THE WAY TO STP BANDUNG

Ini baru pertama kalinya aku menulis blog, maaf yah kalau kata-kata dan penggunaan bahasa indonesianya kurang baik dan benar. Penulisan ini adalah kisah dari awal aku masuk ke STP bandung dan penulisan proses perjuangan juga bertujuan untuk membagi sebuah kisah dan sekalian inspirasi buat pembaca. Penulisan artikel ini sebenarnya aku tidak menceritakan secara detail, tapi hanya point penting yang telah kulewati. oke teman-teman baca dan nikmati yukkkkkk hahahah

Pada tanggal 04 maret 2015, setelah membaca edaran Swisscontact Wisata di sekolah aku ( SMK NEGERI 1 LABUAN BAJO) mengenai penerimaan beasiswa untuk bersekolah di Sekolah Tinggi Pariwisata Bandung, aku merasa sangat tertarik. Aku ingin bergabung ke program beasiswa tersebut dan untuk mendapatkan beasiswa tersebut harus melewati beberapa tahap seleksi dan yang akan terpilih hanya satu siswa per sekolah sementara sekolah yang bersaing ada empat sekolah. Ada tiga sekolah dari Flores dan salah Satunya dari Pangkalan Bun. Pada saat itu aku berpikir bahwa “Tuhan mungkinkah aku akan lulus pada beasiswa tersebut ataukah aku akan bersekolah di STP Bandung??? TUHAN Yesus aku juga ingin menggapai cita-citaku di STPB, jadikanlah aku menurut kehendakMu” kalimat tersebut hanya membayang sepintas dipikiranku. Aku hanya berdoa kepada Tuhan, agar diberikan semangat yang kuat untuk mempersiapkan diri dengan baik sebelum mengikuti seleksi, SEMANGATTTTTT!!!!.

So, lewatlah hari dimana aku pertama kali mengenal nama yang tak asing bagiku sekarang ini yaitu STP BANDUNG.

Pada tanggal 13 maret 2015, aku mengikuti sosialisasi dari dosen sekolah tinggi pariwisata Bandung dan Swisscontact Wisata mengenai proses seleksi beasiswa dan mengenai jurusan yang ditawarkan dalam beasiswa tersebut yaitu kepariwisataan dengan program studi Menejemen Destinasi Pariwisata. Aku sangat gembira dan aku makin semangat untuk bergabung dalam program beasiswa tersebut. Pasti bertanya mengapa aku merasa tertarik? Alasannya, sangat sederhana karena aku berpikir bahwa salah satunya jalan untuk menempuh STP Bandung adalah lewat program beasiswa ini. Pada akhirnya, aku bergabung dan mendapatkan formulir pendaftaran dengan berbagai persyaratan yang harus dipenuhi dan dikerjakan. Semangat dan optimis telah tertanam dalam diriku untuk memperjuangkan cita-citaku…

Hari demi hari kulewati dengan berbagai rangkaian aktivitas yang membuat hariku merasa berharga dan berguna bagi diriku sendiri dan orang lain, mempersiapkan batin/ jasmani dan mempersiapkan pelajaran UN yang akan kuhadapi pada tanggal 03 april 2015. Selain itu aku juga mempersiapkan materi untuk mengikuti seleksi beasiswa Swisscontact Wisata. Aku merasa bangga dengan diriku sendiri, aku melewati masa-masa itu dengan baik walaupun dengan aktivitas rumah yang membuatku bosan karena setiap pagi harus menyiapkan sarapan buat keluaraga saudari saya. Tanpa kenal lelah aku selalu berdoa dan berusaha untuk melewati semua itu karena ada pepatah mengatakan “berakit rakit kehulu, berenang renang ketepian artinya bersakit sakit dahulu, bersenang senang kemudian”. Aku selalu pegang peribahasa tersebut menjadi motivasi buat aku selama aku belum mencapai kebahagiaan dan cita-citaku…

Materi yang kupelajari untuk persiapan seleksi beasiswa yaitu segala sesuatu yang berkaitan dengan pariwisata khususnya di bidang menejemen destnasi wisata. Aku mencari dari berbagai media baik dari teman, kerabat, kenalan maupun internet dan juga lebih dominan adalah pengetahuan tentang pariwisata selama di SMKN 1 Labuan Bajo. Pada saat itu, Aku suka browsing di internet dari berbagai sumber ditambah dengan pengetahuan yang saya miliki selama belajar di SMKN1 L. Bajo. Belajar tentang apa itu manajemen? Apa itu destinasi ? apa saja yang ada di destinasi wisata? Setelah kupelajari semuanya, Aku mulai menulis esai dan motivasi. Aku menulis berulang-ulang, kadang Aku minta kakak atau teman bagaimana menulis Bahasa Indonesia yang baik dan benar, merangkai kata menjadi sebuah kalimat yang baik.Selain mendapatkan pengetahuan lebih tentang destinasi wisata juga aku mempelajari bagaimana aku berpikir lebih kritis dan mempelajari menulis yang benar dan baik. Aku sangat senang ketika aku melewati hariku dengan aktivitas penggunaan waktu dengan optimal. Karena bagaimanapun juga aktivitas Aku bukan hanya belajar tatapi juga mengerjakan pekerjaan rumah seperti memasak, mencuci pakaian dan yang membuat aku lelah lagi adalah menjaga laundry Saudari Aku. Tetapi, semua itu bukan menjadi salah satu penyebab buat Aku menyerah. Karena semua demi masa depan Aku, Orang tua, Keluarga dan Daerahku tercinta Flores Manggarai Barat.

Hal yang sangat mengesankan buat aku adalah pada hari dimana seleksi pertama dilaksanakan(tanggal 07 mei 2015). Aku bahagia sekali, wawancara yang selama ini kunantikan akhirnya tiba juga… dengan penampilan yang menarik baju kemeja putih dan rok hitam sepanjang lutut dan dikalungi shall/ selendang Manggarai Aku berangkat ke sekolah (SMKN1L. BAJO). Diwawancarai oleh direktur STP Bandung ( BPK. ANANG SUTONO), bersama salah satu dosen (PAK GANEF) Sekolah Tinggi Pariwisata Bandung juga serta salah satunya perwakilan dari Swisscontact Wisata ( PAK ANAS). Aku bersyukur sekali bisa bergabung dengan program beasiswa tersebut karena dari situ aku mengenal orang-orang penting dan pengalaman yang tak terlupakan dalam hidup. Pada seleksi tersebut yang mengikuti seleksi ada sembilan orang siswa. Sebelum diwawancarai Aku gugup dan berpikir apa saja yang akan ditanyakan oleh pewawancara. Wawancara pertama aku diwawancarai oleh Ketua STP bandung, awalnya aku gugup sekali eh pas ditanyaain oleh beliau rasa gugup mulai hilang karena beliau bukanlah orang yang menegangkan tapi sebaliknya beliau sangat humoris. Setelah ditanyain yang berkaitan dengan pariwisata dan kemampuan pribadi aku disuruh nyanyi, heheheheh.. pada saat itu juga aku menyanyikan lagu dari JHON LAGEND judulnya “All OF Me”, terus ditanyain sama beliau apa makna dari lagu tersebut.. yaa aku jawab sesuai dengan apa yang aku rasakan selama menyanyikan lagu tersebut. Hehehe sedikit lucu. Setelah itu dilanjutkan pewawancara ke-2 dan ke-3. Aku merasa bahagia dan legah sekali ketika wawancara tersebut selesai. Usai wawancara kami makan siang di restoran Sekolah (SMKN 1 L.BAJO). Sore hari sekitar jam 2an pengumuman hasil seleksi tahap pertama dibacakan. Aku mulai gemetar dan merasa bahwa sesuatu ini adalah salah satu petunjuk masa depanku. Aku harus bisa menerima apapun hasilnya. Pada saat itu, aku melihat sekata yang penuh makna (PROFISIAT) dan tanpa disadari air mataku jatuh menghiasi pipiku.Akhirnya tahap 1 aku lewati dengan sukses. Terima kasih Tuhan, terima kasih swisscontact dan keluarga yang mendukung Semoga selanjutnya berjalan dengan baik.

Aku merasa bahwa tahap pertama adalah tahap percobaan karena kami akan diseleksi lagi

dan akan ditentukan siapa yang akan mendapatkan beasiswa tersebut..

selanjutnya pada pertengahan bulan Mei , aku dan sahabatku Karel melaksanakan test kesehatan di rumah sakit Labuan Bajo. Test kesehatan sebagai salah satu persyaratan program beasiswa tersebut.Setelah test kesehatan selesai aku merasa legah karena tahap-tahap seleksi beasiswa telah usai, tinggal menunggu hasil terakhir yang kelak dibeasiswakan oleh Swisscontac Wisata.

Binggung mau kemana lagi?????

lambat laun waktupun semakin tak terasa. tanggal 05 juni 2015, Hari itu adalah pengumuman hasil seleksi beasiswa di SMKN 1 LABUAN BAJO. Aku berpikir dan berdoa apapun hasilnya itu pasti jalan terbaik yang Tuhan rencanakan buat aku dan masa depanku. Sebelum memberkian surat hasil keputusan dan membacakan hasilnya, aku sangat gemetar. Kakak ERVIS memberitahu kami bahwa yang akan terpilih adalah salah seorang dari kalian. Saat itu aku sudah mulai low ibaratkan bunga yang melayu, Aku sudah merasakan bahwa bukan aku yang akan terpilih dalam hati aku berdoa Tuhan kuatkanlah aku dan maafkanlah aku karena kali ini aku belum bisa membahagiakan kedua orang tuaku tercinta. Setelah itu, envlope dibagikan dan dibuka pelahan akhirnya terjawab apa yang diperjuangkan dalam surat itu menyatakan”bahwa Anda nominasi ke-2 terbaik, bersama surat ini kami menyapaikan apresiasi setinggi-tingginya atas hasil yang telah dicapai”. Kalimat tersebut telah mengartikan bahwa aku tidak berhak mendapatkan beasiswa tersebut. Saat itu tidak terasa air mataku jatuh, entahlah itu karena sedih. semua mungkin itu adalah kehendak yang maha kuasa terimalah dengan senyuman dan tetap berjuang semua pasti ada jalan.

Sepulang dari sekolah, aku langsung ke rumah kebetulan hari itu Ayah aku masih di Labuan Bajo. Ayah bertanya “bagaimana hasilnya Nak?” tanpa bertele-tele aku langsung menjawab sahutan sang Ayah “ Ayah, maafkan aku…. Aku belum bisa membuat kalian bangga terhadapku karena aku tidak berhak mendapatkan beasiswa”. Ayah langsung diam dan wajahnya terlihat sedih bahkan aku tak sanggup untuk melihatnya. Maafkan aku Ayah saat ini aku gagal membuat kalian bahagia aku akan berusaha dan berjuang lagi agar kelak jadi orang yang sukses yang dapat membuat kalian tersenyum.

Sekilas kata-kata mutiara yang membuatku jadi termotivasi,

“kelak, di saat begitu banyak jalan terbentang di hadapanmu dan kau tak tahu jalan mana yang harus kauambil, janganlah melihat dengan asal saja, tetapi duduklah dan tunggulah sesaat. Tariklah napas dalam dalam dengan penuh kepercayaan, seperti saat kau bernafas di hari pertamamu di dunia ini. Jangan biarkan apapun mengalihkan perhatianmu, tunggulah dan tunggulah lebih lama lagi. Berdiam dirilah tetap hening dan dengarkan hatimu. Lalu, ketika hati itu bicara beranjaklan dan va’ dove ti porta il cuore_pergilah kemana hati membawamu.”(Susana Tamaro)

Saat itu, aku binggung harus kemana lagi aku beranjak. Dalam benakku berpikir apakah mungkin orang tuaku sanggup menyekolahkan aku di STP Bandung tanpa harus ada beasiswa??… aku bingung,pilihan begitu banyak terlintas dalam pikiranku. Pada jam 07.00 malam aku ditelpon oleh salah satu tim penerimaan beasiswa yaitu kakak Ayu, dia memberi aku motivasi dan Dia bertanya kepadaku “Ryani, kenapa kamu nggak kuliah di STP Bandung saja biar nanti kami membantu kamu untuk mendaftar di STP Bandung?”. pertanyaan tersebut sangat mengguncang hati nuraniku, karena aku harus menentukan piliha untuk masa depanku. Sejenak aku berpikir “Tuhan tolong berikanlah aku petunjuk, bagaimana dan apa yang harus aku lakukan”.. ternyata Tuhan punya rencana yang indah untuk aku dan keluargaku bahwa aku tetap bersekolah di STP Bandung…

Selama dua minggu sebelum berangkat ke Bandung,naku mengurus segala sesuatu yang berkaitan dengan keberangkatan ke Bandung nanti. Melewati hari-hariku bersama orang tuaku tercinta dan keluarga. sebenarnya tak cukup sekali bagiku waktu yang sesingkat itu untuk bersama-sama dengan orang tua dan keluarga karena pada tanggal 16 juni 2015 aku harus meninggalkan mereka selama setahun yang akan datang.

Yang paling mengesankan buat aku adalah pada saat malam terakhirku berada di rumah ketika melaksanakan upacara adat sederhana tapi bermakna yang biasa dikenal dengan istilah “WUAT WA’I” atau dalam bahasa indonesia yaitu “MENGANTAR KAKI”. Menjelaskan sedikit tentang makna dari upacara itu, bermaksud dimana keluarga dari sang anak yang akan beranjak kaki dari tanah manggarai ke luar dari daerah manggarai baik itu tujuan untuk bersekolah ataupun untuk bekerja mencari nafkah, biasanya sebelum berangkat itu diadakan upacara tersebut “WUAT WA’I”. Tujuan dari upacara tersebut adalah yang pertama, agar seorang mendapatkan hidup yang baik di rantauan tidak mendapat gangguan baik secara fisik maupun psikologis. Gangguan fisik maksudnya ketika seseorang pergi tanpa acara “Wuat Wa’i” suatu saat dia akan mengalami kecelakaan atau kerja/kuliahnya tidak berjalan dengan baik. Sedangkan secara psikologisnya adalah dia tidak akan tenang dalam menjalani aktivitasnya karena dia merasa bahwa keberangkatannya tanpa melalui izin dan restu dari keluarga. Yang kedua, sebagai doa kepada Tuhan agar perjalanan maupun kehidupannya di tempat tujuan disertai oleh Allah Yang Maha Kuasa serta minta kepada leluhur bahwa cucu mereka akan beranjak/ merantau ke tanah orang kiranya mereka yang lebih dulu menghadap ke Yang Maha Kuasa berdoa supaya cucu mereka dapat hidup yang layak di rantauan demi kesejahteraan keluarga dan desa kelak jadi orang yang sukses hingga kembali ke desa lagi dengan selamat dan sehat walafiat. Pada upacara tersebut ayah sendiri yang memandunya, ada pribahasa manggarai yang takkan lupa dari ingatanku “LALONG BAKOK DU LAKON, LALONG ROMBENG DU KOLEN” atau dalam bahasa indonesia “AYAM PUTIH WAKTU BERANGKAT, AYAM JANTAN BERBULU LEBAT DAN BERWARNA WAKTU PULANG”artinya keberangkatannya ibaratkan ayam berbulu putih yang tak punya pengetahuan apa-apa masih bersih, jika ia pulang kelak akan menjadi seperti ayam yang berwarna penuh dengan ilmu yang bervariatif”. Dan ada satu pribahasa padi “semakin merunduk semakin berisi”. Aku datang ke STP Bandung diutus oleh keluarga, sekolah oleh daerah dengan tujuan suatu saat akan kembali ke daerah membangun pariwisata dan mengembangkan potensi wisata yang belum terkelola untuk meningkatkan perekonomian sosial dan lingkungan masyarakat.

Tanggal 18 juni 2015, aku berangkat dari kota labuan bajo ke Bali dengan menggunakan transportasi laut “TILONG KABILA”. Pada hari itu, aku sangat sedih karena aku akan belajar hidup mandiri dan tanpa diatur oleh siapapun.. aku akan jauh dari orang tua, keluarga, dan semua teman-temanku. Air mata menetes tanda sedihpun mengalir di pipiku, ketika aku mendekati kapal tersebut bersama Ayah tercinta. Aku sangat merindukan mereka, ketika Ayah melepaskan tanganku dari genggamannya yang penuh kasih sayang aku sangat sedih. sampai kapalpun meninggalkan dermaga/ pelabuhan Labuan Bajo saat itupun Ayah meninggalkan pelabuhan dan kembali kerumah. setelah itu hingga tiba di Bandung aku hanya bisa mendengar suara dan melihat gambar dari jauh… aku sangat merindukan mereka.

sedihhh sekali rasanya temannn???

Sesampainya di Pelabuhan Benoa Bali, handphoneku hilang mungkin karena sempit pada saat keluar dari kapal. Aku sangat kebingungan, bagaimana aku harus menghubungi bibi untuk mnjemputku. Tetapi untungnya, aku masih ingat nomor hp dari orang tua dan saudara saudariku, akhirnya aku meminjam handphone teman aku dari labuan bajo, untuk menghubungi saudariku dan menghubungi bibi aku lewat mereka. sumpah gue merasa kehilangan banget guys..:)

Pada malam itu, setelah makan malam aku merasa sangat tidak nyaman sebab aku harus bertemu salah satu karayawan dari Swisscontact Wisata yaitu Ibu AYU MASITA di kantor Swisscontact Wisata, Sanur Bali. Keesokan harinya aku minta bantuan bibi aku untuk menelpon Ibu Ayu dan bertemu dengan beliau dimana dan kapan. Dan akhirnya aku bertemu beliau pada tanggal 20 juni 2015 beliau menjemputku di alamat aku tinggal sementara di Bali. Aku bertemu beliau bertujuan untuk mendaftar online ke STP Bandung, Aku sangat bahagia dan senang bertemu dengan Beliau. Aku sangat berterimakasih kepada beliau begitu baik padaku, aku tak dapat membalas jasanya aku hanya berdoa semoga beliau diberi kesehatan dan umur panjang, Amin.

Pada tanggal 21 juni aku berkunjung ke Pantai Kuta Bali, akhirnya gue liat juga ni pantai yang selalu diceritain orang-orang..

okee guys memang jadi anak rantauan nggak semudah yang dibayangkan hariku mulai terasa berbeda karena Tanggal 22 juni 2015 saya berangkat dari Bali ke Bandung,,, dan rasanya sedih bangett:) ninggalin Bali bagaikan ninggalin Flores… selama enam hari aku menginap sementara di sebuah Biara yang beralamat alamat ciumbeleuit. kedamaian dan kenyamanan tersa sih guys tapi  kadang merasa kesepian hingga membuat aku menangis karena tak teman sejenis yang tinggal di sana. Tapi tidak apa-apa yang penting aku nyaman dan tenang dari pada aku langsung beradaptasi di wilayah baru yang belum tahu apa-apa. Satu minggu kemudian saya berpindah ke tempat tinggal sementara di kosan yang baru. Suasana kos yang sepi semakin hari semakin tak terasa karena aku melewati hari-hariku bersama ibu kos dan anak-anaknya yang baik banget. nah guys ngomong-ngomong kita lanjut ketujuan aku sebenarnya yukk ni diaa…

DAY ONE

DAY ONE

DAY TWO

DAY TWO

ang dilaksanakan selama 4 hari berlangsung dimulai tanggal 30 july sampai tanggal 2 agustus 2015. Pada hari pertama saya dan teman-teman mengikuti test psikotes dan berlanjut dengan test ujian bahasa inggris tertulis sebanyak sratus nomor. Kalau untuk soal-soal bahasa inggris kebanyakan soal-soal grammer sedangkan psikotes mengisi sesuai dengan apa yang ada dalam diri kita intinya isi dengan jujur dan ikut saja waktu yang telah disediakan. Puji Tuhan hari pertama selesai dengan baik. Hari kedua, tes kesehatan dan hari terakhir yaitu interview. Selama mengikuti tes saya dan teman-teman selalu berpenampilan rapih dengan berkemeja putih dan rok hitam/celana putih dan tak lupa memakai vantofel. Pokoknya selama melaksanakan tes masuk STP Bandung jangan lupa berpenampilan yang rapih, bersih. Pada hari terakhir, kami diumumkan bahwa tanggal 14 juli akan diumumkan hasil tes lewat website STP Bandung.

Jalan- jalan?????

Suatu hari, minggu kedua di kosan aku diajak oleh saudara dan teman-temannya untuk berkunjung ke Gunung Karmel, Lembang. Di lembang kami melihat patung-patung jalan salib Yesus (Agama Katolik) yang sangat bagus di mana aku pertama kali melihat patung-patung suci itu di Bandung. di sana ramai banyak pengunjung luar daerah, juga terdapat gereja sehingga sangat bagus dikunjungi ketika selesai melakukan jalan salib kita bisa langsung mengikuti misa (jika sore hari). Setelah mengunjungi Gunung Karmel kami langsung berangkat ke Gunung Tangkuban Perahu, wah….!! aku orang baru yang belum pernah melihat obyek wisata alam yang populer di Bandung, aku penasaran. Sekitar 1 jam perjalanan akhirnya sampai di Gunung Tangkuban Perahu…ternyata ramai sekali, begitu banyak pengunjungnya. Gunung cantik ini dinamai Tangkuban Perahu, memang kalau dilihat dari jauh mirip banget dengan perahu terbalik. Menurut legenda orang Sunda, ini adalah warisan dari Sangkuriang.

TANGKUBAN PERAHU MOUNT

TANGKUBAN PERAHU MOUNT

Berkunjung ke tangkuban perahu aku hanya bersenang-senang aja sih sebenarnya berfoto-foto, menikmati pemandangan dan membeli souvenir.. hahaha senang-senang aja..

Selama perjalanan pulang aku pusing banget efek dari bau belerang di gunung tangkuban perahu, salah aku juga sih seharusnya sebelum berkunjung kesana siapkan masker dulu kalau tidak tahan dengan bau belerang. Tapi syukurlah tiba di kos dengan keadaan baik-baik saja.

Minggu ketiga di kosan, aku diajak lagi oleh saudara aku berkunjung ke Lembang, ke sebuah rumah makan (Gubug Makan Mang Ingkeng). Kami makan siang di sana, hemm dingin sekali di rumah makan tersebut karena letaknya di bawah bukit kecil.

Di rumah makan tersebut berbagai jenis makanan yang sangat lezat yang ditawarkan khususnya makanan khas indonesia. Kami hanya menikmati makan siang, setelah itu melanjutkan perjalanan ke Floating Market, Lembang.

Tanggal 13 Juli 2015, hari yang membanggakan buat aku dimana hari diumumkan hasil tes masuk STP Bandung. malam ini, aku menginap di asrama kampus bersama teman-teman yang menerima beasiswa. Malam ini kami tidak membiarkan mata mengantuk karena menunggu detik terakhir hingga hari yang baru tanggal 14 july 2015. Saya dan teman-teman tidak sabar lagi untuk membaca hasil pengumuman tes gelombang ke-2 stp bandung. Detikpun berakhir untuk tanggal 13 juli dan kami segera membuka website stp bandung, perlahan membuka dan terungkaplah hasilnya bahwa saya dan teman-teman dinyatakan lulus. Puji Tuhan aku sangat bersyukur akhirnya kedatanganku di Bandung terjawablah hasilnya.

Terimakasih telah membaca perjalananku ke STP Bandung.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s