Modal naik angkot ke Kawah Putih

” Ciwidey “

 

IMG_20171028_121306_HDR
XIAOMIR4 by maself

Beberapa orang mungkin pernah berpikir bahwa Ciwidey adalah Kawah Putih yang lokasinya di Bandung. Sehingga mereka mengatakan bahwa “saya mau ke Ciwidey” yang disangka Kawah Putih. Saya juga sih, dulu kirain Ciwidey itu adalah Kawah Putih. Ternyata bukan itu guys, Kawah Putih itu merupakan nama sebuah Obyek Wisata yang terletak di Kawasan Ciwidey, Kecamatan Rancabali, Kabupaten Bandung Provinsi Jawa Barat.

Dalam Rangka Apa Ke Ciwidey?

          Pada tanggal 26-30 Oktober 2017, ada program PRA Field Project Study yang dilaksanakan oleh Program Studi MDP Sekolah Tinggi Pariwisata Bandung untuk mahasiswa MDP semster 5 ke Kawasan Ciwidey.  PRA Field Project Study merupakan salah satu program dari kampus untuk melatih  kemampuan mahasiswa dalam  memahami serta menerapkan metode penelitian melalui sebuah penelitian. PRA FPS ini dilakukan sebagai salah satu persiapan untuk kegiatan Field Project Study pada semester berikutnya.

PRA FPS kali ini dibagi menjadi empat kelompok berdasarkan pilar-pilar Kepariwisataan Indonesia yang tertera dalam PP 50 tentang RIPPARNAS Tahun 2011. Pilar-pilar tersbut diantaranya: Destinasi, Pemasaran, Kelembagaan dan Industri. Setiap kelompok memiliki topik penelitian masing-masing berdasarkan makna  pilar-pilar kepariwisataan.

Untuk kali ini saya termasuk beberpa teman kelas memilih pilar Kelembagaan untuk menjadi dasar penelitian. Topik yang saya dkk ingin teliti adalah Mengidentifikasi Fungsi-Fungsi Organisasi Pariwisata di Kecamatan Rancabali. topik-topik yang diambil semuanya memang sengaja mengambil yang mudah karena ini menjadi latihan dan waktunya tidak cukup untuk mengambil yang  luas dan butuh waktu yang cukup lama.  Organisasi yang menjadi sampel adalah berdasarkan konsep Pengelompokan organisasi menurut Wheelen and Hunger(1990), yaitu (1) swasta yang mencari untung (private for-profit) ialah organisasi swasta murni yang terutama menggantungkan kehidupannya pada pasar, (2) swasta setengah pemerintah (private quasi-public) yaitu organisasi yang dibentuk oleh pemerintah kemudian diberi wewenang monopoli dalam bisnis tertentu, (3) swasta non profit (private non-profit), yaitu organisasi nir laba, dan (4) organisasi publik, yaitu badan-badan pemerintahan yang memungut pajak dan semacamnya, yang memberi pelayanan dan sebagainya.

Saya dkk, menggunakan teknik pengumpulan data wawancara mendalam (indepth interview) dengan menggunakan teknik snowball sampling.

Okey guys, i inform you who never do something like this  before heheh, jangan pernah menganggap bahwa untuk bertemu dengan orang yang ingin kita jadikan informan mudah. Kamu perlu banget sebelum ke lapangan, mengetahui siapa yang ingin kamu wawancarai, bila perlu list nama-namanya terlebih dahulu. Tapi jika nama-namanya belum tahu, kamu perlu mencaritahu seseorang dari lokasi yang kamu teliti (atau apapun caranya) agar sampai di lapangan cukup mudah untuk menemui informan-informannya (jika waktunya singkat kecuali berbulan-bulan).

Selain itu, yang paling penting adalah menyiapkan dan mengurus suart izin masuk Lokasi Penelitian yang disetujui oleh Pemerintah Provinsi, Pemerintah Daerah, hingga pemerintah  Desa. Ya ampun ribet banget 🙂 ya memang harus begitu, kita sebagai WNI harus mengakui itu, karena sistem birokrasi dan terkait banyak hal. so just follow and enjoy the step.

Apaansi dari tadi omongin PRA FPS, modal naik angkotnya mana?

IMG_20171028_121511_HDR
Taken By Jasa Foto, HP sendiri (free)

Owkay, pada tanggal 28 Oktober hari Sabtu, kan Dinas-dinas pemerintahan tutup, jadi kelompok Kelembagaan tidak usah  ke Kantor. Pagi hari jam 8 saya ke kantor Dewala (Desa Alamendah ) atau Desa Wisata Agro. Kebetulan Rombongan STPB menginap di Hotel MS di Desa Alamedah, Hotel ini terletak kurang lebih 200 Meter dari Kantor Desa.

Dari pada saya stay di hotel kan mending  jalan-jalan menelusuri desa  sambil menyaksikan pemandangan perkebunan strawberry dan berinteraksi dengan warga-warga sekitarnya (warga disana ramah). Ternyata kantor  DEWALA juga tutup, semua pengurus juga tidak ada sama sekali. Dari situlah saya berpikir “kenapa ga ke Kawah Putih ya, kan sewa angkot cukup murah cuman goceng (Rp. 5000).  Saya kabari teman-teman kelompok untuk ke Kawah bareng-bareng tapi pada gamau yaudah saya memutuskan untuk tetap pergi walaupun sendiri. it’s okay, this is my first time to be a Solo Traveler in 5 hours. hahahah

Kawah Putih yang saya dambakan dari 3 tahun yang lalu, akhirnya saya saksikan sendiri juga. ciptaanNYA sungguh megah. Entah kenapa ya, semakin saya menyaksikan alam yang indah, luas, lanscapenya bagus, saya semakin sadar bahwa saya ini hanya partikel kecil yang diciptakannya yang tidak memiliki apa-apa. Ungkapan Syukur yang luar biasa kepada Sang Pencipta.

okey, sekian dulu yaa,

Untuk FPS nya tunggu semester 6

terima kasih sudah membaca

semoga bisa bermanfaat

jangan lupa dishare

dikomen aja bila ada yang perlu dperbaiki.

Love Y

 

 

 

 

 

Iklan

easy “fallin love”

Pernah ga sih, kamu jatuh cinta sama seseorang dalam waktu yang singkat  banget, bahkan bisa sehari kamu langsung jadian sama dia. Sedangkan kamu belum tahu siapa dia dan seluk beluk dia kaya gimana.

Mungkin semua orang tidak mengalami hal ini, namun dapat diyakini bahwa ada beberapa mengalami ini, entahlah kapan, dimana dan dengan siapa. Terkadang menyukai seseorang dinilai dari satu sisi positif yang nampak dalam diri seseorang mungkin dari fisiknya yang cakep, suaranya yang bagus, badannya sexi, dan lainnya. Sementara dalam diri seseorang masih banyak hal yang perlu diketahui dan  membutuhkan waktu yang cukup lama untuk bisa beradaptasi dengan baik.

Kembali lagi ke topik, apah jatuh cinta yang cepat dan langsung jadian itu tidak akan bertahan lama?  Dan apakah yang jadiannya lama karena butuh pendekatan (PDKT) itu bertahan lama? Jawabannya belum tentu, karena tergantung dari kedua pihak yang merasakan, menjalani hubungan mereka.

Nah disini saya mau berbagi pengalaman; beberapa waktu yang lalu, saya jatuh cinta dengan seorang pria (masa perempuan) hehe. Pria ini adalah seorang yang belum pernah saya temui dan bahkan gak kenal sama sekali.  Kami melewati fase perkenalan kurang lebih 2 minggu. Selama fase perkenalan saya mulai menyukai dia dan bahkan ingin menjadi pacarnya Huffft kacau. Itulah namanya hati memang tidak sejalan dengan pikiran.

IMG_20170726_175051_HDR.jpg
memories

Setalah dua minggu fase perkenalan kami bertemu di sebuah kota (sengaja tidak disebut) dan melakukan perjalanan  singkat.  Di tempat inilah kami mulai mengungkapkan perasaan masing-masing dan akhirnya jadian ahaii  “So sweet”. Berakhirlah hari itu, dan kami membuka lembaran baru untuk mengawali  kisah kami. Alkisah peertemuan  itu sekarang telah menjadi  kenangan singkat dalam hidup kami. selama beberapa minggu setelah pertemuan tersebut kami menjalani hubungan LDR “ Long Distance Relationship” karena harus melanjutkan studi masing-masing di tempat yang berbeda. Hubungan LDR cukup sulit untuk dijalani, karena butuh perjuangan yang lebih; butuh waktu, butuh kesiapan batin hehe, butuh kepercayaan, kejujuran, kesetiaan dan terutama adalah komunikasi. Hal-hal tersebut merupakan faktor kunci bertahannya sebuah hubungan jarak jauh. Kenapa bisa broken? Dari saya; -kurang menyukai pria yang over protective, kurang pengertian dari dia terhadap aktivitas dan pergaulan yang saya lakukan, perasaan mulai rapuh. Singkat cerita saya jujur aja sama dia apa yang saya rasakan dan akhirnya hubungan  yang tdiak mencapai dua bulan kami berakhir.  “And now we are friends”

So guys, menurut saya; Gampang jatuh cinta dan jadian tidak akan membawa hubungan kamu lebih lama. Kamu perlu banget mengenal seseorang yang kamu sukai agar lebih memahami karakternya, supaya kamu bisa menentukan keputusan untuk mendapatkan pasangan yang bisa membuat hubungan kamu nyaman dan langgeng. kamu pasti gak pengen kan ngejalanin hubungan yang begitu singkat.. mulai sekarang ubah cara kamu dalam memilih pasangan. Fase pengenalan satu sama lain diperpanjang, dan pasti akan indah pada waktunya.

Thank you for read

Ditulis oleh Susana Andryani

 

 

 

 

Belajar tentang Manajemen Proyek

Hai Readers  kesayangan gue J yang tentunya selalu sehat wal’afiat ya. hehhe

20160927_124325
Karimunjawa

Kali ini  gue mau berbagi sedikit pengetahuan tentang Manajemen Proyek yang baru aja didapetkan pada semester baru (Semester  5) di kampus tercinta Sekolah Tinggi Pariwisata Bandung.

Oh iya, kan gue Pariwisata nih, kok belajar manajemen proyek sih, emang  jurusannya manajemen pembangunan, arsitektur, sipil.  Dengar kata Proyek aja, dalam benak gue udah kebayangnya gini, kalau bukan proyek perumahan, Rumah sakit, gedung, jalan raya pokoknya yang berwujud fisik gitu. Ternyata guys, penting juga bagi anak Pariwisata belajar Manajemen Proyek, karena bakal ada proyek-proyek yang dilakukan pariwisata baik berupa fisik maupun nonfisik. eh kak, nonfisik yang kaya gimana tuh?

Jadi kalau dalam bidang Pariwisata yang biasa melaksanakan program/proyek pariwisata adalah pihak pemerintah, Industri (swasta) dan masyarakat. Jadi proyek nonfisik itu, biasanya sering dilakukan oleh pemerintah dan atau jasa konsultan pariwisata contohnya proyek pembuatan Rencana Induk Pembangunan Pariwisata Nasional( RIPPARNAS) , Rencana Induk Pembanguann Pariwisata Provinsi ( RIPPARPROV ), Rencana Induk Pembanguan Pariwisata Daerah (RIPPARDA) dilanjutkan kearah Masterplan, Business Plan.

Kak, kembali lagi ke Laptop nih, Sebenarnya Manejemen Proyek itu apa?

Menurut “Soeharto (2001)” manajemen proyek adalah merencanakan, mengorganisir, memimpin, dan mengendalikan sumber daya perusahaan untuk mencapai sasaran jangka pendek yang telah ditentukan. Konsep manajemen proyek mengandung hal-hal pokok sebagai berikut:

1.Menggunakan manajemen berdasarkan fungsinya

2.Kegiatan yang dikelola berjangka pendek, dengan sasaran yang telah digariskan secara spesifik terutama aspek perencanaan dan pengendalian.

3.Memakai pendekatan sistem

4.Mempunyai hierarki (arus kegiatan) horizontal di samping hierarki vertikal.

Sumber: http://id.portalgaruda.org/?ref=browse&mod=viewarticle&article=120000

kak, kan tadi dijelasin tuh, ada proyek yang dilakukan oleh pemerintah dan proyek Industri (swasta), itu bedanya apa ya?

  • Proyek pemerintah

Suatu kegiatan yang dilakukan dengan tujuan untuk mewujudkan sasaran program sebagai bagian dari usaha merealisasikan  tujuan umum yang telah dirancang, kegiatan mana dijalankan dengan memanfaatkan sumber daya ekonomi dengan kombinasi yang memenuhi norma kapasitas ekonomis yang optimal.

Proyek pemerintah sangat dipengaruhi oleh ketersediaan sumber daya keuangan, proses perizinan yang lumayan ribet karena berhubungan dengan birokrasi pemerintahan, pembangunan dengan dana sedikit tetapi berkualitas.

Proyek pemerintahan juga bersifat kompleks, kelayakannya dilihat dari aspek sosial, ekonomi, politik dan budaya, dananya diambil dari APBN.

  • Proyek Swasta

Memanfaatkan pengeluaran kas saat ini guna menghasilkan pengeluaran yang mampu memberikan manfaat akan datang yang lebih besar dan pada gilirannya perusahaan yang bersangkutan dapat memperluas skal usaha dan meningkatkan derajat maupun labanya. Kalau proyek swasta berkarakteristik: mengikuti trend, anggaranya lebih besar, kualitas pengembangannya tinggi, dinamis, perizinannya snagat mudah.

Proyek teridiri dari beberapa jenis diantaranya Proyek penelitian dan pengembangan, proyek manajemen pelayanan, proyek pembangunan fisik, dan proyek pembangunan nonfisik.  Dalam memulai pembangunan/proyek ada beberapa hal yang perlu dipersiapkan:

  • Sumber daya manusia yang berkompeten dalam bidangnya
  • Keterampilan, bakat dan usaha
  • Fasilitas, alat dan perlengkapan
  • Modal
  • Informasi dan pengetahuan.

Berikut adalah bidang-bidang utama manajemen proyek:

  • Memahami sifat suatu proyek
  • Peranan manajer proyek
  • Menetapkan suatu proyek
  • Merencanakan suatu proyek
  • Mengontrol suatu proyek
  • Menggunakan alat otomatis (teknologi) seperti GPS dalam pengukuran peta jaman sekrang
  • Kualitas pribadi manajer proyek (bertanggung jawab, cerdas, disiplin, ulet, profesional dan tekun dalam bidangnya)
  • Menyelesaikan suatu proyek dengan sukses.

Pada intinya kenapa gue harus banget pelajari mata kuliah ini karena, suatu saat nanti Puji Tuhan gue pengen menerima proyek yang berkaitan dengan pembangunan Pariwisata Daerah gue sendiri yaitu Pulau Flores. semoga terkabulakan ya Tuhan, Amin. Tentunya gue harus paham proyek pasiwisata seperti apa? cara mengatur dan mengelolanya seperti apa? cara pengembanganya seperti apa?.

Okay guys terima kasih ya karena sudah meluangkan sedikit waktunya untuk membaca, dimohon kritik dan sarannya dan khusunya jika pembaca memiliki pengetahuan lebih tentang Manajemen Proyek gue sangat terbuka untuk menerima masukan dan pembelajaran.

  informasi didapatkan dari dosen pengampung mata kuliah dan pembelajaran pribadi

Bye bye

Arigatou gozaimasu

Written by Susana Andryani Diyaner

 

2015 vs 2017

Kemajuan suatu Desa atau wilayah bisa diukur dari beberapa aspek diantaranya ekonomi, sosial dan budaya.  dari sisi ekonomi, akan tercatat dari hasil pendapatan desa, atau kepala keluarga (local community). dari sisi sosial dan terlihat dari  kondisi sosial, hubungan antar masyarakat dalam desa maupun dengan desa lainnya, hubungan antara masyarakat dengan pemerintah (desa, kecamatan, dan daerah), hubungan dengan lembaga-lembaga. sedangkan kalau dari sisi budaya, bagaimana masyarakat desa menghargai nilai-nilai budaya yang secara turun temurun telah melekat dalam kehidupan desa (ini adalah pendapat saya).

Nah, sekarang saya mau menggambarkan beberapa perubahan dan perbedaan kampung Pacar (kampung saya) tahun 2015 dan tahun 2017:

2015                                                VS 2017
  • Jalan raya masih bebatuan
  • Masih ada yang berniat untuk memutuskan pendidikan
  • Kurangnya kesadaran masyarakat tentang teknologi-teknologi baru
  • gaya hidup masih berkarakteristik lokal atau masih meninggikan nilai budaya dan Agama.
  • kurangnya kerjasama antar masyarakat lokal dan pemerintah desa dalam merencanakan pembangunan desa.
  • Belum ada wadah  penyaluran aspirasi masyarakat desa tentang kemauan mereka dalam membangun desa.
  • Masyarakat saling mengkritik baik terhadap pembangunan desa maupun kualitas kehidupan desa, namun belum pernah ada solusi yang memuaskan.
  • Minimnya fasilitas Air minum (air bersih) di desa, belum jadi prioritas. Masih memikirkan yang penting hari ini ada.
  • Fasilitas listrik (PLN) belum ada, masih mengandalkan listrik pribadi yang cuman dimiliki beberapa orang.
  • Jalan raya sudah beraspal
  • Tingkat kemauan untuk melanjutkan pendidikan meningkat
  • Sadar teknologi karena mendapat informasi dari televisi
  • Gaya hidup masih berkarakteristik lokal atau masih meninggikan nilai budaya
  • Belum ada wadah  penyaluran aspirasi masyarakat desa tentang kemauan mereka dalam membangun desa.
  • Masyarakat saling mengkritik baik terhadap pembangunan desa maupun kualitas kehidupan desa, namun belum pernah ada solusi yang memuaskan
  • Minimnya fasilitas Air minum (air bersih) di desa, belum jadi prioritas. Masih memikirkan yang penting hari ini ada.
  • Fasilitas listrik (PLN) belum ada, masih mengandalkan listrik pribadi yang cuman dimiliki beberapa orang.
  • meningkatnya  hubungan berorganisasi misalnya Persekutuan Orang Tua  dalam melaksanakan berbagai kegiatan atau upacara-upacara adat  yang dibuat oleh masyarakat dengan persetujuan pemerintah desa.

Itulah pengalaman dan fakta  yang saya dapatkan selama liburan semoga liburan tahun mendatang mendapatkan pengalaman lebih baru lagi. saya butuh aspirasi pembaca, mengenai perkembangan desa saya, desa kamu, desa yang menjadi bagian dari Negara Republik Indonesia.

mohon maaf bila ada kesalahan kata, tidak ada manusia yang sempurna tetapi akan selalu berusaha untuk menjadi lebih baik.

Thank you for reading,,, jangan lupa dilike ya, dishare, dicomment, dan sampai ketemu di tulisan berikutnya. byee ditunggu aspirasimu… 🙂 🙂

written by Susana Andryani Diyaner Continue reading “2015 vs 2017”

Labuan Bajo Memikat Hati

IMG_20170615_171527_HDR
Sunset  view at Puncak Waringin, Labuan Bajo

Labuan Bajo merupakan salah satu destinasi prioritas pariwisata Indonesia yang kini memikat hati para traveller. Gimana ga pengen ke Labuan Bajo, Labuan Bajo yang ga punya apasih? Nah, buat lho yang transit  atau berlibur ke Labuan Bajo, atau pengen ngedate, bersenang-senang ama temen-temen. Berikut adalah tempat paling indah dengan pemandangan laut, bukit, pantai dan kota Labuan Bajo:

  • Pantai Wae Rana

Pantai Wae rana berjarak ± 1 km dari Kota Labuan Bajo, bisa diakses menggunakan kendaraan roda dua, kendaraan roda empat dan jalan kaki. Pantai ini memiliki warna pasir yang putih, pemandangan ke arah Barat  yaitu pulau-pulau kecil  seperti Bidadari, Pulau Monyet, maupun pulau-pulau besar seperti Pulau Komodo, Pulau Rinca dan lainnya. Dan yang pastinya lho bisa menikmati sunset yang begitu indah dan bakal bikin baper.

  • Bukit Cinta
IMG_20170617_171830_HDR
Sunset view at Bukit Cinta

Labuan Bajo juga punya bukit Cinta loh, bukan cuman di Gorontalo dan Kupang. Tapi walaupun dimana-mana ada, setiap tempat pasti memiliki keunikan masing-masing iya ga?  Tempat ini sering dikunjungi oleh masyarakat  lokal sebagai tempat rekreasi , tempat olah raga seperti jogging. Selain masyarakat lokal juga dikunjungi oleh wisatawan baik domestik maupun mancanegara. Menurut gue tempat ini sangat romantis, cocok banget buat  pra-wedding. Pemandangan laut yang luar biasa dan lanscape yang menakjubkan. Yang pastinya disini juga lho bisa menyaksikan sunset yang sangat indah.

Goa Batu Cermin sudah menjadi salah satu obyek wisata yang dikelola oleh pemerintah kabupaten Manggarai Barat, berjarak ± 5 Km dari pusat Kota Labuan Bajo. Goa ini juga merupakan salah satu tempat paling adem di Labuan Bajo. Sebelum masuk ke dalam Gua di sekelilingnya terdapat hutan bambu dan jenis-jenis pohon lokal lainnya seperti Kresen dll. Di dalam Kompleks Batu Cermin juga terdapat Panggung (culture center) sebagai tempat pertunjukan Sendratari yang biasanya dilakukan saat festival budaya, karnafal budaya, dan beberapa event-event pariwisata lainnya.

  • Bukit Silvya

65

Pada tahun 2015 silam bukit ini sudah mulai dikenal dan boom pada tahun 2016 karena pemandangan alamnya yang indah menghadap ke arah utara Manggarai Barat bahkan dari sisi mana pun terlihat spektakuler. Pada tahun-tahun sebelumnya bukit ini belum memiliki nama alias brand, beberapa ratus meter  di kaki bukit ini terdapat sebuah Resort  yaitu Silvya Resort. Ternyata berdirinya resort ini mempengaruhi nama bukit tersebut.  Tidak dapat diketahui kepastian nama bukit, namun karena di kalangan masyarakat sudah sangat familliar dengan sebutan Bukit Silvya, finally dan sampai sekarang tetap dijuluki Bukit Silvya.

Merupakan satu-satunya pusat kuliner di Labuan Bajo yang sangat populer. menu makanan utama disini adalah Ikan. Disamping itu juga terdapat menu-menu lainnya seperti Ayam, Bakso dan minuman-minuman(jus kelapa, es buah, es campur). Lokasinya  ± 300 Meter dari Pelni dan ± 200 meter dari pelabuahan Ferry. Di tempat ini lho bakal nikmatiin sepuasnya ikan, dengan olahan  khas Labuan Bajo.

  • Batu Biru
IMG-20170702-WA0070
Batu Biru, Bukit Cinta-Labuan Bajo

sumpah deh, gue udah 2 tahun ga pulang libur ternyata ada tren-tren baru yang kini menjadi tempat hits di Labuan Bajo salah satunya adalah Batu Biru. Gue diajakin temen naik bukit dan dalam benak gue udah kebayang Batu Biru adalah sebuah Batu raksasa yang berwarna biru. haahahah ternyata pas gue nyampe di puncak bukit, temen gue minta handphone gue untuk foto di atas sebuah batu yang dicat warna biru.  batu biru sekedar intermeso yang sebenarnya adalah ketika gue  berdiri diatas perbukitan yang bebatuan gue bisa menyaksikan pemandangan  alam laut nan biru dan perbukitan yang indah membuat gue makin jatuh cinta dengan Labuan Bajo.

Nah, itulah beberapa tempat yang wajib lho kunjungi selama waktu singkat lho di Labuan Bajo. tentunya bukan itu saja yang unik di Labuan Bajo karena masih ada hidden paradise yang menantikan kehadiran lho yang berikutnya.

TIPS:

  • Gunakanlah botol minuman lho sendiri dan cintailah Lingkungan, karena suatu saat  lho bakal nangis jika lingkungan itu terluka
  • Melukai lingkungan sama halnya melukai diri sendiri dan menghancurkan generasi mendatang
  • Jadilah wisatawan yang CERDAS!!!
  • Siapkan sunblock untuk melindungi kulit
  • Jika lho belum tahu apa-apa tentang Labuan Bajo, alangkah baiknya menggunakan Travel agent untuk perjalanan wisata.
  • Rental sepeda olah raga dan sepeda motor sangat cocok untuk menelusuri Kota Labuan Bajo

Okay thanks for reading ya!!  Have a nice trip. See you in the next story

Ditulis oleh Ryani

Field trip Sukabumi

Sukabumi terbagi ke dalam dua wilayah administratif, diantaranya adalah kota sukabumi sendiri dan  wilayah kabupaten Sukabumi. Field trip kali ini, program studi Manajemen Destinasi Pariwisata terbagi ke dalam dua kelompok kerja; kelompok kabupaten dan kelompok kota. Tema field trip adalah Evaluasi kinerja Pemasaran pariwisata.

Sedikit berbagai tentang tahap-tahap field trip  yang biasa dilakukan oleh mahasiswa MDP sejak semester 3:

  1. Tema field trip ditentukan oleh dosen sesuai dengan kurikulum yang ada di STP Bandung
  2. Sebelum field trip kami dibagi kelompok sesuai dengan ketentuan dosen dan tema yang akan diobservasi/diteliti.
  3. Mencari konsep dan teori dari tema yang ada (sambil konsultasi ke dosen dan diskusi bersama)
  4. Membuat operasional variabel
  5. Membuat instrumen penelitian: kuesioner, pedoman wawancara, check list

Kemudian uji validitas instrumen dengan mencoba untuk menguji pertanyaan kepada teman kampus di luar jurusan kepariwisataan yang dianggap bisa menjadi contoh responden.

Pada field trip- field trip sebelumnya, lebih banyak ke obyek wisatanya sedangkan kali ini lebih ke dinas pariwisata. dinas pariwisata kota  dilakukan oleh kelompok kota sedangkan dinas pariwisata kabupaten Sukabumi dilakukan penelitian oleh kelompok kabupaten.

like earth_170410_0082
my girls

Kabupaten Sukabumi dikenal dengan geoparknya yang marak akan diresmikan pada bulan Mei 2017 nanti menjadi salah stau situs warisan dunia atau akan terdaftar dalam daftar UNESSCO. Hal tersebut akan menjadi salah satu faktor yang akan meningkatkan jumlah wisatawan yang akan mengunjungi kabupaten Suka Bumi.

Okelahhh,, selain ke Dinas pariwisatanya gak mungkin terlewatkan dong kan mesti jalan-jalan juga ya walaupun tujuan utamanya untuk bagi kuesioner namun kesempatan bersenang-senangnya dapet. heheee

like earth_170410_0382
Karang Hawu Beach

Usai mampir di dinas pariwisata kami langsung ke Pantai Karang Hawu, lautnya memang agak berbahaya sih ombaknya juga deras banget jadi di sini memang gak ada aktivitas seperti snorkeling, berenang apa lagi diving. Di sini terlihat beberapa masyarakat yang sedang memancing dan beberapa lainnya duduk hanya menikmati udara pantai dan jalan-jalan di pesisir pantai. Yang tertarik di sini, desiran ombak yang tinggi mencapai 2-5 meter dengan pemandangan yang indah. Disini juga bisa menikmati sunset yang indah.

kemudian, sekitar 1 KM dari pantai Karang Hawu kami menuju pantai Citepus  sedikit agak berbeda dengan pantai sebelumnya kalau di sini ada aktivitas bermain sepak bola di pantai. pengunjung yang ada di dua pantai ini umumnya berasal dari daerah Suka Bumi sendiri. Ada beberapa saja yang berasal dari luar daerah seperti Banudng, Bogor dan Cianjur.

keesokan harinya; kami mengunjungi beberapa obyek wisata di wilayah perkotaan untuk melanjutkan pencarian data.

like earth_170410_0153
Pantai buatan-photo taken by Gardis

ada sebuah taman wisata namanya Santa Sea. ini merupakan sebuah theme park milik swasta sebagai tempat hiburan yang biasa dikunjungi oleh masyarakat lokal maupun masyarakat dari luar sepeeti Bogor, Jakarta, Cianjur dan Bandung.

selanjutnya mengunjungi tempat pemandian air panas atau kunjungi link  ini

bagi saya, kolam air panas tersebut kurang diperhatikan kebersihannya, contohnya: toiletnya terlihat kotor, keramiknya tidak terawat, area pinggir kolam masih ada sampah plastik. saya sangat tidak tertarik untuk menikmati wahana Air tersebut. saya lebih memilih wahana air di Santa Sea, dikelola dengan baik, bersih dan pelayanannya juga sangat bagus.  berdasarkan hasil pengamatan, tempat wisata ini banyak dikunjungi masyarakat setempat dan bahkan tidak ada pengunjung luar Kota.

besok harinya, mengunjungi air terjun Citatih untuk menikmati aktivitas arung Jeram.. ini asik bangett,,, sungainya luas banget,  jarak yang digunakan mencapai 12 KM namun yang kmi pilih hanya yang 9 KM atau ditempuh selama 2 jam.

Tidak bisa dipungkiri Indonesia sangat populer dengan masalah sampah. di pinggir sungai sampah bertebar begitu saja, warna air yang kecokelatan mengurangi nilai obyek wisata ini. air yang berwarna kecokelatan ini terjadi karena hujan di bagian hulu Sungai.

like earth_170410_0387
Citatih River

namun,  karena kehebohan anak kelasan yang tidak pernah ada hentinya membuat saya terus bersemangat untuk menikmati atraksi wisata Arung Jeram.

“Segala sesuatunya adalah milik Tuhan”

“Dipinjamkan untuk umat manusia”

“Yang seharusnya dilestarikan dan dijaga”

“Yang kita lakukan hari ini adalah untuk masa depan generasi mendatang”

Tulisan: Susana Andryani

Kampung Pacar – Flores-NTT

Pacar adalah sebuah nama Kampung yang terletak di kecamatan Masang Pacar Kabupaten Manggarai Barat. Letaknya di bagian utara Manggarai Barat, dengan jarak kurang lebih  45 km dari ibukota Labuan Bajo. dan dapat ditempuh 3-6 jam dengan kendaraan roda dua/empat. Kampung Pacar dapat ditempuh dari berbagai jalur. Dapat dijelaskan sebagai berikut:

  • Labuan Bajo Menggunakan oto kol menuju Desa pacar dengan arah Labuan Bajo Pacar atau Rego dengan biaya 50-100 rb per orang
  • Labuan Bajo –Bari – Pacar menggunakan kapal laut menuju Bari (Ibukota Kecamatan Macang Pacar selama 3 jam; lalu dari bari menuju kampung Pacar menggunakan oto kol sejenis mobil truk cuman mabil ini dimodifikasi dengan bak kayu sebagai tempat pengangkut penumpang.
  • Ruteng – Pacar menggunakan oto kol yang jurusan Ruteng Pacar atau Rego.
  • Berikutnya bisa dari arah utara yaitu Reo-Pacar dengan motor atau bisa menggunakan oto kol dari Reo-Pateng. Lalu dar Pateng bisa menggunakan oto kol yang jurusan Rego-Labuan Bajo/Ruteng.

    IMG-20160914-WA0004
    Upacara Penti tahun 2017, Pacar

Kampung Pacar merupakan salah satu desa yang masih menerapkan tata cara kehidupan adat istiadat Manggarai. Dalam desa ini hidup beberapa suku diantaranya adalah suku Pacar, Suku Mbehel, Suku Perkesa, Suku Tampang dan Suku Muri Wuni. Dalam setiap suku memiliki struktur kepemimpinannya masing-masing mulai dari kepala sukunya (Tu’a Tembong), dan kepala suku yang membantu Tu’a Golo adalah Tu’a Teno yang membantu dalam urusan hak milik tanah di suatu masyarakat. kampung pacar memiliki sumberdaya yang beragam mulai dari potensi sumberdaya alam, peninggalan sejarah dan budaya. Ini merupakan potensi yang belum dikelola dan diekspos menjadi obyek wisata di manggarai barat. Wilayah ini sama sekali belum disentuh oleh pariwisata oleh karena itu alangkah baiknya dikelola terlebih dahulu sehingga bisa tertata dengan baik dan kemudian bisa meningkatkan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat. Desa Pacar juga dikenal sebagai desa yang subur. Di sana  hidup berbagai jenis tumbuhan  dan cocok bagi lahan pertanian.  Karena suhu udaranya sedang. Desa pacar ini terletak di wilayah pegunungan sehingga tingkat curah hujan juga lumayan tinggi dibandingkan dengan wilayah lainnya seperti Bari dan Labuan Bajo yang nota bene wilayah pesisir.

Penduduk di desa Pacar mayoritas bekerja sebagai petani. Berbagai hasil pertanian berupa padi, cengkeh, kopi, kemiri, kelapa, sayuran, dan lain sebagainya merupakan pusat nafkah hidup masyarakat ini. Namun, terkadang jika iklim tidak menentu maka sangat berpengaruh terhadap aktivitas pertanian dan kehidupannya. Jadi ada beberapa masyarakat juga yang bekerja sampingan sebagai pedagang yang mengumpulkan berbagai jenis bahan baku lalu menjualnya ke kota Labuan Bajo atau ke Ruteng. Hal tersebut dilakukan karena  pengahasilan tani yang tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan keluarga.

Dalam satu keluarga rata-rata memiliki 3-8 anggota keluaraga, jadi  hasil tani tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan sekunder salah satunya adalah biaya pendidikan. Sehingga banyak pemuda/pemudi atau lulusan SMA/SMK yang bekerja terlebih dahulu untuk melanjutkan ke perguruan tinggi untuk membantu orang tua dalam membiayai hidup sendiri.  Namun ada juga keluarga lainnya yang mampu membiayai pendidikan sehingga anak-anaknya tidak perlu bekerja sebelum kuliah. Rata-rata generasi Kampung Pacar memilih lokasi perkuliahannya ke tanah Jawa, Bali, Sulawesi dan beberapa lainnnya memilih dalam propinsi seperti di Kupang, Ruteng, Ende dan Maumere.

Persaudaraan di kampung Pacar dan hampir semua wilayah Manggarai  sangat kuat, dimanapun dan apapun yang terjadi dalam suatu kehidupan sosial masyarakatnnya. Salah satu contohnya acara Wuat Wa’i. Acara ini merupakan salah satu bentuk nyata dari rasa persaudaraan, yang dimana  sekumpulan warga kampung bisa terdiri dari 40 Kepala Keluarga mendukung seorang anak dari sebuah keluarga yang ingin melanjutkan perkuliahannya atau merantau dengan membuat sebuah peraaan besar namun pada intinya dalah menggalang dana untuk biaya perkuliahan dan kehidupannya menuju di tanah rantauan. Dari 40 kepala keluarga ini akan mengundang seluruh warga kampung maupun kampung tetangga dan lainnya untuk hadir dalam acara tersebut. Dan perlu anda tahu bahwa masyarakat manggarai walaupun berbeda desa, atau kecamatan jika masih hubungan keluarga pasti akan datang jika tidak berhalangan. Dalam acara ini semua bentuk barang yang dijual dalam pesta ini  akan memiliki nilai jual lebih  dibanding dengan harga aslinya. Misalnya sate, rokok, arak lokal, dan laiinnya. Hal tersebut sudah menjadi kebiasaan desa jadi tidak heran jika anda ikut pesta tersebut anda akan mengeluarkan cukup banyak uang. Istilahnya uang amal dan memang dinilai bukan uang tetapi kekeluargaan. Persaudaraan atau kekeluargaan tidak bisa dinilai dengan uang. Acara wuat wa’i juga tidak harus menggalang dana, namun pada dasarnay sebelum si perantau pergi ia akan diutus atau istilah bahasa manggarainya “Lalong bakok’n du lakon, lalong rombeng du kolen”. Upacara ini memiliki beberapa makna yaitu sebagai minta kepada yang maha kuasa agar perjalanan dan kehidupan anak yang akan merantau sampai di tempat tujuan dengan selamat dan hidup yang baik di tanah orang. Kemudian ini merupakan ajang untuk memberikan pesan-pesan kepada anak yang akan merantau bahwa “merantau bukan karena banyak tahu tetapi karena tidak tahu apa-apa makanya pergi merantau untuk mengatahui banyak hal sehingga kembali ke daerah sendiri bisa membawa banyak pengalaman dan pengatahuan yang dapat membawa perubahan bagi daerah sendiri”.

Bersyukurlah kita masih diberikan kesempatan untuk bersekolah dari manapun berada ke kota Besar, walaupun dari daerah yang sangat terpencil. Namun yakinlah bahwa anda bisa membawa perubahan bagi diri kita sendiri, orang tua dan daerah.

Ada beberapa tempat menarik yang perlu anda tahu di Wilayah Kampung Pacar

  1. Rumah Adat

Rumah adat ini bebentuk tidak jauh dari Wae Rebo Traditional house namun perbedaanya kalau Rumah adat di Pacar bentuk panggungnya agak tinggi dan isinya tidak bertingkat, cuman ada satu ruang untuk berkumpul dan space nya lebih besar. Rumah adat ada 2 dari 2 suku yaitu suku Pacar dan suku Mbehel namun suku Pacar belum direnovasi maish rumah panggung biasa tidak seperti rumah adat suku Mbehel.

  1. Compang(altar)

Compang adalah susunan bebatuan yang berbentuk bundar terdapat di tengah kampung sebagai simbol persatuan dan kesatuan yang menurut kepercayaan kampung atau Beo terdapat naga beo yang menjaga kekerabatan dan kenyamanan warga kampung. Yang berfungsi sebagai tempat persembahan atau sesajian kepada leluhur dan TYME pada saat acara adat tertentu seperti PENTI ( syukuran atas hasil panen dan segala sesuatu yang diciptakan oleh TYME).

  1. Gua Maria

Mau berziarah pun bisa; berdoa dengan tenang dengan suasana yang berbeda, dikelilingi pepohonan hijau bebas polusi, pemandangan yang indah pasti menyenangkan bukan? Gua Maria ini juga berada diatas perbukitan batu-batuan besar yang masih bagian dari Benteng Tinggil. Jarak Dari kampung Pacar ± 500 meter.

  1. Benteng Tinggil

Merupakan salah satu bentuk batu  raksasa yang sangat tinggi dengan bentuk yang curam di sekililingnya. Di dalam benteng ini terdapat gua-gua kecil konon tempat ini merupakan tempat persembunyian penduduk pada zaman peperangan. Batu ini sangat luas dan panjang. Uniknya benteng ini memiliki jalan masuk hingga menembus ke bagian baratnya. Ini merupakan satu-satunya jalur yang paling singkat menuju kebun sebelah benteng. Karena jika tidak memiliki jalan masuk ini maka  untuk mencapai ke wilayah bagian baratnya akan menjadi sulit karena harus melintasi bagian selatan dan utaranya benteng yang cukup lama dan perjalanan semakin panjang. Puncak Goa pun tak kalah indahnya; bagi kamu yang suka berpetualang disinilah kamu bakal nikmatiin sensasinya!! disuguhkan dengan bentang alam yang asri, pemandangan hutan yang luas, laut di pulau Boleng serta dapat menyaksikan  sunset yang eksotis.

  1. Persawahan Dan Perkebunan

Kamu juga dapat melihat aktivitas pertanian sebagai aktitas sehari-hari masyarakat di sini. Ada area persawahan  yaitu aktivitas menanam dan memanen padi. Kemudian yang lainnya yaitu menanam/memanen ubi-ubian, area perkebunan kopi, perkebuanan cokelat, perkebunan Cengkeh dan perkebuanan lainnya  seperti buah-buahan. Jangan kaget loh, daerah ini juga pengahsil durian yang enak. hehe

Masih banyak kegiatan yang bisa dilakukan di kampung Pacar.  Tidak jauh dari Kampung juga terdapat sungai air terjun yang masih asri. Makanya jangan cuman baca aja skali-skali kesana sekalian ke Labuan Bajo juga kan. hehhe  Saya sendiri adalah warga kampung Pacar. Dasar penulisan ini merupakan benar-benar hasil pengalaman pribadi. Namun desa ini belum dikelola dengan baik, terutama sektor pertanian. Karena masih banyak kendala-kendala baik dari masyraaktanya sendiri, pemerintahnya dan semua yang seharusnya terlibat. Oleh karena itu desa ini sangat membutuhkan perhatian khusus, baik dari lembaga pendidikan, lembaga pertanian, lembaga pemerintahan  untuk sama-sama mengembangkan potensi daerah ini sehingga sektor lainnya bisa ikut berpartisipasi dalam memberikan dukungan salah satunya adalah Pariwisata. tetapi yang paling penting adalah masyarakat dan potensi dasarnya dulu yaitu pertanian dikembangkan.

Semoga tulisan ini bermanfaat, tulisan ini masih sangat belum sempurna jadi masih butuh banyak referensi dan saran yang bisa membuat tulisan selanjutnya lebih baik.

Posted by Susana Andryani Diyaner

Mengenal Karakter Sahabat Kecil

Emang lo punya sahabat kecil ? Apaansii iya iyalah punya, masa engga, emang lu kira gue tinggal di Bintang gitu yang kaga ada manusia nye.. (cuman pengen mengekspresikan sedikit dialeg orang sini)

Iya dulu saya punya teman masa kecil yang sebenarnya banyak banget intinya sekampung halamanlah, tetapi ada beberapa orang yang ingin saya ceritakan mengenai sahabat kecil saya dulu, khususnya yang seangkatan dengan saya. Sahabat kecil bukan berarti cuman sahabat waktu kecil doang ya, namun hingga sekarang ini. Cuman ceritanya jauh sangat berbeda dengan sekarang, bagaimana pun juga kami memeliki jalan hidup masing-masing jadi sekarang menjelajahi hidup di bumi yang berbeda juga. Sulit untuk bertemu dan berkumpul seperti dulu.  Dulu kami satu sekolah mulai dari SD hingga SMP, tepatnya di SDK Pacar dan SMP N 1 Macang Pacar angkatan tahun 2003-2012.

Yang pertaman sahabat saya bernama Yohana Surniko Ratna Wati yang biasa disapa Ratna, dia memiliki postru tubuh langsing, tinggi dan rambut panjang yang membuat dia terlihat anggun walau tampak mukanya yang galak dicampur jutek namun jika tersenyum maka bunga putri malu pun langsung mekar kembali hahahha. Yang berikutnya bernama Petronela Meji biasa disapa Rolen atau Ipin hahah maaff ee J. Di memiliki postru badan yang mungil dan imut serta wajah yang keliatan manis dan kulit exotic. Dulu dia cewek pendiam semasa kecilnya namun karena sekarang suka berperan menjadi ipin haha akhirnya tingkahnya berubah dan cerewet seperti ipin hahah becanda maksud saya sekarang kan udah dewasa setiap hari pasti selalu berubah dalam segala hal.  Lalu  ada juga sahabat saya bernama Reliana Ijen disapa Reli atau Upin, bisa dibilang ini adalah anak dari Gunung Ijen hhh. Mungkin diberi nama Ijen supaya  kelak bisa menjadi orang yang sukses setinggi gunung Ijen atau mungkin ada arti dalam bahasa lain yang lebih bermakna. Kemudian satu orang lagi namanya Natalia Maju. “Natalia” means that she was born at the day after Christmas Day and “Maju” it’s mean that something  never give up. Dulu sesama kami suka menyapa dia dengan panggilan Cemong aatau kadang-kadang tiang listrik karena dia lebih tinggi dari antara kami, maapp Liand.

Dulu banyak sekali hal-hal yang kami lakukan dalam mengisi masa kecil kami di kampung halaman. Saya masih ingat dulu ketika pulang sekolah, kami suka jalan bersama dan bercanda ria dengan suara teriakan yang menemani kesepian jalan raya sepanjang Herang (Lokasi sekolah) hingga kampung Pacar. Berseragam merah putih, buku tersimpan dalam kresek (biasanya senang dengan kresek sandal yang bekas untuk menyimpan buku tulis dengan ciri-cirinya yang simple dan baik untuk melindungi buku tulis dan peralatan lainnya) dan beralaskan dengan sandal jepit (dulu kami tidak menggunakan sepatu saat maih SD kecuali ada perayaan Nasional). Pulang sekolah tanpa ada batas mulut selalu berkomat kamit dengan muka polos yang membawa kebahagiaan tersendiri.  Salah satu diantara kami yang suaranya paling besar dan tinggi adalah Ratna, sedangkan Lian, saya, Upin Dan Ipin memiliki suara yang agak melengking. Kebersamaan sekolah tersebut berlangsung selama  9 tahun dan bercanda ria sepanjang  perjalanan juga pun begitu.

Dulu juga kami suka mencari serta mengumpulkan kayu  bakar bersama. sekeliling  rumah di perkampungan saya  pasti dikelilingi pepohonan seperti pohon kopi, cokelat, kelapa, bambu, akasia, dan hutan yang meluas sekitar 1 km dari rumah. Hadeuuhh kampung saya emang bener-bener suasana kampung banget deh, pokoknya  kalo kalian yang sedang membaca ini pengen dan berkunjung kesana  pasti bakal nyaman. Kalian akan jauh banget dari keramaian kota yang sempit penuh dengan polusi. Apa lagi yang suka banget sama kehidupan desa huuhhff ayulahh dateng ke kampung saya. “My Darling is My Home”. Cari kayu bakar sudah menjadi kebiasaan bagi kami, anak perempuan di kampung membantu orang tua dengan berbagai cara: mengumpulkan kayu bakar di kebun atau hutan, masak, menyiapkan  makanan babi (hampir semua rumah tangga memiliki peliharaan babi dan memang mayoritas beragama Katolik), mencuci, mebersih rumah, menanam padi, membersih kebun, lahh pokoknya buanyaak. Yaaa saya rasa itu ajaran yang baik, sehingga kami bisa menjadi orang yang pekerja keras, bertanggung jawab, belajar untuk hidup rumah tangga, mandiri dan mencintai orang tua.

Mainnya kapan? Dimana?

Kami  sebenarnya bermain di mana pun kami berkumpul, bersama bahkan saat mengumpulkan kayu bakar pun juga kita akan selipkan dengan bermain. Di tengah kampung saya terdapat  sebuah Compang yang artinya altar. Tempat ini tersusun batu unik yang bentuknya bundar lalu dikelilingi taman bundar juga dan paling luarnya ditutup dengan susunan batu juga. Batu bundar yang tersusun rapih ini konon berdasarkan cerita rakyat disusun oleh nenek moyang zaman dulu dan memiliki arti yang mendalam. Dan memang batu bundar yang tersusun rapih ini bukan hanya di kampung saya namun juga terdapat di beberapa tempat di Manggarai.  Compang digunakan sebagai tempat persembahan kepada Tuhan pada saat upacara  adat tertentu. Nah, kami biasanya main di sekitar tempat tersebut, karena pada setiap sore hari anak-anak suka berkumpul  di situ dan bermain, bersuka ria masa kecil yang amat sangat indah.

 

sekarang aku juga punya temen-temen yang cakep-cakep bisa diajak berteman, mau tau klik adja disini

Jika anda berminat untuk mencari tahu kisah-kisah lain, yukk ikuti terus blog aku dan jangan lupa dilike yaa heheheh Terima kasih.

 

Anak Muda Wajib Pelajari Ini, Sejarah Tanah Kelahiran Kita, “Manggarai”

Manggarai, Manggarai Barat Dan Manggarai Timur dulunya merupakan satu kabupaten yaitu kabupaten Manggarai. Namun selama sebelum pemekaran tiga wilayah tersebut sudah memiliki sejarah masing-masing …

Source: Anak Muda Wajib Pelajari Ini, Sejarah Tanah Kelahiran Kita, “Manggarai”

Anak Muda Wajib Pelajari Ini, Sejarah Tanah Kelahiran Kita, “Manggarai”

Manggarai, Manggarai Barat Dan Manggarai Timur dulunya merupakan satu kabupaten yaitu kabupaten Manggarai. Namun selama sebelum pemekaran tiga wilayah tersebut sudah memiliki sejarah masing-masing yang panjang tentang perebutan pengaruh dan kekuasaan.

Sebelum Belanda menguasai Manggarai pada tahun  1908, ada sebuah kerajaan kecil berdaulat di Manggarai. Kerajaan-kerajaan tersebut adalah kerajaan Lamba, Cibal, Welak, Todo-Pongkor  Dan Bajo.  diantara kerajaan-kerajaan tersebut  Cibal Atau Nggaeng Cibal  Dan Adak Todo  pernah terlibat  dalam beberapa pertalian pertempuran  dalam rangka memperluas teoriti  kekuasaan.  Pertempuran pertama antar Cibal Dan Todo  adalah pertempuran di Reok Dan Rampas Rengot  atau dikenal dengan perang rongot. Pertempuran ini dimenangkan cibal. Perang rongot ini melahirkan pernang-perang berikutnya yaitu perang weol 1 dan weol 2.

Pada perang weol satu kemenangan masih ada dipihak cibal, tetapi pada perang weol 2 dimenangkan oleh Todo  sehingga batas  kerajaan adak todo bukan lagi sampai di wae  ras cancar  tetapi sampai jauh ke dekat beo kina (rahong utara).kemudian perang berikutnya adalah perang bea Loli di cibal. Pada perang bea loli cibal kembali kalah . sehingga menurut cerita watu cibal dibawah ke Todo. Setelah itu, Todo Pongkor memperluas  wilayah ke arah timur  di Borong. Maka terjadilah  perang adak tana dena. Akibat perang adak tana dena ini, batas Todo Pongkor meluas hingga Watu Jaji. Pada saat Todo Pongkor konsentrasi  mengikuti perang adak Tana Dena pasukan Nggaeng Cibal melancarkan serangan ke pusat kekuasaan Todo Pongkor. Saat itu terjadi pembakaran  rumah adat Todo Pongkor, yang disebut Tapa Niang Dangka, Poka Niang Wowang. Konon Niang Dangka saat itu  tidak bisa dibakar pasukan dari Nggaeng  Cibal kemudian memperdayai seorang perempuan tua  yang namnya kembang emas saudari dari kraeng mashur nera beang lehang tana bombang palapa untuk mengetahui  mengapa Niang  Dangka tidak bisa dibakar.

Perempuan tersebut kemudian memberitahu Niang Dangka bisa dibakar  bila bisa mengambil jimat yang ada dibubungannya. Pasukan dari Cibal pun mengambil jimat di atas bubungannya. Sayangnya mereka juga membakar  perempuan yang memebritahu keberadaan jimat tersebut.  Pasukan Cibal berusaha mengembalikan Watu Cibal yang dicaplok pada perang weol II namun tidak bisa diangkat. Sampai sekarang  watu todo  dan watu cibal tertancap bersanding di kampung todo.

Pada tahun 1907 Belanda masuk ke Manggarai  dan hendak mendirikan pusat kekuasaan sipil  di Todo. Namun, karena topografinya yang kurang baik, lalu pindah ke Puni Ruteng. Secara resmi Belanda menaklukan Manggarai pada tahun 1908. Ketika Belanda mulai menguasai Manggarai Raja Todo  (1914-2924) yaitu keraeng Tamur dipindahkan ke Puni.  Dalam perjalanan sejarahnya, belanda melihat manggarai yang meliputi wae mokel awon, selat sape  rahit salen adalah satu kesatuan yang utuh. Tidak ada lagi cibal, tidak ada lagi todo, tidak ada lagi Bajo maka disebutlah Manggarai.

Karena itulah pada tahun 1925, melalui suatu surat keputusan dari Belanda Manggarai menjadi  suatu kerajaan dan diangkatlah orang Todo Pongkor menjadi raja pertama yaitu raja Bagung Dari Pongkor. Kerajaan manggarai bentukan Belanda ini terdiri atas 38 kedaluan. Bersamaan dengan diangkatnya raja Bagung , belanda juga  menyekolahkan raja Bagung, belanda juga menyekolahkan kraeng Alexander baruk ke Manado. Alexander adalah anak dari kraeng Tamur  raja Todo. Tahun 1931/1932 Alexander Baruk kembali dari sekolahnya. Lalu kemudian diangkat jadi raja Manggarai. Karena  raja Bagung masih hidup, maka keduanya tetap raja. Raja Bagung sebagai raja bicara, sedangkan yang mengambil keputusan adalah raja Baruk. Sehingga dulu ada istilah  putus le kraeng wunut, bete le kraeng belek.

Kekuasaan keduanya berakhir pada saat keduanya meninggal dunia. Raja Bagung meninggal pada tahun  1947 sedangkan raja Baruk meninggal  1949. Kemudian keduanya diganti oleh  Kraeng Langkas  Atau Kraeng  Constantinus Ngambut, juga dari Todo menjadi raja hingga 1958. Saat Manggarai menjadi daerah Swaparaja Kraeng Ngambut masih memimpin Manggarai sebagai kepala daerah hingga 1960. Tahun 1960 itu juga kemudian dipilih bupati pertama Manggarai Aitu Charolus Hamboer dan memimpin hingga 1967. Setelah bupati Hambur kemudian diganti oleh  bupati Frans Sales Lega.

Bupati Lega memimpin samapi 1978. Setelah itu 1978-1988 Manggarai dipimpin oleh  Frans Dula Burhan. Lalu 1988-1999  dipimpin oleh Gaspar Parang Ehok. Pada masa transisi 1999-2000, Manggarai dipimpin oleh bupati sementara Daniel Woda Pale. Di era reformasi  bupati pertama yang memimpin adalah Antony Bagul Dagur  yang memimpin Manggarai  dari tahun  2000 hingga 2005.tahun 2005 diangkat bupati sementara Wilem Nope sebelum adanya  bupati definitif kepala daerah secara langsung.

Pilkada langsung pertama di manggarai berhasil dimenangkan  pasangan  Christian Rotok-Deno Kamelus. Pasangan dengan sebutan Credo ini, kembali terpilih pada pilkada langsung 2010. Keduanya memimpin Manggarai hingga 2015.

Pada tahun 2003, terjadi pembentukan kabupaten baru yaitu kabupaten manggarai barat. Bupati sementara yang ditunjuk memimpin manggarai barat dari 2003-2005 adalah Fidelis Pranda. pada pilkada 2005, Fidelis Pranda berpasangan dengan agustinus ch dula(bupati sekarang) berhasil menjadi bupati dan wakil bupati hingga 2010. Pasangan ini pecah kongsi pada pilkada 2010. Agustinus CH Dula yang berpasangan dengan Maksimus Gasa berhasil memenangkan pertaruhan dalam satu putaran. Keduanya  pun memimpin Manggarai Barat hingga pada tahun 2015.

Tahun 2007, dibentuknya juga kabupaten Manggarai Timur pemekaran dari manggarai. Bupati sementara yang diangkat untuk menjadi pemimpin manggarai timur tahun 2007-2008 adalah Frans Padju Leok. pada tahun 2008, berlangsung pilkada pertama untuk manggarai timur dan berhasil dimenangkan oleh yosep tote yang berpasangan dengan andreas agas. Pada pilkada 2013, pasangan dengan sebutan YOGA ini kembalii terpilih untuk pimpin manggarai timur hingga pada tahun 2018. (Petrus D/PTD/Floresa.co

 

Referensi

www.floresa.co/2015/08/13/sejarah-kekuasaan-di-manggarai-raya-dari-perang-todo-vs-cibal-hingga-pilkada-langsung/