  Dengan merebus daun nangka dengan air yang secukupnya dapat menyembuhkan penyakit Diabetes, tipes dan atau ditumbuh untuk di masker kecantikan khususnya berasal dari daun nangka yang tidak terlalu muda dan juga tak terlalu tua.

  • Getah daun Kak Tus

Getah daun kak tus dapat mengobati rasa sakit pada gigi berlubang atau tak berlubang, dengan menetes getah pada sedikit kapas dan menaruhnya pada lubang gigi yang sakit.

  • Jahe dan kunyit

Jahe untuk pengobatan  batuk dengan memakan sedikit jahe dalam berapa kali sehari dapat mengurangi sakit batuk sedangkan kunyit untuk menyembuhkan luka.

  • Jamu Batu

Daun jamu batu merupakan salah satu obat tradisional  yang dapat menyembuhkan sakit Mencret atau sakit perut, direbus dengan air secukupnya lalu diminum.

  • Daun Singugu, Cembung, Akar pepaya Ganul merupakan beberapa daun yang dapat digunakan sebagai obat pelancar peredaran darah bagi ibu yang baru melahirkan. Ini merupakan kebiasaan yang digunakan oleh masayarakat lokal untuk membantu para wanita yang baru melahirkan.
  • Bunga dan daun pepaya

Dapat digunakan untuk menyembuh atau menangkal penyakit malaria dengan merebus pucuk daun pepaya dan bunga pepaya lalu dimakan atau airnya diminum. Pada musim menjelang malaria bisa dikonsumsi agar tidak terkena penyakit malaria.

  • Jeruk nipis dan urine

Dapat mengtasi racun ubur-ubur, jika terkena ubur-ubur beracun dapat menggunakan jeruk nipis dengan mengambil air jeruk nipis lalu diminum atau dapat minum urine(berdasarkan pengalaman salah seorang guide dan msayarakat).

  •  Bawang merah

Bawang merah berkasiat bagi tubuh yang terkena racun ikan semadar duri, dengan membakar bawang merah lalu bijinya ditempel kurang lebih selama 15 menit, jika telah dingin lalu segera diganti.

  • Cacing tanah

Cacing tanah merupakan salah satu obat ampuh bagi penyakit tipes, menurut informasi yang didapatkan penyakit yang sering dialami oleh penduduk kampung apaniis adalah tipes.  Dan satu-satunya obat untuk menyembuhkan penyakit tersebut adalah Cacing Tanah. Cara pengolahannya dengan bersihkan cacing-cacing lalu direbus dengan air 3-4 gelas hingga mendidih lalu airnya disaring dan diminum.

  • Paraji

Masih dipercaya oleh penduduk lokal dengan bantuan bidan di sekitar kampung untuk membantu proses persalinan. Apa lagi di saat situasi mendadak  sangat sulit dan jauh untuk diantar ke Puskesmas dengan kondisi jalan yang rusak juga akan mempengaruhi kesehatan ibu/wanita yang akan melahirkan. Mereka sangat mengharapkan untuk dibangun puskesmas dekat kampung Paniis agar mereka tidak sulit lagi untuk menangani berbagai penyakit sendiri saja menggunakan obat tradisional karena bagaimana pun juga kebutuhan akan ahli medis itu sangat penting.

okelah,, alhasil pada hari keempat kami kembali ke Bandung dan melanjutkan studi seperti biasa dan menyusun laporan fieldtrip..  dan semuanya berjalan dengan lancar

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s